F A Q

Frequently Asked Question

  • Apa maksud dari LANGKAN, PALANTA dan LAPAU?

LANGKAN adalah bahasa Minangkabau. Padanannya dalam Bahasa Indonesia adalah Teras Rumah, dimana kita menerima tamu untuk bersilaturrahim. Kalau dulu saat berkunjung ke rumah Buya/Kiyai/Imam untuk konsultasi atau belajar akan diterima di langkan.

PALANTA adalah tempat duduk yang dibuat untuk umum seperti yang ada di taman-taman/alun-alun, atau bahkan di depan rumah. Dimana orang orang kumpul untuk kongkow-kongkow, ngobrol atau hanya sekedar melihat-lihat.

LAPAU adalah warung, tempat berjualan. Bisa warung apa saja, warung nasi, warung kelontong, dll.

Sengaja penulis menggunakan istilah ini karena sudah hampir hilang dan generasi muda tidak tahu lagi kosa kata ini bahkan di wilayah kosa kata ini berasal, Sumatera Barat, sudah mulai jarang dipergunakan.

  • Apa tujuan penulis membuat website buyanur.com ini?

Islam demikian luas dan indahnya, sulit bagi orang awam untuk mengetahui dan memahami semuanya. Kami pun masih dalam tahap belajar dan belajar. Dengan berbekal pengetahuan yang sangat sedikit itulah kami memberanikan diri meluncurkan BuyaNur.com, dengan tujuan untuk “Mentransformasi kegelisahan menjadi pola pikir dan pola tindak yang positif dan benar” berdasarkan akhlak dan spiritualitas Islam.

  • Kenapa memakai nama Buya Nur sebagai nama website, siapakah Buya Nur?

Buya, aslinya adalah panggilan kepada bapak. Tapi di beberapa daerah, khususnya Sumatera Barat, panggilan buya dipergunakan untuk menghormati seorang ulama yang sudah senior. Tempat umat bertanya, meminta nasehat dan pelajaran. Bahkan adakalanya juga sebagai tempat mengadukan persoalan hidup dan meminta pertolongan. Seorang buya bukan saja sudah mempunyai ilmu yang mumpuni, tetapi juga sudah sarat pengalaman, yang sudah menempuh perjalanan rohani yang panjang, sehingga mempunyai kearifan.

Nur adalah nama kecil Buya dalam kisah Ibnu. Sebagaimana diketahui nur berarti cahaya. Cahaya yang menerangi. Namun tidak menyilaukan. Nama ini sengaja dipergunakan sesuai dengan peranannya sebagai guru yang menerangi dan memberikan pencerahan tidak hanya kepada muridnya, tetapi juga kepada masyarakat di sekitarnya.

Intinya: Buya Nur hanyalah sebuah nama, yang mempunyai pengertian generik seperti dikemukakan diatas, yang diberikan kepada tokoh imaginer dalam Kisah Ibnu. Bilamana nama itu bersesuaian dengan nama seseorang, itu hanyalah suatu kebetulan. Tidak ada maksud apa-apa.

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 256909Total dibaca:
  • 113403Total pengunjung:
  • 190Pengunjung hari ini:

Palanta Discussion Forum Schedule

May 2012
S M T W T F S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031EC

 

Upcoming Discussion

  • No events.