Archive | Utama

(19) UNENDING CONTEMPLATION

Posted on 19 October 2010 by Syahril Bermawan

Sudah beberapa hari ini Ibnu tidak keluar rumah. Disamping memang tidak ada kegiatan yang penting, kebetulan cuaca juga sangat basah. Lagipula Ibnu mengalami sedikit gangguan kesehatan. Mungkin karena daya tahan tubuhnya yang menurun karena kelelahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.  Karena itu dia memilih untuk diam di rumah, berkontemplasi merenungkan dirinya dan alam sekitar.

Diluar hujan turun dengan sangat derasnya, disertai angin kencang dan petir. Musim hujan sungguh merepotkan bagi penduduk kota yang sistem drainasenya tidak baik. Hujan sedikit saja telah menyebabkan terjadinya genangan air di jalan-jalan. Apalagi kalau hujan turun seharian. Pastilah jalanan berubah menjadi seperti sungai. Banyak kendaraan mogok, sehingga menyebabkan kemacetan yang semakin parah. Kegiatan masyarakat tersendat. Perjalanan yang biasanya satu jam akan menjadi dua atau bahkan tiga jam. Itupun ditempuh dengan susah payah. Menghabiskan banyak energi. Dan sudah tentu waktu, biaya, dan juga emosi. Continue Reading

Share

Comments (0)

(18) WHOEVER YOU ARE

Posted on 17 September 2010 by Syahril Bermawan

Semenjak pekan yang lalu Ibnu merasa jauh lebih tentram. Mimpinya tempo hari yang sempat menggelisahkannya selama beberapa waktu, kini tidak lagi mengganggunya. Memang pertanyaan “siapa aku” masih tetap terngiang di telinganya. Namun tidak lagi meresahkan. Ibnu merasa yakin, bahwa pertanyaan itu akan terjawab pada waktunya. Persis seperti pertanyaan yang rutin datang setiap kali masa kontraknya selesai, “selanjutnya dapat uang dari mana”. Dari pengalaman, Ibnu meyakini bahwa rezeki akan datang pada waktunya, sehingga tidak perlu dirisaukan. Yang penting dilakukan adalah berusaha dan berdoa, kemudian tawakkal kepada Yang Maha Pemberi Rezeki.

Itulah yang dilakukan Ibnu. Berusaha, berdoa dan bertawakkal. Dia berusaha mencari jawaban pertanyaannya, berdoa memohon kepada Allah agar senantiasa diberi petunjuk, dan bertawakkal. Dalam usahanya itu Ibnu selalu mencari jawaban, baik dari alam sekitar maupun dari kitab yang dibacanya. Dalam doanya Ibnu mengamalkan doa yang ringkas namun menurutnya adalah semacam doa sapu jagad. Yaitu seperti yang tertulis dalam Surat Thaaha (20) ayat 114 :

Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” Continue Reading

Share

Comments (0)

(17) SPIRITUAL ADOLESCENCE

Posted on 26 August 2010 by Syahril Bermawan

Semenjak pertemuan dengan Buya Nur beberapa hari yang lalu Ibnu agak lebih tenang. Setelah berkali-kali dia mengingat kembali pembicaraannya dengan Buya Nur, kini mulai jelas bagi Ibnu permasalahan yang dialaminya. Dia sedang mengalami perkembangan batin. Dia sedang dalam proses memahami keberadaannya dimuka bumi. Dia sedang mengalami semacam “puber” secara spiritual. Dia sedang dalam perjalanan untuk menemukan jati diri. Dan alhamdulillah dalam menjalani itu semua, Ibnu memperoleh “pesan” dari alam bawah sadarnya, yang muncul kepermukaan dalam bentuk mimpi. Yang menyuruh dia untuk mengetahui dan mengenal siapa dirinya yang sesungguhnya.

Selanjutnya Ibnu merasakan bahwa pesan dari alam bawah sadarnya tidaklah datang begitu saja. Ini adalah sebagai resultante dari berbagai peristiwa yang dialaminya. Perenungan yang dilakukannya. Pelajaran yang diterima dari gurunya. Kitab yang dibacanya. Ibadah yang dilakukannya. Zikir dan tilawahnya. Serta berbagai macam aktivitas kesehariannya, yang semenjak belajar dengan Buya Nur selalu diusahakannya sesuai dan sejalan dengan ajaran agama. Continue Reading

Share

Comments (0)

(16) IT IS JUST A BOX

Posted on 03 August 2010 by Syahril Bermawan

Ibnu sudah semenjak tadi berada di Musholla Buya Nur. Dia akan menceritakan mimpi yang dialaminya beberapa hari yang lalu. Dia ingin tahu apa pendapat gurunya. Memang yang namanya dalam mimpi ya bisa saja segala sesuatu terjadi. Tetapi itulah pertamakali Ibnu mengalami mimpi yang sangat “menggelisahkan”. Selama berhari-hari, siang dan malam, senantiasa terngiang di telinganya ucapan makhluk yang menyerupai dirinya itu: “Aku tidak setolol yang kamu duga. Aku tahu namamu Ibnu. Aku bukan bertanya siapa namamu. Aku bertanya siapa kamu. Ibnu adalah namamu. Apakah menurutmu engkau adalah Ibnu? Apakah menurutmu Ibnu adalah engkau? Samakah nama dengan yang dinamakan?”

Ibnu amat sadar, bahwa dia tidak perlu lagi memikirkan jawaban pertanyaan “makhluk” itu. Toh dia tidak akan bertemu dia dalam kehidupan nyata. Namun, yang sangat menggelisahkan Ibnu adalah pertanyaan itu sudah terlanjur berkembang menjadi pertanyaannya sendiri. Bukan lagi pertanyaan orang lain, melainkan pertanyaannya sendiri. Dia sendirilah yang ingin menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Apalagi pertanyaan kedua yang lebih menusuk: Engkau bisa menyebutkan namamu siapa saja. Bahkan engkau bisa mengganti namamu kapan saja. Namun kamu adalah kamu. Dan yang ingin saya ketahui itu adalah siapa kamu.” Continue Reading

Share

Comments (1)

(15) STEPPING ASIDE

Posted on 11 July 2010 by Syahril Bermawan

Ibnu dan Thamrin bercengkerama sambil makan. Kedua sahabat tersebut terlihat menikmati makan siangnya, walau hanya nasi bungkus. Mereka bicara bermacam hal mulai dari masalah politik, masalah ekonomi, masalah kehidupan. Namun akhirnya pembicaraan menukik ke masalah yang mereka hadapi dalam hidup.

“Ibnu”, kata Thamrin, “ rasanya sudah lama kita tidak bertemu.”

“Betul Mas. Sudah lama sekali. Semenjak pertemuan kita terakhir rasanya sekitar tiga bulan.”

“Ya, sekitar tiga bulan. Apa kamu masih seperti dulu? Belum ada niatan untuk cari pekerjaan tetap?”

“Ya  Mas. Masih freelance. Saya belum ada niatan untuk cari pekerjaan tetap. Pertama karena ingin fokus dulu belajar sama Buya Nur. Kedua, ya saya masih trauma untuk bekerja menjadi bawahan kayak dulu Mas.”

Ibnu memang masih merasakan pahitnya menjadi bawahan. Kebetulan dulu itu dia mendapatkan atasan langsung seseorang yang dianggapnya tidak bermoral. Mau ngelawan, dia atasan. Mau patuh, berlawanan dengan kata hati. Dan akhirnya toh harus keluar untuk menghindari kejadian yang lebih buruk. Continue Reading

Share

Comments (0)

Tags: , ,

(14) ANNOYANCES ALONG THE ROAD

Posted on 23 June 2010 by Syahril Bermawan

Siang itu udara sangat panas. Matahari tidak kelihatan karena tertutup awan tebal. Namun suhu udara terasa panas menyesak. Ibnu bergegas turun dari angkot dan berjalan menuju pangkalan bus.

Mimpi yang dialaminya dua hari yang lalu sangat mengusiknya. Hampir setiap saat suara pertanyaan yang sama terngiang di telinganya berulang-ulang: “Aku tidak setolol yang kamu duga. Aku tahu namamu Ibnu. Aku bukan bertanya siapa namamu. Aku bertanya siapa kamu. Ibnu adalah namamu. Apakah menurutmu engkau adalah Ibnu? Apakah menurutmu Ibnu adalah engkau? Samakah nama dengan yang dinamakan?”

Setiap kali suara tersebut terngiang di telinganya, Ibnu merasakan ada sesuatu yang menyesak dalam dadanya. Dia sangat ingin segera bertemu dengan Buya Nur dan menceritakan mimpinya. Tetapi jadwal pertemuan dengan Buya masih dua hari lagi. Untuk sekadar mengurangi kegelisahannya Ibnu memutuskan untuk memenuhi undangan seorang temannya. Katanya ada diskusi kecil. Sebetulnya Ibnu tidak begitu tertarik untuk kumpul-kumpul yang belum jelas tujuannya. Tetapi kali ini dia ingin ikut, hitung-hitung untuk bersilaturrahim, dan untuk sekadar menghibur diri. Continue Reading

Share

Comments (0)

Tags: , ,

(13) THE UNEXPECTED MONOLOGUE

Posted on 07 June 2010 by Syahril Bermawan

Semenjak siang tadi hujan lebat mengguyur bumi. Ibnu sempat berpikir sendiri, dari mana datangnya air sebanyak itu mencurah dari langit. Walaupun seharusnya kini musim panas, tetapi ternyata malahan banyak hujan. Pejabat BKMG menamakannya musim panas yang basah. Memang semenjak beberapa tahun belakangan ini musim sepertinya tidak beraturan lagi. “Apakah ini akibat global warming?”, tanya Ibnu dalam hatinya. “Kalau malaikat pengatur hujan tentulah tidak akan pernah salah dalam menggiring awan sesuai jadwal.”

Ibnu tidak mau melanjutkan memikir soal hujan. Dia takut akan salah mengambil kesimpulan. Karena itu dia memilih untuk memusatkan perhatian dengan merenungkan pelajaran yang disampaikan Buya Nur pekan lalu.

“Segala sesuatu mestilah dalam takaran.” Ya itulah intisari pelajaran yang disampaikan Buya. Walaupun diawali dengan pembicaraan mengenai nasi padang, yang sepertinya tidak ada sangkut pautnya dengan pengajian, akhirnya Buya menggiring Ibnu kepada intisari pelajarannya. Continue Reading

Share

Comments (2)

Tags: , ,

(12) DELICIOUS CUISINE

Posted on 27 May 2010 by Syahril Bermawan

Hampir semua orang merasakan bahwa waktu berlalu dengan cepat. Tahu-tahu sudah sepekan semenjak Ibnu bertemu dengan Buya Nur. Memang, waktu adalah bagaikan pedang. Malam ini, Ibnu kembali berada di Musholla Buya Nur. Ibnu sebetulnya agak sedikit risau. Karena dia belum selesai menyelami kedalaman makna Surat Al-Qashash (28) ayat 77. Beberapa hari yang lalu dia memahami ada tujuh butir kandungan ayat tersebut.

Waktu itu Ibnu baru merenungkan butir nomor enam. Padahal Ibnu tahu bahwa ketujuh butir kandungan ayat itu adalah merupakan satu kesatuan yang sarat makna. Malam ini Ibnu bermaksud untuk meminta Buya menguraikan satu demi satu ketujuh butir tersebut. Continue Reading

Share

Comments (1)

Tags: , ,

(11) DO NO MISCHIEF

Posted on 23 May 2010 by Syahril Bermawan

Ibnu masih sangat terkesan dengan ayat dalam Al-Qur’an yakni ayat 77 surat Al-Qashash (28). Selama tiga hari ini dia terus-menerus mengulang melafalkannya, puluhan dan bahkan mungkin sudah ratusan kali. Ibnu saat ini sedang sangat… sangat… merasakan kedahsyatan ayat tersebut.

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ibnu merinci kandungan ayat tersebut lebih lanjut. Dia sampai kepada kesimpulan bahwa sekurang-kurangnya ada tujuh butir isinya, yaitu:
1.    Anjuran untuk mencari (pahala) negeri akhirat,
2.    Dengan mempergunakan semua anugerah Allah sebagai instrumen,
3.    Anjuran untuk tidak melupakan bagian dari kenikmatan di dunia,
4.    Anjuran untuk berbuat baik (kepada orang lain),
5.    Mengikuti contoh bagaimana Allah telah berbuat baik,
6.    Larangan untuk tidak berbuat kerusakan di bumi,
7.    Informasi bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Continue Reading

Share

Comments (0)

Tags: , ,

(10) THE FOUR DIMENSION MEN

Posted on 16 May 2010 by Syahril Bermawan

Malam ini Ibnu kembali berada di Musholla Buya Nur. Dia sudah tidak sabar menanti penjelasan gurunya mengenai manusia dengan empat dimensi. Menurut Ibnu ini adalah merupakan salah satu tahap dalam perjalanan hidup, yaitu menjadi manusia berdimensi empat. Sementara menanti kehadiran Buya Nur, Ibnu merenung.

Dari penjelasan Buya sebelumnya, Ibnu sudah mengerti bahwa bagi manusia berdimensi dua dan bahkan tiga, dunia ini adalah sempit. Yang ada dalam wawasan kepentingan mereka adalah aku (kami, bila berkelompok), dan kamu (kelian, bila berkelompok). Tingkat kesadaran mereka rendah sekali. Continue Reading

Share

Comments (0)

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 256900Total dibaca:
  • 113400Total pengunjung:
  • 187Pengunjung hari ini:

Palanta Discussion Forum Schedule

May 2012
S M T W T F S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031EC

 

Upcoming Discussion

  • No events.