Tidak satu-pun orang di dunia ini yang tidak ingin kaya….Semua ingin kaya, ingin punya banyak uang, ingin punya mobil bagus dan ingin punya rumah mewah….tetapi mengapa di dunia ini tidak semua orang bisa menjadi kaya…Apa sebenarnya yang membedakan orang bisa menjadi kaya dan tidak…..
Tapi….tunggu saya bukan hanya sekedar membahas kaya dari dimensi harta saja, saya ingin memandang kaya dari berbagai sisi…saya menyebutnya dengan kaya 3 dimensi….apa saja itu ? saya membaginya menjadi 3….kaya secara emosional dan intelektual, kaya secara spiritual dan kaya secara fisik dalam hal ini dilihat dari sisi harta…
Kita bisa lihat dewasa ini orang yang secara harta dia berkelimpahan namun lemah di sisi emosinal dan spiritual, misalnya saja seorang pengusaha yang kaya raya namun senang gonta ganti wanita yang bukan istri sahnya, orang itu kaya namun lemah secara spiritual karena hidupnya selalu bergelimang dengan dosa, apalagi sisi emosionalnya sama sekali tidak memiliki empati terhadap sesama, bukannya menyedekahkan uangnya untuk orang yang kurang mampu tetapi malah menghamburkan uangnya untuk perbuatan yang malah membuat dirinya berdosa…..
Orang seperti itu mungkin dipandang kelas atas tetapi blum tentu kelas atas dimata ALLOH….lantas bagaimana menjadi orang yang kaya secara tiga dimensi, saya menyebutnya jurus menjadi “sedikit” lebih kaya, kenapa sedikit….iya karena sesuatu itu bisa banyak berawal dari sedikit dan sedikit inilah yang berkualitas….saya mencoba merinci jurus itu pada masing-masing dimensi….
Kaya secara intelektual dan emosinal…gampang untuk “sedikit” kaya di dimensi ini cukup banyak membaca baik yang tersirat maupun tersurat…..bukan hanya buku yang dibaca tapi asah juga empati kita, caranya ? mungkin ada yang bertanya…..salah satu caranya adalah bergaulah dengan orang-orang yang hidupnya jauh dibawah kita….
Kaya secara spiritual…..contohlah para sahabat Rasul yang berlomba-lomba menginfaq-kan hartanya di jalan ALLOH…bahkan rela menyumbangkan seluruh hartanya dan ketika Rasul bertanya…..apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu ? mereka menjawab, cukup ALLOH dan Rasul-NYA untuk kami….itu mereka yang kecintaan pada ALLOH dan Rasul-NYA sudah tinggi….lantas bagaimana agar kita menjadi manusia yang seperti itu yang sangat kaya secara spiritual….coba latih agar hati kita selalu menyebut nama ALLOH SWT….dalam hati kita….ingatlah selalu ALLOH dalam berbagai kesempatan….baik saat berdiri, duduk maupun terlelap….semoga dengan riyadhoh ini kita menjadi manusia yang kaya spiritual….
Kaya secara harta gimana ya….gampang tindakan awal adalah silaturahmi dan terus fokus untuk menjalankan apa yang menjadi kecintaan kita….berbuat yang terbaik dalam setiap bisnis yang kita geluti…dan jangan pernah menyerah biarkan ALLOH SWT yang mengistirahatkan kita asalkan kita tetap berbuat yang terbaik selalu tanpa henti….
Apa sebenarnya yang diajarkan ALLOH SWT pada kita lewat gelapnya malam….bahkan ALLOH SWT menjadikan malam sebagai salah satu surat di Al-Qur’an….Begitu pentingnya peran malam sehingga banyak pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya….dan apa saja keajaiban yang terjadi pada waktu malam….mungkin pertanyaan bisa dijawab melalui perenungan lewat tulisan ini…
Malam, terutama di sepertiga malam terakhirnya adalah waktu yang sangat dinanti….pada waktu itulah ALLOH SWT turun ke langit-langit bumi…waktu menjelang fajar itu ALLOH turun ke langit bumi sampai subuh….untuk menyaksikan hambaNYA yang shalat di waktu itu dan untuk mendengar hambaNYA yang berdo’a kepadaNYA…. ALLOH SWT akan mengabulkan do’a hamba-hambaNYA pada saat itu….ah sungguh sangat sayang ALLAH SWT pada hamba-hambaNYA….tapi jarang hambaNYA yang memanfaatkan saat-saat itu….
Malam juga mengajarkan kita untuk istirahat…agar tubuh kita kembali bugar….agar keletihan kita terobati….untuk bisa menenangkan pikiran dari semua permasalahan yang kita hadapi….agar saat fajar terbit kita punya semangat untuk bangkit….
Mengapa ALLAH SWT mengajarkan malam menjadi waktu untuk istirahat dan berdo’a penuh harap kepadaNYA….
Sungguh kalau kita mau menyadari bahwa malam adalah solusi dari ujian hidup kita…bahwa malam mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi permasalahan dalam hidup kita….
Istirahat malam untuk menghilangkan kejenuhan, menenangkan pikiran, dan mengobati kelelahan adalah bentuk pengajaran ALLOH SWT agar kita sabar…karena semua permasalahan hidup untuk mengatasinya perlu kesabaran dan ketenangan….bukan ketergesa-gesaan….sebagaimana ALLAH SWT sering katakan dalam firmanNYA sabar adalah salah satu penolong kita…..adanya malam yang akan diakhiri dengan terbitnya matahari dari timur…juga mengajarkan kita bahwa sabar dengan tetap menggantungkan harapan dan terus berbuat yang terbaik akan mengantarkan kita pada solusi terhadap permasalahan hidup kita….sabar dengan meyakini bahwa bersama kesulitan ada kemudahan….mengantarkan kita meraih kesuksesan…itulah yang diajarkan malam….bahwa gelapnya malam akan segera berakhir dengan terbitnya matahari….begitu juga dengan himpitan hidup akan segera berakhir….ketika kita mampu sabar dan ikhlas menerimanya…sambil terus berharap bahwa semua himpitan akan berakhir….dan terus berikhtiar berbuat yang terbaik untuk meraih semua…impian-impian kita…..
Jadi benar-lah apa yang dikatakan ALLOH SWT….jadikan-lah sabar dan shalat sebagai penolongmu…itulah yang diajarkan malam pada kita….senantiasa sabar penuh harap akan terbitnya fajar kesuksesan dengan tetap berusaha sebaik mungkin sambil tak lupa mengadahkan tangan meminta kepada Pemilik Alam Semesta ALLOH SWT….wallahu’alam
Mari berinteraksi dengan Komunitas Minang Berbagi, komunitas anak nagari Minangkabau di ranah dan rantau, yang ingin sama-sama belajar, berbagi , melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif dan menumbuhkan inspirasi!
Komunitas ini terbuka untuk siapapun, bahkan untuk yang tidak punya darah Minang, tapi tertarik untuk belajar bersama.
Narasumber:
- Ahmad Fuadi (Penulis novel Negeri 5 Menara). info lebih lengkap siapa Ahmad Fuadi, baca Disini.
“dari Sumatra ke Amerika, dari jurnalis ke novelis”
Akan ada obrolan seru uni Iim tentang kesuksesannya sebagai pengusaha di bidang digital creative, cerita uda Iqbal tentang perjalanannya di dunia usaha, serta uda Fuadi yang berpetualang dari Sumatera ke Amerika, dari jurnalis hingga novelis. Sambil ngobrol, nikmati Pisang Goreng Katan dan Kawa Daun, sajian ringan khas Palanta Minangkabau. Semoga muncul inspirasi untuk lebih produktif & jalinan silaturahmi untuk melakukan kegiatan produktif itu bersama-sama.
Investasi Rp. 20.000,- per orang, mulai 6 oktober 2011
Mandiri 125-000-6420-640
BCA 5210309677
a/n Nurhidayati.
mohon simpan dan bawa bukti transfer pada saat hadiri acara tgl 14 okt 2011.
Setoran tunai atau transfer investasi senilai Rp. 20.000 dengan tambahkan 3 digit angka terakhir no hape anda: jadi setor tunai atau transfer investasi senilai Rp. 20.xxx ,- (xxx adalah 3 digit angka terakhir no hape anda)
Segera konfirmasi kedatangan ke minangberbagi@gmail.com, karena tempat terbatas untuk 100 orang!
(Sahabat jika kau telah menikah atau sedang mencari pasangan hidup renungkan tulisan ini)
Sahabat…..suami yang baik bukanlah suami yang sangat menyayangi dan mencintai anda….tapi suami yang baik adalah suami yang menempatkan cinta dan sayang kepada anda setelah cinta dan sayang kepada ALLOH SWT dan Rasul-NYA….
Sahabat….suami yang baik juga bukanlah suami yang mencintai dan menyayangi anda 100%…….tapi suami yang baik adalah suami yang dapat membuat anda mencintai ALLOH SWT dan Rasul-Nya 100% dalam hati anda…..
Sahabat….suami yang baik juga bukan suami yang selalu memberikan anda barang mewah dan mengajak anda pergi tamasya ke tempat indah….tapi suami yang baik adalah suami yang mampu memberikan sejadah cinta untuk mengajak anda tamasya ke surga….
Sahabatku….Wahai para wanita….jangan-lah kalian merasa bangga ketika ada laki-laki yang menyatakan cinta dan sayang kepada anda….tapi tanyakan kepada laki-laki itu mana yang lebih dia sayang, anda atau ALLOH SWT dan Rasul-NYA….
Jangan tanyakan juga apakah dia akan selalu setia dan menyayangi anda…tapi tanyakan kepada-nya….apakah dia sanggup untuk setia dan membuat anda juga tetap setia dan selalu cinta pada ALLOH SWT dan Rasul-NYA….
Wahai para wanita…janganlah kalian merasa bangga ketika ada laki-laki yang menyatakan bahwa cinta dan sayang-nya hanya untuk anda dan tidak akan pernah pudar selamanya…itu adalah pernyataan PALSU…..karena pernyataan sejati adalah aku akan selalu membuat kamu mencintai ALLOH SWT dan Rasul-NYA melebihi cintamu kepada-ku….
Sahabat…saya ingat ada seorang guru saya…ulama besar yang sangat bersahaja dan telah dipanggil ALLOH SWT, berkata dalam sebuah majelis ilmu….sebuah kalimat ini….
“MENCINTAI YANG DICINTAI OLEH YANG KITA CINTAI ADALAH KESEMPURNAAN CINTA”
(seorang suami lemah yang akan selalu berusaha mengajak istri-nya mencintai ALLOH SWT dan Rasul-NYA)
(Inspire from true story, dari catatan harian seorang manusia)
Entah sejak kapan sifat sombong itu datang pada-ku…..Tetapi seingat aku, sudah cukup lama. Mungkin dari SD, karena kalau kuingat banyak cerita yang kutinggikan saat ngobrol dengan teman-ku….namun bukan kapan kesombongan itu hadir yang ingin aku bagi disini.
Cerita ini kutulis juga bukan bermaksud untuk menyombongkan diri tetapi sekedar berbagi bahwa kesombongan pasti akan menjatuhkan kita.
Bibit kesombongan itu memang telah mulai berkembang sejak aku baligh, entah siapa yang memulai menanam benihnya….mau menyalahkan orang tua-ku…ah rasanya tidak….karena kita dianugerahi ALLOH SWT otak untuk bisa memilah mana yang baik dan mana yang benar….
Begitu banyak impian-impian yang aku capai justru bukan membuatku semakin tawadhu (rendah hati) tetapi malah semakin membuat-ku larut dalam euphoria kesombongan yang menggila….ah malu aku kalau mengingatnya…. tetapi itulah sifat sombong semakin dipelihara semakin dia mengakar dalam hati dan menggila dalam tingkah….
Sedih hati-ku mengingatnya, tapi ini kembali ingin kubagi bukan karena ingin membuka aib, karena tanpa kubuka-pun sebagi orang yang pernah mengenal-ku pasti tahu akan hal ini….puncaknya 2004 saat dimana aku berada dalam posisi tertinggi dalam organisasi mahasiswa di salah satu kampus di jakarta. Bergaul dengan para politisi dan pengusaha adalah bagian dari aktifitas harian-ku dan bisnis yang sedang maju disaat usia belum mencapai 22 tahun membuat kegilaan itu semakin menjadi….
Tidak ada satu orang-pun yang kuanggap di dunia ini, semua orang dimata-ku itu rendah, karena bagiku aku yang terbaik (Ya Rabb ampuni aku)….termasuk TUHAN karena aku merasa apa yang kuraih adalah karena hasil usaha-ku bukan karena bantuan ALLOH SWT….dan hasilnya tanpa perlu panjang lebar….ALLOH SWT masih baik pada-ku…DIA tidak ingin aku larut dalam lingkaran setan kesombongan….bisnis-ku bangkrut dengan hutang yang membengkak, LPJ ku sebagai pimpinan organisasi mahasiswa ditolak, nama baik-ku hancur dan yang lebih pahit para politisi dan pengusaha itu berbalik arah memusuhiku….tidaaaaaaaaaakkkkkk….teriak-ku dalam hati…..ingin rasanya aku bunuh diri saat itu….tapi kesadaran iman-ku masih sedikit menyala di hati-ku…..
Hampir 1 bulan aku tidak berani keluar rumah…malu…takut….campur aduk di hatiku….entah kenapa disaat sedang hampa itu, aku terbangun di sepertiga malam terakhir….kulangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu…aneh ????…mengapa aku mau bangun di pagi buta seperti ini….padahal sudah lebih dari 3 tahun tidak pernah kujalankan shalat malam….
Kutunaikan shalat tahajud dan kuangkat tangan-ku berdo’a kepadaNYA…tak terasa air mataku menetes menyadari kesalahan-ku….tapi tunggu…aktifitas itu tidak berlangsung lama…ketika ALLOH SWT mulai mengijabah do’a-do’a ku kembali…..syetan datang menggodaku….
Ya bisa ditebak….kesombongan itu kembali datang….kesombongan yang akhirnya beriringan dengan kepalsuan dan kebohongan-kebohongan…lebih parah bukan hanya lebih parah tapi lebih gawat……bisa ditebak akhirnya…lagi-lagi ALLOH SWT menunjukkan sifat rahman dan rahim-NYA….lagi-lagi aku jatuh….kali ini lebih lama dan menyakitkan dari kejatuhan-ku sebelum-NYA…..
Walau dalam panjangnya kejatuhan-ku itu ada kebangkitan….tetapi ketika masih ada kesombongan itu di hati-ku….bisa dipastikan ALLOH SWT menunjukkan kuasa-NYA….tidak lama kebangkitan itu kumiliki, karena pasti saat ada sombong di hati kejatuhan sudah menanti….sampai akhirnya kusadar bahwa….SOMBONG HANYA AKAN MENJATUHKAN-KU….
Beberapa malam lalu-pun, aku dipertemukan dengan beberapa orang teman yang menceritakan hal yang sama bahwa mereka jatuh juga karena kesombongan….dan dalam diskusi kami, akhirnya kami menarik kesimpulan bahwa kami harus bersyukur karena langsung ditegur ALLOH sehingga kami tidak terjebak dalam kesombongan……
Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang masih tetap jaya sampai saat ini, ditengah kesombongan yang mereka miliki……sahabat buat mereka kami hanya bisa berdo’a semoga ALLOH SWT menjauhkan sifat sombong dalam diri mereka…karena apa jadinya kita jika kesombongan itu masih terus ada dalam diri kita, dan ALLOH terus membiarkan kesombongan itu pada diri kita, kemudian baru ALLOH jatuhkan saat maut sudah di depan mata (Ya Rabb hindari kami dari hal seperti ini)….sebagaimana terjadi pada Fira’un yang ditenggelamkan ALLOH di tengah laut dalam kesombongan-nya….walaupun menurut kisah ditengah azalnya fira’un ingin bertaubat….sayang semua sudah terlambat….
Sahabat…tidak ada yang berhak sombong di dunia ini kecuali zat yang memiliki nama Al-Mutakabbir…..hanya DIA-lah…ALLOHU AZZA WA JALLA….yang berhak sombong dan semoga ALLOH SWT menjauhkan kita dari sifat sombong, karena kita hanya seorang makhluk…..karena kita hanya seorang hamba…..pakailah nalar kita apakah boleh sebagai seorang hamba kita sombong ???????……..jawabannya ada di hati kita….
(seorang manusia yang mulai menyadari bahwa kesombongan hanya akan menjatuhkan)
Saya mengira (karena memang tidak tahu persis) bahwa setiap orang ingin hidupnya bahagia. Maka bahagia dicari. Bahagia ditemukan. Bahagia dirasakan. Meski begitu, mungkin (lagi-lagi karena saya tidak tahu persis) ada juga yang tidak menemukan kebahagiaan itu. Kalau pun menemukan, kerasanya hanya sebentar.
Kenapa?
Karena bahagia itu sulit.
Kenapa sulit?
Karena bahagia ada di dalam diri kita. Sedang perjalanan ke dalam diri adalah perjalanan yang tidak menyenangkan dan dipenuhi kesulitan. Untuk berfokus pada diri sendiri itu sulit. Kita telah terlalu terbiasa dan diajarkan untuk berfokus pada hal-hal di luar diri kita. Maka, ilmu menyelami diri menjadi ilmu tingkat tinggi. Berbagai percobaannya berbahaya. Ini berbeda dengan ilmu-ilmu tentang benda dan alam sekitar kita.
Bahagia itu sangat sangat sederhana. Kesederhanaan ini pula yang justru menimbulkan kesulitan. Banyak orang (termasuk saya salah satunya) telah sangat terbiasa akan kerumitan. Nah, orang yang terbiasa hidupnya rumit akan sangat sulit hidup dalam kesederhanaan.
Bahagia berbeda dengan gembira. Gembira dirasakan dengan memiliki (to have) sedang bahagia adalah proses menjadi (to be). Maka ketika kita memiliki banyak uang, kita gembira. Demikian pula bila punya jabatan, kekayaan, popularitas dan berbagai hal-hal duniawi lainnya.
Kenapa kita bisa gembira tapi belum tentu bahagia? Karena bila kita benar-benar merasa bahwa uang, kekayaan, istri, anak, jabatan, dll adalah milik kita, jiwa kita sadar, bahwa kita sedang berdusta. Maka, bukannya bahagia, jiwa kita jadi sengsara.
Ego. Bagian diri kita yang satu ini lah yang membutuhkan gembira. Caranya dengan menikmati dan merasa menjadi pemilik hal-hal duniawi tadi. Ego tidak peduli pada sengsaranya jiwa. Menundukkan ego adalah pekerjaan sulit dan besar. Itulah juga yang menjadi sebab kenapa bahagia itu sulit.
Udara. Betapa pentingnya dia untuk hidup kita. Tapi karena ia didapat dengan mudah, maka kita menjadi kurang menghargainya. Maka, jangan mengharapkan bahagia itu mudah. Kita akan kurang menghargainya. Karena bahagia itu sulit, maka ia jadi benar-benar berharga.
Kesadaran akan pentingnya sesuatu. Hal ini lah yang membuat kita bersedia menjalani berbagai kesulitan. Maka meski bahagia itu sulit, kita bersedia berjuang untuk menjadi bahagia.
Jadi, bila ada yang bertanya pada anda: “Saya ingin hidup bahagia, tapi koq sulit sekali ya?”, apa yang akan anda jawab?
Alarm hadir untuk mengingatkan kita akan sesuatu yang baik. Jam ada alarmnya agar kita bisa diingatkan untuk bangun tidur sesuai rencana. Setelah tsunami di Aceh, pemerintah membangun alarm bencana tsunami agar potensi tsunami bisa cepat terdeteksi dan masyarakat bisa bersiap diri. Di Jepang ada alarm gempa. Ia menjadi peringatan dini adanya gempa. Bila alarm ini berbunyi, masyarakat Jepang tidak panik dan bisa dengan cepat menyelamatkan diri. Maka alarm apapun berfungsi sangat vital. Ia bisa menyelamatkan banyak jiwa.
Kendaraan memiliki berbagai jenis alarm sebenarnya. Lampu sign kiri memberi tahu kita bahwa kendaraan di depan akan belok kiri. Demikian pula lampu sign kanan. Klakson memberi tahu kita akan posisi kendaraan tersebut. Lampu jauh memberi tahu bahwa kendaraan di belakang minta izin untuk mendahului kita. Lampu lalu lintas berwarna hijau memberi tahu bahwa kita boleh jalan. Lampu merah sebaliknya, ia mengisyaratkan agar kita berhenti. Demikian pula dengan semua rambu-rambu jalan. Ia memberi isyarat tertentu. Mengetahui dan mentaati berbagai alarm kendaraan ini penting bagi keselamatan di jalan. Bahkan, untuk menghindari pencurian, setiap kendaraan sebaiknya dipasang alarm berbunyi nyaring.
Dalam ekonomi, ada berbagai macam alarm. Inflasi, harga minyak bumi, angka pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, indeks saham, nilai tukar mata uang, dan sebagainya memberikan isyarat-isyarat tertentu. Dengan demikian, para ekonom bisa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Antisipasi apa yang harus dilakukan. Berbagai krisis ekonomi, sebenarnya diawali oleh berbunyi nyaringnya alarm krisis tersebut. Maka ketika alarm itu benar-benar diperhatikan, krisis bisa dicegah. Krisis terjadi karena alarmnya terabaikan. Atau sengaja diabaikan.
Dalam diri manusia ada alarm. Ia memberi tahu kita akan potensi terjadinya masalah, bahkan krisis pribadi. Alarm itu adalah perasaan yang terhubung ke nurani dan keyakinan. Maka bila kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nurani dan keyakinan kita, alarmnya bunyi. Perasaan tidak enak muncul. Inilah penanda paling jelas dan kentara. Orang lain mungkin tidak tahu. Orang lain mungkin bisa dibohongi. Tapi, nurani kita tidak bisa.
Nurani tak bisa dibohongi, tapi kita bisa mengkhianatinya. Maka ketika alarm perasaan kita berbunyi nyaring, kita membungkamnya. Kita abai padanya. Kenikmatan (sekunder) dari kesalahan yang kita lakukan kita pandang lebih berarti dari nyaringnya bunyi nurani tersebut.
Banyak orang yang hidupnya makin terpuruk dari waktu ke waktu. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena abai pada bunyi alarm perasaannya. Nurani terus dikhianati. Bahkan dimanipulasi seakan tak melakukan kesalahan apa-apa.
Siapa yang mengkhianati alarm perasaan? Tak lain dan tak bukan adalah ego dengan senjatanya: pikiran. Pikiran bisa memproduksi ribuan pembenaran atas kesalahan kita. Pikiran pandai membujuk perasaan untuk diam dan mengalah.
Ada lima kondisi yang membuat alarm perasaan kita berbunyi nyaring.
Pertama, ketika kita tak beribadah dengan benar.
Ibadah adalah kebutuhan paling penting untuk diri kita sebenarnya. Kenapa? Karena ia terutama merupakan kebutuhan jiwa. Jiwa jelas yang paling penting. Ibadah tak benar bisa berupa penundaan, terburu-buru, asal dikerjakan, lalai, tak khusyu, niatnya tidak untuk Tuhan, caranya keliru dan sebagainya.
Kedua, ketika kita tak menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Pekerjaan apapun pasti ada standarnya. Standar kualitas hasil. Standar proses. Standar input. Standar waktu dan sebagainya. Maka pekerjaan disebut tak baik bila ada standar yang tak terpenuhi. Kualitasnya bagus, tapi terlambat. Inputnya sesuai standar, tapi prosesnya cacat, sehingga harus dikerjakan ulang. Nah, ketika ada pekerjaan kita yang tak standar, alarm berbunyi. Ketika anda menunda pekerjaan yang harusnya anda lakukan, pasti ada perasaan tidak enak, kan? Itulah alarm emosi anda.
Ketiga, ketika kita tak menepati janji
Janji yang diucap lisan sesungguhnya adalah ekspresi jiwa. Maka ketika ada janji yang terlupakan atau sengaja tak dilakukan, alarm emosi pasti berbunyi. Janji berkaitan dengan kepercayaan. Sedang kepercayaan adalah inti kehidupan. Maka ketika kita tak menepati janji, kita sebenarnya juga sedang mencelakai kehidupan dan mendegradasi kepercayaan.
Keempat, ketika kita tak bersedia memaafkan.
“Ia tak membutuhkan maaf kita. Kita lah yang butuh untuk memaafkan”. Itulah salah satu kalimat guru saya. Berat melakukannya. Tapi itulah kebenarannya. Memaafkan itu kebutuhan kita. Bukan kebutuhan orang lain. Bila kita tak memaafkan, pasti masih ada dendam. Ada beban berat yang harus kita pikul kemana-mana. Beban berat itu berasal dari alarm perasaan yang berbunyi keras sekali.
Kelima, ketika kita melakukan dosa.
Dosa adalah kotoran nurani. Maka nurani jelas keberatan dikotori. Maka ia bunyikan alarm emosi untuk mengingatkan kita agar segera membersihkannya. Alarm perasaan malah telah berbunyi ketika kita mendekati dosa. Berniat melakukan dosa saja membuat alarm berbunyi, apalagi melakukannya. Apalagi melakukannya berulang-ulang. Apalagi melakukannya dengan kebanggaan.
Seorang pebisnis senior memberi nasihat kepada orang yang bertanya kepadanya. “Mulailah bisnis dari nol. Saya juga dulu begitu dan sekarang terbukti berhasil.” Maaf, saya tidak setuju dengan ini. Kenapa? Karena akan membuang waktu dan energi yang berharga untuk memulai bisnis dari nol. Pertanyaanya, jika sudah ada jalan, mengapa harus membuat jalan baru?
Capek kan membuat jalan baru? Mungkin orang terdahulu, menuju ke suatu tempat dengan membuka jalan baru. Itu dilakukan karena belum ada jalan. Jika sudah ada, buat apa? Bahkan, orang cerdas jaman dulu pun tidak benar-benar membuka jalan baru. Banyak yang pergi ke suatu tempat melalui jalan yang sudah dibuka oleh sungai.
Prinsip mulai dari nol akan membuat kita ketinggalan. Saat orang lain sudah berjalan jauh di depan, kita masih sibuk membuka jalan. Mencoba-coba cara melakukan bisnis yang masih gelap. Kita akan menghabis waktu dan energi untuk memulai dari nol. Berbeda, jika kita tinggal mencari jalan yang sudah ada, yang searah dengan tujuan kita, maka perjalanan kita akan lebih mudah.
Artinya, carilah sistem, cara, strategi, atau panduan yang sudah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain. Jika bisnis kita berbeda, kita tinggal melakukan penyesuaian, bukan memulai dari awal. Bagaimana caranya? Kita bisa mendapatkan sistem, cara, strategi, atau panduan dengan cara belajar, melalui buku, ebook, pelatihan, kursus, seminar dan sebagainya.
“Tapi, teori sering tidak sesuai dengan praktek!”
Tentu saja dan itu pasti. Penyebabnya adalah bisnis dan kondisi Anda tidak persis sama dengan bisnis dan kondisi orang yang membuat teori tadi. Sebenarnya, teori yang sudah ada itu dibuat berdasarkan praktek. Tapi itu dulu, kondisinya berbeda dengan sekarang. Bisnis yang dijalankan pun tentu tidak benar-benar persis sama dengan punya. Dan juga, kemampuan Anda dengan orang yang membuat teori itu pasti berbeda.
Namun, meskipun teori dan praktek tidak selalu sama, tetapi jika kita sudah belajar terlebih dahulu, kita akan tahu setidaknya arah utama menuju tujuan kita. Sehingga yang perlu kita lakukan tinggal melakukan penyesuaian saja. Ini lebih mudah dan cepat daripada tidak tahu apa-apa. Teori mungkin hanya secercah cahaya, tetapi itu lebih baik dibandingkan berjalan di tengah kegelapan.
Jadi, tidak perlu dari nol. Manfaatkan jalan yang sudah dibuat oleh orang lain. Jika Anda punya uang, gunakan untuk modal, tidak perlu modal dengkul, kecuali memang tidak punya uang. Dengan demikian, bisnis kita akan berjalan lebih cepat dibandingkan mulai dari nol. Orang lain sudah berpergian dengan menggunakan mobil. Apakah Anda akan tetap berjalan kaki?
Akses informasi tiada batas seharusnya memberikan peluang kepada remaja untuk banyak membaca. Jangan dulu fokus pelajaran seni musik, klub olahraga atau menonton film di bioskop. Pasalnya, semua aktivitas itu bila tanpa diselingi membaca tidak akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika menapaki karir dimasa depan.
Itulah kesimpulan hasil riset yang dipublikasikan Universitas Oxford baru-baru ini. Riset menyebutkan remaja berusia 16 tahun yang membaca minimal satu buku selama sebulan akan menempati level managerial atau profesional pada usia 33 tahun.
Riset juga menyebutkan aktivitas lain diluar membaca seperti sosialisasi, pergi ke museum, memasak atau hal lainnya tidak akan berpengaruh terhadap karir mereka. Mereka mungkin saja berhasil asalkan diiringi dengan aktivitas membaca.
Yang menarik, riset tersebut juga menyimpulkan remaja yang banyak menghabiskan waktu untuk bermain game mungkin mengurangi kesempatan mereka masuk universitas ternama. Meski begitu, masa depan karir mereka tidak akan terganggu.
Sue Palmer, Pakar Perkembangan Anak menuturkan membaca membuat anak-anak lebih empati dan membantu mereka bersosialisasi. Menurut dia, aktivitas membaca berikan pengaruh terhadap perkembangan pada otak mereka. “Mereka tidak hanya butuh belajar tetapi juga bersosialisasi dengan masyarakat sehingga dikemudian hari mereka mampu menangani tugas-tugas managerial,” kata dia seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Jum’at (8/4).
Sebelumnya, tim peneliti di Oxford melibatkan 17.200 pria dan wanita berusia 33 tahun. Oleh peneliti, mereka diminta untuk memberitahu aktivitas yang dilakukan pada saat berusia 16 tahun. Hasilnya menunjukan, 39 persen wanita yang membaca buku menempati posisi managerial pada usia 33 tahun. Hanya 25 persen dari wanita yang tidak menempati posisi tersebut pada usia 33 lantaran aktivitas membaca yang minim.
Untuk kaum pria, peneliti mencatat 48-58 persen pria berhasil menduduki posisi manajerial lantaran mereka membaca buku. Salah seorang peneliti, Mark Taylor mengatakan ada manfaat istimewa yang bersumber pada membaca. “Membaca buku juga meningkatkan kesempatan pelajar untuk masuk universitas bagus,” ujarnya.
Budi Mulyana ~Intuiting introvert, Area Sales Manager ANLENE, Jakarta & Kalimantan Barat. email: karangpasundan@gmail.com
Betapa terkejutnya Kami karena test nya sangat sesuai dengan tabiat dan perilaku kami berdua (saya dan anak saya). Istri saya sampai terkaget-kaget karena kesamaan ini, baik dari anak saya maupun saya sendiri. Antara malu dan senang, malu karena istri saya akhirnya mengetahui benar sifat-sifat saya yang selama ini saya sembunyikan dan senang karena akhirnya memang jalan yang selama ini saya tekuni selaras dengan test ini.
Dan yang tak kalah menarik pula, saya dan istri menjadi makin mengerti cara belajar dan cara menghadapi anak Kami yang memiliki mesin kecerdasan Feeling introvert, jadi selama ini Kami salah memperlakukan anak kami sehingga sering terjadi cekcok yang seharusnya tidak perlu, seandainya Kami mengetahui dari awal tentang ciri-ciri anak kami, maklum Kami sama-sama sibuk sehingga kurang begitu sekasama melihat perkembangan anak, sekarang Kami mengerti bagaimana cara meningkatkan dan mendevelop anak Kami ini. ….
Tes sidik jari STIFIn melegakan hati sebab kegelisahan kita terjawab. Tes ini mengarahkan kita untuk mengambil langkah tepat dalam menjalankan karier, profesi dan juga minat. Selain itu, kita disadarkan ada potensi-potensi lain yang terpendam dalam diri kita. Penemuan passion dalam diri begitu penting, sebab, selain pengaktualisasian diri kita, hal itu juga membuat kehadiran kita bermanfaat. Karena itu, galilah potensi dalam diri kita, melalui sidik jari Stifin. Sukses selalu!
- Agung Prasetyo ~Sensing extrovert, karyawan perusahaan PERTAMBANGAN
Awalnya saya kurang yakin apa betul alat seperti stifin bisa membaca karakter orang. Waktu stifin diperkenalkan di salah satu acara TDA Depok Maret 2011, saya gak hiraukan. Tapi lama-lama saya pikir gak ada salahnya dicoba sekaligus ingin membuktikan. Setelah saya coba dengan sahabat saya pak Noval Ramsis dan keluar hasilnya…wow..ternyata hampir 90% sama dengan kepribadian saya. Saya bisa tau apa2 saja yg harus dibenahi dari diri saya. Potensi dan bakat saya yang harus dieksplore lagi. Dan hebatnya hasil summary nya mengatakan saya adalah type orang yang “dikejar” Harta. Hehehe. Jangan iri ya. Intinya saya puas dengan stifin.
Ahmad Turamsili ~Intuiting introvert, Founder & CEO GudangMadu.com
Saya periksakan sidik jari kedua anak saya melalui STIFIn. Meski bukan satu-satunya rujukan, saya memperoleh informasi awal tentang potensi yg dimiliki anak saya tersebut. Harapan saya, mereka dapat bergerak maju mengembangkan diri dengan potensi yang dimiliki. Bagaimana dengan anak Anda?
Saya baru tahu kalau saya seorang intuiting introvert. Pak Noval telah membantu saya menemukan potensi diri untuk dikembangkan. STIFIn fingerprint bukan mesin peramal, ada ilmu pengetahuan yang melatarinya. Terima kasih Pak Noval.
Pengertian potensi diri: Setiap individu memiliki potensi diri,dan tentu berbeda setiap apa yang dimiliki antara satu orang dengan orang lain. Potensi diri dibedaan menjadi dua bentuk yaitu potensi fisik dan potensi mental atau psikis
Potensi fisik yang dimaksud dalam kesempatan kali ini adalah menyangkut dengan keadaan dan kesehatan tubuh ,wajah, dan ketahanan tubuh,sedangkan potensi psikis berhubungan dengan IQ(Intelegensi Quotient),EQ (Emotional Quotient), AQ (Addversity quotient) dan SQ (Spiritual Quotient ).
Potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan empunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik, sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang dimiliki.
Kekhasan potensi diri yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri dan konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dalam konstek potensi diri adalah jika terolah dengan baik akan memperkembangkan baik secara fisik maaupun mental.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Nah kalo pengin tau potensi diri anda, coba deh ikuti tipsnya:
Kenali diri sendiri
Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.
Tentukan tujuan hidup
Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.
Kenali motivasi hidup
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.
Hilangkan negative thinking
Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda mencapai tujuan. Setiap kali anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika anda telah menemukan jalan yang mantap.
Jangan mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.
Potensi apa yang anda miliki? jika anda masih bingung menjawabnya, coba gali lagi, sebenarnya apa yang bisa dikerjakan. Karena dari beberapa kasus, banyak sekali orang bingung mau memulai bisnis dari mana, atau bisnis apa. Hal yang paling mudah kita lakukan adalah memulai bisnis dari hobi. Kenapa demikian? karena hobi tidak mengenal untung rugi, yang penting senang. Tetapi bagaimana jika hobi kita ternyata tidak prospek dalam bisnis?
Walaupun mungkin kita bisa menilai bahwa hobi kita tersebut tidak prospek, namun banyak sekali yang sukses berawal dari hobi. Jika hobi memancing, kita bisa berjualan alat-alat pancing, atau yang berhubungan dengan hobi tersebut. Atau jika anda hobi musik, anda bisa membuka kursus musik, dan lain sebagainya. Disini kita hanya dituntut untuk selalu kreatif, kreatif menciptakan produk, kreatif memasarkan produk, dan kreatif mengembangkan produk.
Banyak cara untuk menciptakan kreatifitas. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah mengamati produk kita dipasaran, bagaimana kemauan pasar. Atau kita juga bisa melihat dari pesaing kita, apa kelebihannya dan kekurangannya. Setelah itu kita bisa menyusun konsep apa yang bisa membuat produk kita bertahan dan laku dipasaran.
Banyak potensi di diri kita yang terpendam, sehingga perlu kita gali lagi. Siapa tahu, setelah kita gali potensi diri, dapat membawa perubahan yang signifikan. Jadi jangan hanya mengomentari orang lain, yang bisa inilah, itulah, mungkin kita juga bisa melakukannya, bahkan lebih, yang mungkin hanya karena belum dikembangkan.
Sudahkah kita mengenali diri kita ? Bisnis apa yang harus saya pilih ? ikut tren, atau blue ocean? Apa sekolah yang tepat untuk anak saya? Bagaimana cara tercepat, jalur tersingkat meningkatkan produktivitas karyawan?
STIFIn Fingerprint membantu kita untuk lebih mengenal diri , pasangan, anak-anak, karyawan, dan anak didik kita
Anda tertarik untuk mengenal potensi diri anda? Lakukan tes STIFIn Fingerprint
Dengan investasi Rp 300.000/orang (cukup dilakukan satu kali seumur hidup) lokasi tes di Jabodetabek & Bandung + mendapatkan satu buku STIFIn Personality (GRATIS) – Mengenal cetak biru hidup anda karya Farid Poniman (sedang Disertasi Doktoral/S3 Psikologi disebuah Universitas di Malaysia). Untuk nilai investasi tes diluar Jabodetabek, silahkan hubungi kami.
Terbuka peluang menjadi Marketing Freelance (sistem bagi hasil) tes Fingerprint ini di kota anda, dengan mengumpulkan dan koordinir minimal 100 peserta yang akan ikuti tes ini.
info lebih lengkap hubungi: HP +62 856 166 4227Noval Y. Ramsis (Info tentang Noval Y. Ramsis klik DISINI atau cari di Google dengan keyword: Noval Y. Ramsis) atau email ke:
Bagian I: Hal-hal Mendasar 1. Apa keunikan STIFIn Fingerprints dibanding yang lain?
Dapat menentukan peserta tes kedalam 5 ragam kecerdasan dan 9 ragam kepribadian. Tes ini cukup dilakukan sekali seumur hidup. Mampu menemukan kekuatan sejati seseorang yang tidak berubah sepanjang hidupnya (sebagai kekuatan genetik) berdasarkan pada belahan otak yang kerap dan otomatis digunakan. Sementara tes sidik jari lainnya hanya mampu memetakan proporsi otak, padahal porsi otak yang paling besar tidak otomatis mendominasi penggunaan otak. Akhirnya malah salah dalam memilih cita-cita dan memprogram cara belajar. 2. Mengapa harganya murah? Jangan-jangan kualitasnya tidak baik!
Harga yang ditawarkan murah karena kami ingin menjangkau sebanyak mungkin masyarakat Indonesia meskipun mengambil untung hanya sedikit demi pengembangan sumberdaya manusia ke depan. Kualitas tidak perlu dikhawatirkan karena alat tes ini dibangun berdasarkan data sidik jari yang sangat besar (lebih dari 1 juta orang). 3. Apa hubungan sidik jari dengan kecerdasan dan kepribadian?
Tubuh manusia memiliki keterkaitan mulai dari jenis gen (DNA) tertentu yang dominan sejalan dengan sistem fungsi (metabolisme) tubuh tertentu, tipologi tubuh (bentuk tulang, bentuk kepala, bentuk wajah) tertentu, dan sistem syaraf (diantanya dapat dilihat pada kornea mata dan sidik jari) yang tertentu pula. Oleh karena tubuh manusia antara satu dengan lain faktor memiliki hubungan yang sejalan (alligning) maka ragam kecerdasan dan kepribadian dapat diukur melalui organ pengidentifikasi yang paling akurat yaitu kornea mata ataupun sidik jari. Pada sidik jari tercermin guratan garis-garis tangan yang mencerminkan ciri-ciri khusus pada setiap orang yang peluang memiliki kesamaan identik berbanding 1 diantara 54 milyar. 4. Jika kecerdasan dan kepribadian itu genetik berarti ada kaitan dengan genetik orangtua dong?
Ragam kecerdasan dan kepribadian memang genetik namun tidak diturunkan dari orang tua (genetic non heriditary). Unsur-unsur biologis yang diturunkan dari orangtua (genetic heriditary) seperti: tingkat kecerdasan (ditandai dengan besarnya ukuran kepala), golongan darah, warna kulit, rambut, dan anggota wajah. Sebagai contoh jika ibu dan bapak jenis kecerdasannya T (Thinking) maka jenis kecerdasan anak belum tentu T, bisa jadi malah salah satu dari 4 jenis kecerdasan lainnya. 5. Apa kesimpulan hasil tes berkaitan dengan tanggal lahir peserta tes?
Untuk membuktikan bahwa tes ini tidak ada kaitannya dengan tanggal lahir, peserta tes dapat memasukkan data hanya sidik jarinya saja maka hasil tes sudah bisa disimpulkan. Namun data diri tentang peserta tes seperti nama, tanggal lahir, dan golongan darah (jika ada) diperlukan semata-mata sebagai pendataan daftar peserta tes. Untuk memudahkan jika ingin memanggil data di kemudian hari. 6. Berapa besar tingkat keyakinan terhadap hasil tes STIFIn Fingerprints?
Tingkat keyakinan terhadap hasil tes ini sangatlah tinggi. Kami meyakini mendekati sempurna, karena dibangun menggunakan konsep yang betul dan menggunakan data sidik jari lebih dari sejuta orang. Sejauh ini belum ada peserta tes yang komplain karena hasil tesnya berbeda dengan kenyataan dirinya. Kalaupun ada peserta tes yang merasa kesimpulannya berbeda lebih karena kurang memahami konsep, batasan, dan rincian tentang STIFIn secara menyeluruh. Biasanya setelah dijelaskan selalu berakhir dengan keyakinan terhadap hasil tes. Hal ini kira-kira sama sulitnya dengan anda mengenal diri anda yang sesungguhnya meski sudah berumur 40 tahun sekalipun. Apalagi bagi anda yang sudah telalu lama berada di habitat yang berbeda atau memiliki perangkat keras (di kepala) yang berbeda dengan jenis kecerdasannya. Contoh: B.J. Habibie punya perangkat keras T (Thinking) namun jenis kecerdasannya F (Feeling). 7. Apa yang membedakannya dengan konsep kecerdasan majemuk Howard Gardner?
Kecerdasan majemuk yang bersumber dari Howard Gardner mengatakan bahwa kecerdasan itu ragamnya banyak bukan hanya otak kiri dan otak kanan saja, melainkan ada 8 jenis kecerdasan. Berbagai jenis kecerdasan itu semuanya ada pada setiap orang hanya saja porsinya berbeda-beda. Porsi yang paling besar itulah yang menjadi kecerdasan utama orang tersebut, sedangkan yang lainnya tetap menjadi kecerdasan pendukung sesuai dengan porsinya. Lawan dari kecerdasan
majemuk adalah kecerdasan tunggal. Konsep kecerdasan yang digunakan oleh STIFIn ini adalah konsep kecerdasan tunggal, sebagaimana teorinya C.G. Jung. Bahwa meski ada proporsionalitas namun tetap yang dominan yang mengambil semuanya. Reaksi terhadap setiap peristiwa selalu otomatis (bahkan alam bawah sadar sekalipun) akan bereaksi menggunakan satu kecerdasan tunggalnya. Bahkan Tuhan memberikan „chemistry? keberhasilan diantara 4-ta (harta, tahta, kata, dan cinta) dan bahagia yang disediakan Tuhan mengikuti kecerdasan tunggal setiap orang. Contoh orang S (Sensing) memiliki kemistri harta, sehingga lebih berpeluang menjadi orang kaya.
8. Sebenarnya yang diukur oleh STIFIn Fingerprints itu tingkat kecerdasan seseorang atau ragam kecerdasan seseorang?
Pada tahap awal ini alat tes sidik jari STIFIn hanya mengukur ragam kecerdasan. Sedangkan tingkat kecerdasan sementara ini tidak diukur. Memetakan ragam kecerdasan jauh lebih penting karena berkaitan dengan bidang profesi yang akan ditekuni. Sampai dimana anda „mampu pergi? memang tergantung tingkat kecerdasan anda. Namun untuk mengambil cara mudah mengetahui tingkat kecerdasan anda cukup dengan mengukur besar kepala anda. Semakin besar kepala maka akan cenderung semakin cerdas. 9. Apa perbedaannya dengan tes sidik jari yang berpusat di Singapura?
Perbedaan pertama, tes sidik jari yang berbasis di Singapura menggunakan konsep kecerdasan majemuk dari Howard Gardner, sedangkan STIFIn menggunakan konsep kecerdasan tunggal C.G. Jung. Perbedaan kedua, tes sidik jari mereka mengukur perangkat keras (hardware) otak sedangkan tes sidik jari STIFIn mengukur sistem operasi (mesin kecerdasan) otak. Cara belajar, bekerja, bersikap, bereaksi, berhubungan, berselera, bahkan bersenang-senang sekalipun mengikuti sistem operasi otak bukan berdasarkan pada hardware otak. Walaupun ada kalanya hardware otak dan sistem operasi otak dominan berada di belahan yang sama. Namun tidak selalu demikian. 10. Supaya betul-betul merasa yakin berapa kali saya mesti ikut tes ini?
Jika diulang-ulang berapa kalipun hasilnya akan tetap sama. Sepanjang hidup anda cukup sekali dalam seumur hidup. William Jenings (ilmuwan Franklin Institute) mengambil sidik jarinya sendiri pada umur 27 tahun dan dicoba lagi pada umur 77 tahun hasilnya sama tidak ada perubahan. 11. Berarti tes ini dapat melihat minat dan cara belajar anak-anak?
Setelah mengikuti tes sidik jari STIFIn peserta tes akan tahu jenis kecerdasannya dan jenis kepribadiannya. Semenjak masih bayi sudah akan diketahui kelompok minat yang sebaiknya diarahkan dan bagaimana cara mencapainya. Prinsip penelusuran minat dan cara belajar adalah menggunakan jalur kekuatannya bukan kelemahannya. Dengan mengetahui kekuatannya maka setiap anak akan menikmati program gemblengannya lebih menyenangkan dan menggunakan cara belajar yang sesuai. Misalnya anak S (Sensing) bagus dalam menghafal, anak T (Thinking) hebat dalam menghitung, anak I (intuiting) hebat dalam analogi (pengandaian), anak F (Feeling) bagus kalau belajar sambil diskusi, dan anak In suka belajar dalam suasana tenang. 12. Bagaimana mengarahkan cita-cita anak setelah mengetahui hasil tes ini?
Pahami terlebih dahulu bahwa tes sidik jari STIFIn ini bukan ramalan dan kepastian. Tes ini menemukan kotak yang di dalamnya terdapat sekumpulan pilihan cita-cita dan profesi berikut cara memprogramnya. Penggemblengan lebih dini akan lebih bagus. Anak-anak dibimbing menemukan pilihannya lebih awal dan dimulai penggemblengannya lebih dini. Kepercayaan diri akan datang sehingga anak-anak tidak perlu menjadi minder jika tidak juara kelas namun bisa juara di bidang lain sesuai jenis kecerdasannya. Dengan demikian bapak-ibu tidak perlu latah ikut-ikutan mengeleskan anaknya ini dan itu, memprogram anaknya ini dan itu membuang biaya yang tidak perlu karena sudah tahu fokus untuk anaknya bagusnya dibawa kemana. 13. Bagaimana keterkaitan pengembangan bakat anak, pembangunan profesi lebih dini, dan pentingnya masa anak-anak?
Kesalahan terbesar dalam memprogram untuk anak adalah melampiaskan ambisi orang-tuanya tanpa mengetahui keadaan anak. Jika anak terlalu digeber sesuai ambisi orangtua padahal ternyata tidak sesuai dengan bakat anak kerugiannya berlipat ganda: investasi terbuang, anak „terengah-engah? kelelahan mental, kebahagiaan masa kecil anak jadi hilang. Berbeda jika anak telah mengikuti tes, pengembangan profesi sudah dapat dimulai lebih dini tanpa harus kehilangan masa kecil karena profesi tersebut adalah panggilan jiwanya yang akan menimbulkan kenyamanan dan ketenangan. Kami berpendapat bahwa anak kecil irama hidupnya masih didominasi oleh frekuensi alfa. Jika anak-anak dibangun profesinya lebih dini namun mengikuti hasil tes, maka kesesuainnya itulah yang membuat ia tidak tercerabut keluar dari frekuensi alfa. Bentakan, hardikan, kemarahan, suara keras mau tidak mau harus diberikan pada anak yang
tidak sesuai bidangnya karena mereka sedang tidak menggunakan kemampuan terbaiknya. Akibatnya memerlukan dorongan dan paksaan yang lebih keras. Situasi itulah yang mencerabut anak dari frekuensi alfa, yang berarti kehilangan masa kecilnya. 14. Kecerdasan tunggal yang ditawarkan STIFIn koq seperti mengotak-ngotakkan manusia?
Hasil tes sidik jari STIFIn ibarat memilih kotak tertentu sebagai kecerdasan tunggal. Berbekalkan kotak tunggal tersebut seseorang memprogram masa depannya. Kami memang menyarankan cukup dengan berbekalkan satu kotak (kecerdasan tunggal) tersebut seseorang akan sukses. Karena pada kotak tersebut tersimpan potensi yang luar biasa. Kotak-kotak yang lain biar berkembang secara alamiah tidak perlu diprogram secara khusus. Selain susah, buang waktu, dan makan energi juga menghasilkan sesuatu yang tidak seberapa. Ibarat Hukum Pareto, kotak utama dengan 20% saja menghasilkan 80%, sedangkan kotak-kotak yang lain sudah memakai 80% hasilnya Cuma 20%. Sayang kan? 15. Mengapa manusia tidak dididik secara menyeluruh (holistik) hingga menjadi manusia seutuhnya?
Pendekatan pendidikan yang induktif, dengan mencoba semua hal dulu baru kemudian pelan-pelan nantinya difokuskan, memberi manfaat pendidikan secara holistik (menyeluruh). Namun sampai umur berapa anak didik perlu belajar semuanya? Dan kapan mulai fokus kepada spesialisasinya? Disitulah kami menilai pendekatan induktif ini mengorbankan umur anak didik. Pendekatan spesialisasi lebih efektif membangun jati diri anak didik dan diteruskan dengan cara itu hingga memperoleh hasil maksimal hingga mencapai umur 45 tahun. Jika ingin menjadi manusia bijak barulah setelah umur 45 tahun tersebut mencoba pendekatan holistik, namun sudah memiliki dasar yang kuat. Akhirnya ia akan bijak di tingkatan yang lebih tinggi, karena selama 45 tahun yang bersangkutan sudah berhasil naik tangga kesuksesan. 16. Pengibaratan konsep STIFIn kedalam kosmologi China yang mengelompokkan manusia dalam lima unsur, yaitu: tanah, logam, kayu, api, dan air malah seperti ramalan fengsui?
Analogi ragam kecerdasan, kepribadian, dan karakter seseorang ke dalam unsur-unsur alam semesta pada dasarnya selain mempermudah pemahaman juga ilmiah sedemikian adanya. Orang S (Sensing) ibarat „tanah? kehebatannya ada pada myolin (muscle memory): memang ototnya (yang banyak mengandung unsur tanah, ingat ketika Adam diciptakan!) memiliki otot-ingatan yang hebat sehingga ia memiliki kemahiran melalui ototnya. Orang T (Thinking) ibarat „logam? kehebatannya terletak pada struktur tulangnya (zat besi dan kalsium adalah unsur logam) yang istimewa. Atlit angkat besi sangat memerlukan kekuatan tulang. Orang I (Intuiting) ibarat „kayu? yang ditandai dengan jaringan kapiler yang kuat dalam menyerap makanan. Mereka memiliki usus yang lebih panjang dan menyerap makanan lebih banyak dan disimpan dalam bentuk energi unaerobik di dalam otot-putihnya. Sprinter jarak pendek sangat cocok untuk orang I. Sedangkan orang F (Feeling) ibarat „api? yang ditandai dengan repiratoris (pernafasan) yang bagus. Biasanya bidang dadanya lebih lebar karena paru-parunya lebih besar. Sangat sesuai untuk atlit marathon. Terakhir, orang In ibarat „air? karena pada tubuhnya banyak mengandung unsur air. Sesuai antuk menjadi atlit renang.
Uraian penjelasan di atas baru mengulas tentang sifat-sifat fisiknya. Penjelasan tentang karakter dan proses pembelajaran juga bisa diulas dikaitkan dengan sifat-sifat unsur alam tersebut. 17. Apa risiko yang harus ditanggung jika sudah all-out ternyata salah arah?
Pada dasarnya orangtua jangan mengambil risiko. Apalagi untuk memprogram dengan cara habis-habisan. Akan banyak investasi yang dikeluarkan. Oleh karenanya ikuti tes sidik jari yang tidak menimbulkan risiko dan kerugian. Kami membayangkan ketika anda sudah all-out, semua daya sudah dikerahkan, ternyata setelah berjalan 10 tahun anda kecele. Seperti telah menaiki gedung tinggi yang salah. Sekarang mau tidak mau harus mulai dari awal lagi. Semoga dalam situasi seperti itu anda masih memiliki semangat yang sama, meski biasanya orang cenderung frustasi dan kelelahan mental. Jadi berangkatlah dengan start yang betul.
18. Mana yang lebih penting sekolah atau penyaluran bakat?
Kami memang penganjur profesi. Jika profesi yang dipilihkan untuk anak adalah menjadi ilmuwan atau akademisi maka pergi ke sekolah menjadi sangat penting. Namun jika profesinya menghendaki di luar jalur sekolah, maka utamakan penggemblengan profesi tersebut sedangkan sekolah hanya sebagai pendukung dan lingkungan pergaulan semata. Maka akan tidak adil bagi anak anda jika dituntut harus berhasil dalam profesi dan juga harus juara kelas. Khawatir membuat anak anda tercerabut frekuensi alfanya sehingga masa kecilnya penuh dengan stress dan ketika dewasa memiliki penyimpangan mental. Bagian II: Hal-hal Tindak-lanjut Pemanfaatan 1. Apa gunanya tes ini bagi pelajar, orangtua, dan sekolah?
Pelajar akan mengenali dirinya, menetapkan cita-cita yang sesuai, dan mengenali cara belajar yang terbaik untuknya. Orangtua tidak salah belanja untuk masa depan anaknya, mudah mengarahkan dan memotivasi anak dalam keseharian, dan tahu apa program terbaik untuk anaknya. Sekolah dan guru akan lebih memahami anak-didiknya terutama dalam mempersonalisasi pola pengajaran disesuaikan dengan ragam kecerdasan anak-didiknya, lebih mudah dalam menerapkan disiplin sekolah, dan mudah membantu penyaluran bakat anak-didiknya melalui kokurikuler
2. Kami sebagai orangtua memerlukan pewaris, oleh karena itu saya ingin anak saya memiliki kemampuan seperti saya. Bolehkah saya ingin mencetak anak saya supaya menjadi seperti saya?
Kemampuan orangtua hingga mencapai level tertentu harus bisa ditularkan kepada anak. Supaya tidak memulai dari nol lagi. Namun pendekatannya harus disesuaikan dengan kecerdasan anak. Dari awal mesti disadari jika jenis kecerdasan anak tidak sama dengan kecerdasan orangtuanya maka anak tidak akan bisa menjadi fotokopi orangtuanya. Jika anda menjadi CEO maka anak andapun bisa dicetak menjadi CEO namun dengan gaya kepemimpinan yang berbeda. Demikian juga dengan pilihan jenis bisnis yang sesuai. Bisa jadi di tangan anda bisnis tertentu menjadi sukses namun akan gagal diteruskan oleh anak anda kerena jenis bisnis tersebut tidak „ngeklik? (kemistrinya bertabrakan) dengan anak anda. Maka hasil tes ini justru memberikan perspektif yang betul bagaimana anda membangun dinasti keluarga. 3. Sudah lebih lima tahun anak saya menjalani profesi ini, tapi hasil tesnya tidak menyarankan anak saya meneruskan profesi tersebut! Apa yang harus saya lakukan agar investasi terhadap anak saya tidak terbuang?
Jika diteruskan lima tahun lagi kerugian anda akan berlipat ganda. Artinya investasi akan lebih menguras kekayaan anda. Saran pertama adalah ganti profesi dengan profesi yang lebih sesuai. Jika anda memang tidak menginginkan tukar profesi boleh saja, berarti anda siap menjalani situasi yang lebih sulit. Jika ini yang mau dijalankan maka anda mesti mengatasi dengan mengkapitalisasi kemampuannya dan meminimalisasi kelemahannya sekaligus. Sebagai contoh anak anda jenis T (Thinking) ingin menjadi atlit bulu tangkis. Padahal atlit bulutangkis memerlukan kelenturan, sementara orang T kaku karena dominasi tulangnya. Maka perlu memperbanyak exercise yang melenturkan tulang anak anda. Kelebihannya anak T dalam pertandingan ahli strategi, kuat mental, dan tidak mau kalah. Artinya selain memanfaatkan kelebihan juga perlu tambahan pekerjaan mengatasi kelemahannya. Padahal jika anak anda profesinya sesuai, energi yang dipakai untuk mengatasi kelemahan tersebut (energi 80% menghasilkan 20%) dapat sepenuhnya dipakai untuk menambah kekuatannya (energi yang 80%=20% x 4 menghasilkan 80% x 4=320%). Angka-angka Pareto tersebut hanya untuk memudahkan anda dapat membayangkan apa yang dinamakan kapitalisasi kekuatan, dibandingkan dengan minimalisasi kelemahan. 4. Jika saya ingin all out mendukung keberhasilan anak saya, dari mana saya harus memulai dan bagaimana program seterusnya?
Tetapkan profesi pilihan anak anda, gembleng profesi tersebut hingga 10 ribu jam dengan penggemblengan yang terdisain, cari pelatih yang kemistrinya ngeklik dengan anak anda dan bisa membuat terbang jauh (seperti perenang legendaris Michael Phelps terus ikut kemana Bob Bowman–pelatihnya—pergi), minimal salah satu dari orangtua harus bersedia menjadi manjer bagi anak anda, dan hal yang terpenting jalankan program penggemblengan tersebut dengan enjoy, agar tidak mencerabut frekuensi alfa anak anda. 5. Bagaimana mencari pelatih atau guru yang baik untuk anak saya?
Prioritas pertama mencari pelatih yang panggilan alamiahnya memang akan mendukung anak anda. Jika anak anda S cari pelatih F. Jika anak anda T cari pelatih S. Jika anak anda I cari pelatih In. Jika anak anda F cari pelatih I. Jika anak anda In cari pelatih T. Prioritas kedua mencari pelatih yang panggilan alamiahnya menaklukkan anak anda. Jika anak anda S cari pelatih I. Jika anak anda T cari pelatih F. Jika anak anda I cari pelatih T. Jika anak anda F cari pelatih In. Jika anak anda In cari pelatih S. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mempermudah pelatih untuk ngeklik dengan anak anda. Pada tahap berikutnya ciri-ciri pelatih lainnya mengikuti kaedah kepakaran pada umumnya. 6. Apa yang harus saya programkan dalam keluarga jika semua anak saya setipe?
Jika setipe pengelolaannya lebih mudah karena dalam keluarga anda bisa cenderung mengembangkan profesi yang sama. Namun orangtua perlu mendudukkan secara betul perannya bagi profesi anak-anaknya. Antara ayah dan ibu perlu berbagi peran disesuaikan dengan ragam kecerdasan ayah dan ibu. 7. Kelima-lima anak kami memiliki jenis kecerdasan yang berbeda satu sama lain. Jika masing-masing harus diprogram secara khusus kami khawatir kelabakan, adakah cara yang lebih sederhana?
Waduh ini berarti karunia yang luar biasa. Seolah-olah kelengkapan mikrokosmos sudah ada di keluarga anda. Maka jika orangtua mampu membuat semuanya berhasil maka akumulasi energi dalam keluarga anda akan begitu hebat. Keluarga anda akan menjadi matahari bagi keluarga sekitarnya atau bahkan bagi bangsa dan negara. Hal ini berarti bahwa orangtuanya mesti rela untuk mengorbankan karirnya sendiri untuk menggembleng anak-anaknya. Jika anda sanggup mengeluarkan energi dan investasi besar yang paling bagus jika kelima-lima anak anda biarkan memilih profesi yang berbeda. Artinya akan memerlukan program dan habitat yang berbeda juga. Hal ini berarti investasinya perlu lebih besar. Alternatif kedua, bisa juga mencari profesi yang sama, namun dengan penjurusan yang lebih spesifik. Contoh, jadikan mereka semua sebagai perenang. Namun juruskan pada gaya renang yang spesifik. Anak S mengambil renang jarak menengah, karena kuat pada otot merah yang mengandung energi aerobik. Anak T mengambil renang gaya dada, karena kuat di tulang. Anak I mengambil renang jarak pendek sebagai sprinter, karena kuat pada otot putih yang menyimpan energi unaerobik. Anak F mengambil renang jarak jauh, karena pernafasannya yang kuat. Sedangkan anak In mengambil renang gaya campuran (medley), karena orang In memang serba bisa. Apalagi olahraga air sangat sesuai dengan kemistrinya. 8. Perjalanan hidup saya telah salah arah, setelah tes sidik jari ini baru jelas apa sejatinya saya, namun saya sudah berumur 50 tahun, apa saya harus banting stir?
Jika diasumsikan anda memiliki umur hingga 70 tahun, maka jika anda tidak banting stir pada 20 tahun tersisa anda terus akan berjalan dengan kecepatan stabil di 20% saja, sebagaimana 50 tahun sebelumnya. Jika yang 20 tahun itu anda banting stir maka laju kecepatan anda menjadi minimal 80%. Jika diperbandingkan 70 tahun anda berjalan dengan kecepatan 20% maka umur efektif anda hanya 14. Jika setelah 50 tahun anda banting stir maka umur efektif anda sama dengan 10 + 16 = 26 tahun.
Masalahnya orang di atas 40 tahun sudah susah untuk berubah apalagi untuk banting stir. Mereka sudah terlalu nyaman dengan comfort-zone nya. Meskipun ada karang penghalang kami tetap menganjurkan untuk banting stir, karena di jalur baru tersebut berbagai jenis halangan akan lebih mudah dilalui karena itu jalur anda sendiri. Bagian III: Masalah-masalah Khusus 1. Dari hasil tes terhadap anak pertama dan anak kedua saya hasilnya memiliki tipe yang sama, tapi dalam keseharian mengapa berbeda sekali seperti bumi dan langit?
Tentang anak pertama dan kedua yang sejenis memang cenderung memiliki kodrat yang lain. Teori yang diterima secara ilmiah adalah bahwa anak pertama dan anak kedua yang memiliki jenis kecerdasan yang sama kerapkali menjadi thesa-antithesa. Jadi bagi orangtua perlu hati-hati dalam mendidik anak pertama dan kedua yang jenisnya sama karena akan cenderung menjadi pasangan protagonis dan antagonis. Namun sebenarnya mereka bukan memiliki karakter yang berbeda meainkan memainkan spektrum yang berbeda. Secara mudahnya yang satu memainkan yang baik-baiknya sedangkan yang lain memainkan jelek-jeleknya dari sifat yang sama. Misalnya contoh keduanya sama-sama jenis F (Feeling); yang satu terlihat empatik dan pengertian sedangkan yang lain melempar tanggung-jawab dan „nyelekit?. Keduanya sama-sama sifat F dalam spektrum yang berbeda. 2. Anak saya seperti orang autis dan cenderung anti sosial, bagaimana konsep STIFIn menganalisanya?
Pada setiap ragam kecerdasan terdapat kelebihan dan kekurangan. Jenis kecerdasan I (Intuiting) memiliki kelebihan sangat kreatif namun memiliki kelemahan dalam orientasi sosialnya. Sepertinya ia berhubungan dengan orang lain kalau perlu saja. Sikap cenderung asosial ini dapat berkembang menjadi antisosial dan nantinya menjadi seperti orang autis dimana dirinya merasa terpisah dari lingkungannya jika tidak segera diperbaiki. Cara mengatasinya justru terletak pada kekuatannya dengan menyalurkan kreatifitasnya agar ia merasa percaya diri terlebih dahulu. Sebelum ia menemukan keberadaan dirinya ia akan susah menemukan keberadaan orang lain.
Jadi kalau orang I agak sedikit asosial memang merupakan satu paket dengan kelebihannya. Sehingga tidak perlu dianggap sebagai masalah. Lain halnya jika anak anda memang menderita autis karena terdapat kelainan syaraf otak atau penyimpangan produksi hormonal tertentu. 3. Anak saya dikata-katain oleh keluarga besar saya sebagai anak pembawa sial, bagaimana sebenarnya?
Sebenarnya semua anak membawa kebaikan dalam keluarga. Hanya saja perlu bijaksana melihat segala sesuatunya. Seringkali konsep sial itu berpangkal kepada ketidaksesuaian ekpektasi dan kenyataan. Keluarga ingin A, si anak maunya B. Keluarga tetap menekan dengan cara A dan si anak tidak mampu bahkan kerap berbuat salah. Kerapnya kemunculan kecelakaan-kecelakaan kecil di rumah yang kemudian dinilai si anak pembawa sial. Kasus lain biasanya ada jenis anak yang investasi untuknya di awal cukup nmenguras harta dan ternyata tidak kunjung berprestasi sementara orangtua sudah tidak sabar. Pada saat yang sama, orangtua tidak melihat potensi tersembunyi pada si anak, akibatnya keluarlah cap anak pembawa sial. “Ngabisin duit, tapi kebuang ke laut”. Padahal sebenarnya jika anda bijaksana sesungguhnya tidak ada investasi yang terbuang sepanjang anda mengacu pada konsep STIFIn. Tapi memang betul ada jenis anak yang memerlukan „nafas-panjang? orangtua namun baru berhasil pada umur yang agak terlambat. Tapi setelah berhasil ia akan menjadi diesel yang berstamina panjang. 4. Program apa saja yang diberikan kepada anak saya tidak akan efektif karena anak saya sudah terlanjur keblinger dengan play stations dan internet! Bisa tolong „kembalikan? anak saya?
Ketagihan play stations dan internet untuk anak-anak bagaimanapun tidak akan sehat. Bukan hanya dari sekedar pantulan frekuensi dari layar kaca, tapi anak-anak terjebak pada kebahagiaan semu. Stop sama sekali dan ganti dengan minat lain yang prestatif. Jika tidak bisa drastis, lakukan secara perlahan-lahan dengan menjadikan play stations dan internet hanya sebagai gimmick. Jika berprestasi di bidang tertentu baru deperbolehkan main play stations atau internet. Pendek kata hubungan dengan pencipta kebahagiaan semu tersebut memang harus diputus. Ingat sesuatu yang konsumtif mesti digeser kepada yang produktif. Ketagihan mendapatkan terpaan frekuensi dari play stations atau internet itu yang harus ditukar dengan jenis terpaan lain yang positif. Exit strategy-nya ada banyak alternatif, seperti: main futsal, latihan nge-band, kursus robotik, mendaki gunung, belajar bersama, liburan keluarga, dll. 5. Anak saya kecanduan pornografi dan akhirnya menjadi penyendiri, apa sesungguhnya yang rusak dalam dirinya?
Membiasakan diri terangsang tanpa penyaluran akan mematikan sel-sel aktif dalam otak. Daya ingat dan daya pikir akan menurun drastis. Biasanya akan diikuti rasa bersalah dan kurang percaya diri. Jika penyalurannya dilakukan dengan cara yang salah akan menimbulkan penyimpangan di kemudian hari. Penyebab utamanya karena frekuensi titik kulmuniasi terjadi pada waktu yang masih mentah. Ibarat main musik kemudian terjadi lengkingan dengan suara fals. Terlalu sering anda mendengar lengkingan suara fals dari luar saja otak anda akan terganggu, apalagi lengkingan frekuensi fals ini datang dalam diri anda. Pada intinya anda harus segera menyetopnya. 6. Kami sungguh mengkhawatirkan anak kami karena pergaulannya terlanjur tidak terkendali dan pengaruh kawan-kawannya yang membawa anak kami kepada ekspresi kebebasan tidak terbatas?
Gunakan hasil tes ini untuk membuat anak anda memilih aktivitas produktif. Gambaran mudahnya, membiasakan malaikat datang maka setan akan pergi jauh. Jadi selain mengenali mesin kecerdasan anak anda, juga orangtua perlu tahu bagaimana ekspresi penyaluran mesin kecerdasan anak anda. Jika anak anda on the right track dalam membangun profesi maka peluang untuk neko-neko menjadi kecil. Mereka yang mengekspresikan secara bebas tersebut adalah mereka yang tidak merasa nyaman dengan dirinya. Mereka ditolak lingkungan karena dianggap selalu gagal. Mereka tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan. Akhirnya mencari kompensasi dengan dalih kebebasan berekpresi. Mereka bergayut pada ranting yang rapuh. Sementara bagi orang yang menata diri dengan betul setiap waktu adalah keberhasilan. Bahkan di saat latihanpun adalah kenikmatannya, sudah dianggap sebagai bagian hidupnya, sebagai panggilan jiwanya. Atlit dan pecandu frekuensinya tidak bakalan bertemu, sepanjang profesi atlitnya adalah panggilan jiwanya bukan kompensasi pelariannya.
(09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga, itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)
Kata-kata Hikmah 10: Kalau dakwah gagal, bukan berarti yang didakwahkan tidak mengerti, tapi yang mendakwahkan perlu mengkaji lagi cara dakwahnya. (Satu cara instropeksi diri yang dicontohkan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam)