Alarm hadir untuk mengingatkan kita akan sesuatu yang baik. Jam ada alarmnya agar kita bisa diingatkan untuk bangun tidur sesuai rencana. Setelah tsunami di Aceh, pemerintah membangun alarm bencana tsunami agar potensi tsunami bisa cepat terdeteksi dan masyarakat bisa bersiap diri. Di Jepang ada alarm gempa. Ia menjadi peringatan dini adanya gempa. Bila alarm ini berbunyi, masyarakat Jepang tidak panik dan bisa dengan cepat menyelamatkan diri. Maka alarm apapun berfungsi sangat vital. Ia bisa menyelamatkan banyak jiwa.
Kendaraan memiliki berbagai jenis alarm sebenarnya. Lampu sign kiri memberi tahu kita bahwa kendaraan di depan akan belok kiri. Demikian pula lampu sign kanan. Klakson memberi tahu kita akan posisi kendaraan tersebut. Lampu jauh memberi tahu bahwa kendaraan di belakang minta izin untuk mendahului kita. Lampu lalu lintas berwarna hijau memberi tahu bahwa kita boleh jalan. Lampu merah sebaliknya, ia mengisyaratkan agar kita berhenti. Demikian pula dengan semua rambu-rambu jalan. Ia memberi isyarat tertentu. Mengetahui dan mentaati berbagai alarm kendaraan ini penting bagi keselamatan di jalan. Bahkan, untuk menghindari pencurian, setiap kendaraan sebaiknya dipasang alarm berbunyi nyaring.
Dalam ekonomi, ada berbagai macam alarm. Inflasi, harga minyak bumi, angka pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, indeks saham, nilai tukar mata uang, dan sebagainya memberikan isyarat-isyarat tertentu. Dengan demikian, para ekonom bisa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Antisipasi apa yang harus dilakukan. Berbagai krisis ekonomi, sebenarnya diawali oleh berbunyi nyaringnya alarm krisis tersebut. Maka ketika alarm itu benar-benar diperhatikan, krisis bisa dicegah. Krisis terjadi karena alarmnya terabaikan. Atau sengaja diabaikan.
Dalam diri manusia ada alarm. Ia memberi tahu kita akan potensi terjadinya masalah, bahkan krisis pribadi. Alarm itu adalah perasaan yang terhubung ke nurani dan keyakinan. Maka bila kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nurani dan keyakinan kita, alarmnya bunyi. Perasaan tidak enak muncul. Inilah penanda paling jelas dan kentara. Orang lain mungkin tidak tahu. Orang lain mungkin bisa dibohongi. Tapi, nurani kita tidak bisa.
Nurani tak bisa dibohongi, tapi kita bisa mengkhianatinya. Maka ketika alarm perasaan kita berbunyi nyaring, kita membungkamnya. Kita abai padanya. Kenikmatan (sekunder) dari kesalahan yang kita lakukan kita pandang lebih berarti dari nyaringnya bunyi nurani tersebut.
Banyak orang yang hidupnya makin terpuruk dari waktu ke waktu. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena abai pada bunyi alarm perasaannya. Nurani terus dikhianati. Bahkan dimanipulasi seakan tak melakukan kesalahan apa-apa.
Siapa yang mengkhianati alarm perasaan? Tak lain dan tak bukan adalah ego dengan senjatanya: pikiran. Pikiran bisa memproduksi ribuan pembenaran atas kesalahan kita. Pikiran pandai membujuk perasaan untuk diam dan mengalah.
Ada lima kondisi yang membuat alarm perasaan kita berbunyi nyaring.
Pertama, ketika kita tak beribadah dengan benar.
Ibadah adalah kebutuhan paling penting untuk diri kita sebenarnya. Kenapa? Karena ia terutama merupakan kebutuhan jiwa. Jiwa jelas yang paling penting. Ibadah tak benar bisa berupa penundaan, terburu-buru, asal dikerjakan, lalai, tak khusyu, niatnya tidak untuk Tuhan, caranya keliru dan sebagainya.
Kedua, ketika kita tak menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Pekerjaan apapun pasti ada standarnya. Standar kualitas hasil. Standar proses. Standar input. Standar waktu dan sebagainya. Maka pekerjaan disebut tak baik bila ada standar yang tak terpenuhi. Kualitasnya bagus, tapi terlambat. Inputnya sesuai standar, tapi prosesnya cacat, sehingga harus dikerjakan ulang. Nah, ketika ada pekerjaan kita yang tak standar, alarm berbunyi. Ketika anda menunda pekerjaan yang harusnya anda lakukan, pasti ada perasaan tidak enak, kan? Itulah alarm emosi anda.
Ketiga, ketika kita tak menepati janji
Janji yang diucap lisan sesungguhnya adalah ekspresi jiwa. Maka ketika ada janji yang terlupakan atau sengaja tak dilakukan, alarm emosi pasti berbunyi. Janji berkaitan dengan kepercayaan. Sedang kepercayaan adalah inti kehidupan. Maka ketika kita tak menepati janji, kita sebenarnya juga sedang mencelakai kehidupan dan mendegradasi kepercayaan.
Keempat, ketika kita tak bersedia memaafkan.
“Ia tak membutuhkan maaf kita. Kita lah yang butuh untuk memaafkan”. Itulah salah satu kalimat guru saya. Berat melakukannya. Tapi itulah kebenarannya. Memaafkan itu kebutuhan kita. Bukan kebutuhan orang lain. Bila kita tak memaafkan, pasti masih ada dendam. Ada beban berat yang harus kita pikul kemana-mana. Beban berat itu berasal dari alarm perasaan yang berbunyi keras sekali.
Kelima, ketika kita melakukan dosa.
Dosa adalah kotoran nurani. Maka nurani jelas keberatan dikotori. Maka ia bunyikan alarm emosi untuk mengingatkan kita agar segera membersihkannya. Alarm perasaan malah telah berbunyi ketika kita mendekati dosa. Berniat melakukan dosa saja membuat alarm berbunyi, apalagi melakukannya. Apalagi melakukannya berulang-ulang. Apalagi melakukannya dengan kebanggaan.
Budi Mulyana ~Intuiting introvert, Area Sales Manager ANLENE, Jakarta & Kalimantan Barat. email: karangpasundan@gmail.com
Betapa terkejutnya Kami karena test nya sangat sesuai dengan tabiat dan perilaku kami berdua (saya dan anak saya). Istri saya sampai terkaget-kaget karena kesamaan ini, baik dari anak saya maupun saya sendiri. Antara malu dan senang, malu karena istri saya akhirnya mengetahui benar sifat-sifat saya yang selama ini saya sembunyikan dan senang karena akhirnya memang jalan yang selama ini saya tekuni selaras dengan test ini.
Dan yang tak kalah menarik pula, saya dan istri menjadi makin mengerti cara belajar dan cara menghadapi anak Kami yang memiliki mesin kecerdasan Feeling introvert, jadi selama ini Kami salah memperlakukan anak kami sehingga sering terjadi cekcok yang seharusnya tidak perlu, seandainya Kami mengetahui dari awal tentang ciri-ciri anak kami, maklum Kami sama-sama sibuk sehingga kurang begitu sekasama melihat perkembangan anak, sekarang Kami mengerti bagaimana cara meningkatkan dan mendevelop anak Kami ini. ….
Tes sidik jari STIFIn melegakan hati sebab kegelisahan kita terjawab. Tes ini mengarahkan kita untuk mengambil langkah tepat dalam menjalankan karier, profesi dan juga minat. Selain itu, kita disadarkan ada potensi-potensi lain yang terpendam dalam diri kita. Penemuan passion dalam diri begitu penting, sebab, selain pengaktualisasian diri kita, hal itu juga membuat kehadiran kita bermanfaat. Karena itu, galilah potensi dalam diri kita, melalui sidik jari Stifin. Sukses selalu!
- Agung Prasetyo ~Sensing extrovert, karyawan perusahaan PERTAMBANGAN
Awalnya saya kurang yakin apa betul alat seperti stifin bisa membaca karakter orang. Waktu stifin diperkenalkan di salah satu acara TDA Depok Maret 2011, saya gak hiraukan. Tapi lama-lama saya pikir gak ada salahnya dicoba sekaligus ingin membuktikan. Setelah saya coba dengan sahabat saya pak Noval Ramsis dan keluar hasilnya…wow..ternyata hampir 90% sama dengan kepribadian saya. Saya bisa tau apa2 saja yg harus dibenahi dari diri saya. Potensi dan bakat saya yang harus dieksplore lagi. Dan hebatnya hasil summary nya mengatakan saya adalah type orang yang “dikejar” Harta. Hehehe. Jangan iri ya. Intinya saya puas dengan stifin.
Ahmad Turamsili ~Intuiting introvert, Founder & CEO GudangMadu.com
Saya periksakan sidik jari kedua anak saya melalui STIFIn. Meski bukan satu-satunya rujukan, saya memperoleh informasi awal tentang potensi yg dimiliki anak saya tersebut. Harapan saya, mereka dapat bergerak maju mengembangkan diri dengan potensi yang dimiliki. Bagaimana dengan anak Anda?
Saya baru tahu kalau saya seorang intuiting introvert. Pak Noval telah membantu saya menemukan potensi diri untuk dikembangkan. STIFIn fingerprint bukan mesin peramal, ada ilmu pengetahuan yang melatarinya. Terima kasih Pak Noval.
Pengertian potensi diri: Setiap individu memiliki potensi diri,dan tentu berbeda setiap apa yang dimiliki antara satu orang dengan orang lain. Potensi diri dibedaan menjadi dua bentuk yaitu potensi fisik dan potensi mental atau psikis
Potensi fisik yang dimaksud dalam kesempatan kali ini adalah menyangkut dengan keadaan dan kesehatan tubuh ,wajah, dan ketahanan tubuh,sedangkan potensi psikis berhubungan dengan IQ(Intelegensi Quotient),EQ (Emotional Quotient), AQ (Addversity quotient) dan SQ (Spiritual Quotient ).
Potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan empunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik, sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang dimiliki.
Kekhasan potensi diri yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri dan konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dalam konstek potensi diri adalah jika terolah dengan baik akan memperkembangkan baik secara fisik maaupun mental.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Nah kalo pengin tau potensi diri anda, coba deh ikuti tipsnya:
Kenali diri sendiri
Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.
Tentukan tujuan hidup
Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.
Kenali motivasi hidup
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.
Hilangkan negative thinking
Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda mencapai tujuan. Setiap kali anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika anda telah menemukan jalan yang mantap.
Jangan mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.
Potensi apa yang anda miliki? jika anda masih bingung menjawabnya, coba gali lagi, sebenarnya apa yang bisa dikerjakan. Karena dari beberapa kasus, banyak sekali orang bingung mau memulai bisnis dari mana, atau bisnis apa. Hal yang paling mudah kita lakukan adalah memulai bisnis dari hobi. Kenapa demikian? karena hobi tidak mengenal untung rugi, yang penting senang. Tetapi bagaimana jika hobi kita ternyata tidak prospek dalam bisnis?
Walaupun mungkin kita bisa menilai bahwa hobi kita tersebut tidak prospek, namun banyak sekali yang sukses berawal dari hobi. Jika hobi memancing, kita bisa berjualan alat-alat pancing, atau yang berhubungan dengan hobi tersebut. Atau jika anda hobi musik, anda bisa membuka kursus musik, dan lain sebagainya. Disini kita hanya dituntut untuk selalu kreatif, kreatif menciptakan produk, kreatif memasarkan produk, dan kreatif mengembangkan produk.
Banyak cara untuk menciptakan kreatifitas. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah mengamati produk kita dipasaran, bagaimana kemauan pasar. Atau kita juga bisa melihat dari pesaing kita, apa kelebihannya dan kekurangannya. Setelah itu kita bisa menyusun konsep apa yang bisa membuat produk kita bertahan dan laku dipasaran.
Banyak potensi di diri kita yang terpendam, sehingga perlu kita gali lagi. Siapa tahu, setelah kita gali potensi diri, dapat membawa perubahan yang signifikan. Jadi jangan hanya mengomentari orang lain, yang bisa inilah, itulah, mungkin kita juga bisa melakukannya, bahkan lebih, yang mungkin hanya karena belum dikembangkan.
Sudahkah kita mengenali diri kita ? Bisnis apa yang harus saya pilih ? ikut tren, atau blue ocean? Apa sekolah yang tepat untuk anak saya? Bagaimana cara tercepat, jalur tersingkat meningkatkan produktivitas karyawan?
STIFIn Fingerprint membantu kita untuk lebih mengenal diri , pasangan, anak-anak, karyawan, dan anak didik kita
Anda tertarik untuk mengenal potensi diri anda? Lakukan tes STIFIn Fingerprint
Dengan investasi Rp 300.000/orang (cukup dilakukan satu kali seumur hidup) lokasi tes di Jabodetabek & Bandung + mendapatkan satu buku STIFIn Personality (GRATIS) – Mengenal cetak biru hidup anda karya Farid Poniman (sedang Disertasi Doktoral/S3 Psikologi disebuah Universitas di Malaysia). Untuk nilai investasi tes diluar Jabodetabek, silahkan hubungi kami.
Terbuka peluang menjadi Marketing Freelance (sistem bagi hasil) tes Fingerprint ini di kota anda, dengan mengumpulkan dan koordinir minimal 100 peserta yang akan ikuti tes ini.
info lebih lengkap hubungi: HP +62 856 166 4227Noval Y. Ramsis (Info tentang Noval Y. Ramsis klik DISINI atau cari di Google dengan keyword: Noval Y. Ramsis) atau email ke:
Bagian I: Hal-hal Mendasar 1. Apa keunikan STIFIn Fingerprints dibanding yang lain?
Dapat menentukan peserta tes kedalam 5 ragam kecerdasan dan 9 ragam kepribadian. Tes ini cukup dilakukan sekali seumur hidup. Mampu menemukan kekuatan sejati seseorang yang tidak berubah sepanjang hidupnya (sebagai kekuatan genetik) berdasarkan pada belahan otak yang kerap dan otomatis digunakan. Sementara tes sidik jari lainnya hanya mampu memetakan proporsi otak, padahal porsi otak yang paling besar tidak otomatis mendominasi penggunaan otak. Akhirnya malah salah dalam memilih cita-cita dan memprogram cara belajar. 2. Mengapa harganya murah? Jangan-jangan kualitasnya tidak baik!
Harga yang ditawarkan murah karena kami ingin menjangkau sebanyak mungkin masyarakat Indonesia meskipun mengambil untung hanya sedikit demi pengembangan sumberdaya manusia ke depan. Kualitas tidak perlu dikhawatirkan karena alat tes ini dibangun berdasarkan data sidik jari yang sangat besar (lebih dari 1 juta orang). 3. Apa hubungan sidik jari dengan kecerdasan dan kepribadian?
Tubuh manusia memiliki keterkaitan mulai dari jenis gen (DNA) tertentu yang dominan sejalan dengan sistem fungsi (metabolisme) tubuh tertentu, tipologi tubuh (bentuk tulang, bentuk kepala, bentuk wajah) tertentu, dan sistem syaraf (diantanya dapat dilihat pada kornea mata dan sidik jari) yang tertentu pula. Oleh karena tubuh manusia antara satu dengan lain faktor memiliki hubungan yang sejalan (alligning) maka ragam kecerdasan dan kepribadian dapat diukur melalui organ pengidentifikasi yang paling akurat yaitu kornea mata ataupun sidik jari. Pada sidik jari tercermin guratan garis-garis tangan yang mencerminkan ciri-ciri khusus pada setiap orang yang peluang memiliki kesamaan identik berbanding 1 diantara 54 milyar. 4. Jika kecerdasan dan kepribadian itu genetik berarti ada kaitan dengan genetik orangtua dong?
Ragam kecerdasan dan kepribadian memang genetik namun tidak diturunkan dari orang tua (genetic non heriditary). Unsur-unsur biologis yang diturunkan dari orangtua (genetic heriditary) seperti: tingkat kecerdasan (ditandai dengan besarnya ukuran kepala), golongan darah, warna kulit, rambut, dan anggota wajah. Sebagai contoh jika ibu dan bapak jenis kecerdasannya T (Thinking) maka jenis kecerdasan anak belum tentu T, bisa jadi malah salah satu dari 4 jenis kecerdasan lainnya. 5. Apa kesimpulan hasil tes berkaitan dengan tanggal lahir peserta tes?
Untuk membuktikan bahwa tes ini tidak ada kaitannya dengan tanggal lahir, peserta tes dapat memasukkan data hanya sidik jarinya saja maka hasil tes sudah bisa disimpulkan. Namun data diri tentang peserta tes seperti nama, tanggal lahir, dan golongan darah (jika ada) diperlukan semata-mata sebagai pendataan daftar peserta tes. Untuk memudahkan jika ingin memanggil data di kemudian hari. 6. Berapa besar tingkat keyakinan terhadap hasil tes STIFIn Fingerprints?
Tingkat keyakinan terhadap hasil tes ini sangatlah tinggi. Kami meyakini mendekati sempurna, karena dibangun menggunakan konsep yang betul dan menggunakan data sidik jari lebih dari sejuta orang. Sejauh ini belum ada peserta tes yang komplain karena hasil tesnya berbeda dengan kenyataan dirinya. Kalaupun ada peserta tes yang merasa kesimpulannya berbeda lebih karena kurang memahami konsep, batasan, dan rincian tentang STIFIn secara menyeluruh. Biasanya setelah dijelaskan selalu berakhir dengan keyakinan terhadap hasil tes. Hal ini kira-kira sama sulitnya dengan anda mengenal diri anda yang sesungguhnya meski sudah berumur 40 tahun sekalipun. Apalagi bagi anda yang sudah telalu lama berada di habitat yang berbeda atau memiliki perangkat keras (di kepala) yang berbeda dengan jenis kecerdasannya. Contoh: B.J. Habibie punya perangkat keras T (Thinking) namun jenis kecerdasannya F (Feeling). 7. Apa yang membedakannya dengan konsep kecerdasan majemuk Howard Gardner?
Kecerdasan majemuk yang bersumber dari Howard Gardner mengatakan bahwa kecerdasan itu ragamnya banyak bukan hanya otak kiri dan otak kanan saja, melainkan ada 8 jenis kecerdasan. Berbagai jenis kecerdasan itu semuanya ada pada setiap orang hanya saja porsinya berbeda-beda. Porsi yang paling besar itulah yang menjadi kecerdasan utama orang tersebut, sedangkan yang lainnya tetap menjadi kecerdasan pendukung sesuai dengan porsinya. Lawan dari kecerdasan
majemuk adalah kecerdasan tunggal. Konsep kecerdasan yang digunakan oleh STIFIn ini adalah konsep kecerdasan tunggal, sebagaimana teorinya C.G. Jung. Bahwa meski ada proporsionalitas namun tetap yang dominan yang mengambil semuanya. Reaksi terhadap setiap peristiwa selalu otomatis (bahkan alam bawah sadar sekalipun) akan bereaksi menggunakan satu kecerdasan tunggalnya. Bahkan Tuhan memberikan „chemistry? keberhasilan diantara 4-ta (harta, tahta, kata, dan cinta) dan bahagia yang disediakan Tuhan mengikuti kecerdasan tunggal setiap orang. Contoh orang S (Sensing) memiliki kemistri harta, sehingga lebih berpeluang menjadi orang kaya.
8. Sebenarnya yang diukur oleh STIFIn Fingerprints itu tingkat kecerdasan seseorang atau ragam kecerdasan seseorang?
Pada tahap awal ini alat tes sidik jari STIFIn hanya mengukur ragam kecerdasan. Sedangkan tingkat kecerdasan sementara ini tidak diukur. Memetakan ragam kecerdasan jauh lebih penting karena berkaitan dengan bidang profesi yang akan ditekuni. Sampai dimana anda „mampu pergi? memang tergantung tingkat kecerdasan anda. Namun untuk mengambil cara mudah mengetahui tingkat kecerdasan anda cukup dengan mengukur besar kepala anda. Semakin besar kepala maka akan cenderung semakin cerdas. 9. Apa perbedaannya dengan tes sidik jari yang berpusat di Singapura?
Perbedaan pertama, tes sidik jari yang berbasis di Singapura menggunakan konsep kecerdasan majemuk dari Howard Gardner, sedangkan STIFIn menggunakan konsep kecerdasan tunggal C.G. Jung. Perbedaan kedua, tes sidik jari mereka mengukur perangkat keras (hardware) otak sedangkan tes sidik jari STIFIn mengukur sistem operasi (mesin kecerdasan) otak. Cara belajar, bekerja, bersikap, bereaksi, berhubungan, berselera, bahkan bersenang-senang sekalipun mengikuti sistem operasi otak bukan berdasarkan pada hardware otak. Walaupun ada kalanya hardware otak dan sistem operasi otak dominan berada di belahan yang sama. Namun tidak selalu demikian. 10. Supaya betul-betul merasa yakin berapa kali saya mesti ikut tes ini?
Jika diulang-ulang berapa kalipun hasilnya akan tetap sama. Sepanjang hidup anda cukup sekali dalam seumur hidup. William Jenings (ilmuwan Franklin Institute) mengambil sidik jarinya sendiri pada umur 27 tahun dan dicoba lagi pada umur 77 tahun hasilnya sama tidak ada perubahan. 11. Berarti tes ini dapat melihat minat dan cara belajar anak-anak?
Setelah mengikuti tes sidik jari STIFIn peserta tes akan tahu jenis kecerdasannya dan jenis kepribadiannya. Semenjak masih bayi sudah akan diketahui kelompok minat yang sebaiknya diarahkan dan bagaimana cara mencapainya. Prinsip penelusuran minat dan cara belajar adalah menggunakan jalur kekuatannya bukan kelemahannya. Dengan mengetahui kekuatannya maka setiap anak akan menikmati program gemblengannya lebih menyenangkan dan menggunakan cara belajar yang sesuai. Misalnya anak S (Sensing) bagus dalam menghafal, anak T (Thinking) hebat dalam menghitung, anak I (intuiting) hebat dalam analogi (pengandaian), anak F (Feeling) bagus kalau belajar sambil diskusi, dan anak In suka belajar dalam suasana tenang. 12. Bagaimana mengarahkan cita-cita anak setelah mengetahui hasil tes ini?
Pahami terlebih dahulu bahwa tes sidik jari STIFIn ini bukan ramalan dan kepastian. Tes ini menemukan kotak yang di dalamnya terdapat sekumpulan pilihan cita-cita dan profesi berikut cara memprogramnya. Penggemblengan lebih dini akan lebih bagus. Anak-anak dibimbing menemukan pilihannya lebih awal dan dimulai penggemblengannya lebih dini. Kepercayaan diri akan datang sehingga anak-anak tidak perlu menjadi minder jika tidak juara kelas namun bisa juara di bidang lain sesuai jenis kecerdasannya. Dengan demikian bapak-ibu tidak perlu latah ikut-ikutan mengeleskan anaknya ini dan itu, memprogram anaknya ini dan itu membuang biaya yang tidak perlu karena sudah tahu fokus untuk anaknya bagusnya dibawa kemana. 13. Bagaimana keterkaitan pengembangan bakat anak, pembangunan profesi lebih dini, dan pentingnya masa anak-anak?
Kesalahan terbesar dalam memprogram untuk anak adalah melampiaskan ambisi orang-tuanya tanpa mengetahui keadaan anak. Jika anak terlalu digeber sesuai ambisi orangtua padahal ternyata tidak sesuai dengan bakat anak kerugiannya berlipat ganda: investasi terbuang, anak „terengah-engah? kelelahan mental, kebahagiaan masa kecil anak jadi hilang. Berbeda jika anak telah mengikuti tes, pengembangan profesi sudah dapat dimulai lebih dini tanpa harus kehilangan masa kecil karena profesi tersebut adalah panggilan jiwanya yang akan menimbulkan kenyamanan dan ketenangan. Kami berpendapat bahwa anak kecil irama hidupnya masih didominasi oleh frekuensi alfa. Jika anak-anak dibangun profesinya lebih dini namun mengikuti hasil tes, maka kesesuainnya itulah yang membuat ia tidak tercerabut keluar dari frekuensi alfa. Bentakan, hardikan, kemarahan, suara keras mau tidak mau harus diberikan pada anak yang
tidak sesuai bidangnya karena mereka sedang tidak menggunakan kemampuan terbaiknya. Akibatnya memerlukan dorongan dan paksaan yang lebih keras. Situasi itulah yang mencerabut anak dari frekuensi alfa, yang berarti kehilangan masa kecilnya. 14. Kecerdasan tunggal yang ditawarkan STIFIn koq seperti mengotak-ngotakkan manusia?
Hasil tes sidik jari STIFIn ibarat memilih kotak tertentu sebagai kecerdasan tunggal. Berbekalkan kotak tunggal tersebut seseorang memprogram masa depannya. Kami memang menyarankan cukup dengan berbekalkan satu kotak (kecerdasan tunggal) tersebut seseorang akan sukses. Karena pada kotak tersebut tersimpan potensi yang luar biasa. Kotak-kotak yang lain biar berkembang secara alamiah tidak perlu diprogram secara khusus. Selain susah, buang waktu, dan makan energi juga menghasilkan sesuatu yang tidak seberapa. Ibarat Hukum Pareto, kotak utama dengan 20% saja menghasilkan 80%, sedangkan kotak-kotak yang lain sudah memakai 80% hasilnya Cuma 20%. Sayang kan? 15. Mengapa manusia tidak dididik secara menyeluruh (holistik) hingga menjadi manusia seutuhnya?
Pendekatan pendidikan yang induktif, dengan mencoba semua hal dulu baru kemudian pelan-pelan nantinya difokuskan, memberi manfaat pendidikan secara holistik (menyeluruh). Namun sampai umur berapa anak didik perlu belajar semuanya? Dan kapan mulai fokus kepada spesialisasinya? Disitulah kami menilai pendekatan induktif ini mengorbankan umur anak didik. Pendekatan spesialisasi lebih efektif membangun jati diri anak didik dan diteruskan dengan cara itu hingga memperoleh hasil maksimal hingga mencapai umur 45 tahun. Jika ingin menjadi manusia bijak barulah setelah umur 45 tahun tersebut mencoba pendekatan holistik, namun sudah memiliki dasar yang kuat. Akhirnya ia akan bijak di tingkatan yang lebih tinggi, karena selama 45 tahun yang bersangkutan sudah berhasil naik tangga kesuksesan. 16. Pengibaratan konsep STIFIn kedalam kosmologi China yang mengelompokkan manusia dalam lima unsur, yaitu: tanah, logam, kayu, api, dan air malah seperti ramalan fengsui?
Analogi ragam kecerdasan, kepribadian, dan karakter seseorang ke dalam unsur-unsur alam semesta pada dasarnya selain mempermudah pemahaman juga ilmiah sedemikian adanya. Orang S (Sensing) ibarat „tanah? kehebatannya ada pada myolin (muscle memory): memang ototnya (yang banyak mengandung unsur tanah, ingat ketika Adam diciptakan!) memiliki otot-ingatan yang hebat sehingga ia memiliki kemahiran melalui ototnya. Orang T (Thinking) ibarat „logam? kehebatannya terletak pada struktur tulangnya (zat besi dan kalsium adalah unsur logam) yang istimewa. Atlit angkat besi sangat memerlukan kekuatan tulang. Orang I (Intuiting) ibarat „kayu? yang ditandai dengan jaringan kapiler yang kuat dalam menyerap makanan. Mereka memiliki usus yang lebih panjang dan menyerap makanan lebih banyak dan disimpan dalam bentuk energi unaerobik di dalam otot-putihnya. Sprinter jarak pendek sangat cocok untuk orang I. Sedangkan orang F (Feeling) ibarat „api? yang ditandai dengan repiratoris (pernafasan) yang bagus. Biasanya bidang dadanya lebih lebar karena paru-parunya lebih besar. Sangat sesuai untuk atlit marathon. Terakhir, orang In ibarat „air? karena pada tubuhnya banyak mengandung unsur air. Sesuai antuk menjadi atlit renang.
Uraian penjelasan di atas baru mengulas tentang sifat-sifat fisiknya. Penjelasan tentang karakter dan proses pembelajaran juga bisa diulas dikaitkan dengan sifat-sifat unsur alam tersebut. 17. Apa risiko yang harus ditanggung jika sudah all-out ternyata salah arah?
Pada dasarnya orangtua jangan mengambil risiko. Apalagi untuk memprogram dengan cara habis-habisan. Akan banyak investasi yang dikeluarkan. Oleh karenanya ikuti tes sidik jari yang tidak menimbulkan risiko dan kerugian. Kami membayangkan ketika anda sudah all-out, semua daya sudah dikerahkan, ternyata setelah berjalan 10 tahun anda kecele. Seperti telah menaiki gedung tinggi yang salah. Sekarang mau tidak mau harus mulai dari awal lagi. Semoga dalam situasi seperti itu anda masih memiliki semangat yang sama, meski biasanya orang cenderung frustasi dan kelelahan mental. Jadi berangkatlah dengan start yang betul.
18. Mana yang lebih penting sekolah atau penyaluran bakat?
Kami memang penganjur profesi. Jika profesi yang dipilihkan untuk anak adalah menjadi ilmuwan atau akademisi maka pergi ke sekolah menjadi sangat penting. Namun jika profesinya menghendaki di luar jalur sekolah, maka utamakan penggemblengan profesi tersebut sedangkan sekolah hanya sebagai pendukung dan lingkungan pergaulan semata. Maka akan tidak adil bagi anak anda jika dituntut harus berhasil dalam profesi dan juga harus juara kelas. Khawatir membuat anak anda tercerabut frekuensi alfanya sehingga masa kecilnya penuh dengan stress dan ketika dewasa memiliki penyimpangan mental. Bagian II: Hal-hal Tindak-lanjut Pemanfaatan 1. Apa gunanya tes ini bagi pelajar, orangtua, dan sekolah?
Pelajar akan mengenali dirinya, menetapkan cita-cita yang sesuai, dan mengenali cara belajar yang terbaik untuknya. Orangtua tidak salah belanja untuk masa depan anaknya, mudah mengarahkan dan memotivasi anak dalam keseharian, dan tahu apa program terbaik untuk anaknya. Sekolah dan guru akan lebih memahami anak-didiknya terutama dalam mempersonalisasi pola pengajaran disesuaikan dengan ragam kecerdasan anak-didiknya, lebih mudah dalam menerapkan disiplin sekolah, dan mudah membantu penyaluran bakat anak-didiknya melalui kokurikuler
2. Kami sebagai orangtua memerlukan pewaris, oleh karena itu saya ingin anak saya memiliki kemampuan seperti saya. Bolehkah saya ingin mencetak anak saya supaya menjadi seperti saya?
Kemampuan orangtua hingga mencapai level tertentu harus bisa ditularkan kepada anak. Supaya tidak memulai dari nol lagi. Namun pendekatannya harus disesuaikan dengan kecerdasan anak. Dari awal mesti disadari jika jenis kecerdasan anak tidak sama dengan kecerdasan orangtuanya maka anak tidak akan bisa menjadi fotokopi orangtuanya. Jika anda menjadi CEO maka anak andapun bisa dicetak menjadi CEO namun dengan gaya kepemimpinan yang berbeda. Demikian juga dengan pilihan jenis bisnis yang sesuai. Bisa jadi di tangan anda bisnis tertentu menjadi sukses namun akan gagal diteruskan oleh anak anda kerena jenis bisnis tersebut tidak „ngeklik? (kemistrinya bertabrakan) dengan anak anda. Maka hasil tes ini justru memberikan perspektif yang betul bagaimana anda membangun dinasti keluarga. 3. Sudah lebih lima tahun anak saya menjalani profesi ini, tapi hasil tesnya tidak menyarankan anak saya meneruskan profesi tersebut! Apa yang harus saya lakukan agar investasi terhadap anak saya tidak terbuang?
Jika diteruskan lima tahun lagi kerugian anda akan berlipat ganda. Artinya investasi akan lebih menguras kekayaan anda. Saran pertama adalah ganti profesi dengan profesi yang lebih sesuai. Jika anda memang tidak menginginkan tukar profesi boleh saja, berarti anda siap menjalani situasi yang lebih sulit. Jika ini yang mau dijalankan maka anda mesti mengatasi dengan mengkapitalisasi kemampuannya dan meminimalisasi kelemahannya sekaligus. Sebagai contoh anak anda jenis T (Thinking) ingin menjadi atlit bulu tangkis. Padahal atlit bulutangkis memerlukan kelenturan, sementara orang T kaku karena dominasi tulangnya. Maka perlu memperbanyak exercise yang melenturkan tulang anak anda. Kelebihannya anak T dalam pertandingan ahli strategi, kuat mental, dan tidak mau kalah. Artinya selain memanfaatkan kelebihan juga perlu tambahan pekerjaan mengatasi kelemahannya. Padahal jika anak anda profesinya sesuai, energi yang dipakai untuk mengatasi kelemahan tersebut (energi 80% menghasilkan 20%) dapat sepenuhnya dipakai untuk menambah kekuatannya (energi yang 80%=20% x 4 menghasilkan 80% x 4=320%). Angka-angka Pareto tersebut hanya untuk memudahkan anda dapat membayangkan apa yang dinamakan kapitalisasi kekuatan, dibandingkan dengan minimalisasi kelemahan. 4. Jika saya ingin all out mendukung keberhasilan anak saya, dari mana saya harus memulai dan bagaimana program seterusnya?
Tetapkan profesi pilihan anak anda, gembleng profesi tersebut hingga 10 ribu jam dengan penggemblengan yang terdisain, cari pelatih yang kemistrinya ngeklik dengan anak anda dan bisa membuat terbang jauh (seperti perenang legendaris Michael Phelps terus ikut kemana Bob Bowman–pelatihnya—pergi), minimal salah satu dari orangtua harus bersedia menjadi manjer bagi anak anda, dan hal yang terpenting jalankan program penggemblengan tersebut dengan enjoy, agar tidak mencerabut frekuensi alfa anak anda. 5. Bagaimana mencari pelatih atau guru yang baik untuk anak saya?
Prioritas pertama mencari pelatih yang panggilan alamiahnya memang akan mendukung anak anda. Jika anak anda S cari pelatih F. Jika anak anda T cari pelatih S. Jika anak anda I cari pelatih In. Jika anak anda F cari pelatih I. Jika anak anda In cari pelatih T. Prioritas kedua mencari pelatih yang panggilan alamiahnya menaklukkan anak anda. Jika anak anda S cari pelatih I. Jika anak anda T cari pelatih F. Jika anak anda I cari pelatih T. Jika anak anda F cari pelatih In. Jika anak anda In cari pelatih S. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mempermudah pelatih untuk ngeklik dengan anak anda. Pada tahap berikutnya ciri-ciri pelatih lainnya mengikuti kaedah kepakaran pada umumnya. 6. Apa yang harus saya programkan dalam keluarga jika semua anak saya setipe?
Jika setipe pengelolaannya lebih mudah karena dalam keluarga anda bisa cenderung mengembangkan profesi yang sama. Namun orangtua perlu mendudukkan secara betul perannya bagi profesi anak-anaknya. Antara ayah dan ibu perlu berbagi peran disesuaikan dengan ragam kecerdasan ayah dan ibu. 7. Kelima-lima anak kami memiliki jenis kecerdasan yang berbeda satu sama lain. Jika masing-masing harus diprogram secara khusus kami khawatir kelabakan, adakah cara yang lebih sederhana?
Waduh ini berarti karunia yang luar biasa. Seolah-olah kelengkapan mikrokosmos sudah ada di keluarga anda. Maka jika orangtua mampu membuat semuanya berhasil maka akumulasi energi dalam keluarga anda akan begitu hebat. Keluarga anda akan menjadi matahari bagi keluarga sekitarnya atau bahkan bagi bangsa dan negara. Hal ini berarti bahwa orangtuanya mesti rela untuk mengorbankan karirnya sendiri untuk menggembleng anak-anaknya. Jika anda sanggup mengeluarkan energi dan investasi besar yang paling bagus jika kelima-lima anak anda biarkan memilih profesi yang berbeda. Artinya akan memerlukan program dan habitat yang berbeda juga. Hal ini berarti investasinya perlu lebih besar. Alternatif kedua, bisa juga mencari profesi yang sama, namun dengan penjurusan yang lebih spesifik. Contoh, jadikan mereka semua sebagai perenang. Namun juruskan pada gaya renang yang spesifik. Anak S mengambil renang jarak menengah, karena kuat pada otot merah yang mengandung energi aerobik. Anak T mengambil renang gaya dada, karena kuat di tulang. Anak I mengambil renang jarak pendek sebagai sprinter, karena kuat pada otot putih yang menyimpan energi unaerobik. Anak F mengambil renang jarak jauh, karena pernafasannya yang kuat. Sedangkan anak In mengambil renang gaya campuran (medley), karena orang In memang serba bisa. Apalagi olahraga air sangat sesuai dengan kemistrinya. 8. Perjalanan hidup saya telah salah arah, setelah tes sidik jari ini baru jelas apa sejatinya saya, namun saya sudah berumur 50 tahun, apa saya harus banting stir?
Jika diasumsikan anda memiliki umur hingga 70 tahun, maka jika anda tidak banting stir pada 20 tahun tersisa anda terus akan berjalan dengan kecepatan stabil di 20% saja, sebagaimana 50 tahun sebelumnya. Jika yang 20 tahun itu anda banting stir maka laju kecepatan anda menjadi minimal 80%. Jika diperbandingkan 70 tahun anda berjalan dengan kecepatan 20% maka umur efektif anda hanya 14. Jika setelah 50 tahun anda banting stir maka umur efektif anda sama dengan 10 + 16 = 26 tahun.
Masalahnya orang di atas 40 tahun sudah susah untuk berubah apalagi untuk banting stir. Mereka sudah terlalu nyaman dengan comfort-zone nya. Meskipun ada karang penghalang kami tetap menganjurkan untuk banting stir, karena di jalur baru tersebut berbagai jenis halangan akan lebih mudah dilalui karena itu jalur anda sendiri. Bagian III: Masalah-masalah Khusus 1. Dari hasil tes terhadap anak pertama dan anak kedua saya hasilnya memiliki tipe yang sama, tapi dalam keseharian mengapa berbeda sekali seperti bumi dan langit?
Tentang anak pertama dan kedua yang sejenis memang cenderung memiliki kodrat yang lain. Teori yang diterima secara ilmiah adalah bahwa anak pertama dan anak kedua yang memiliki jenis kecerdasan yang sama kerapkali menjadi thesa-antithesa. Jadi bagi orangtua perlu hati-hati dalam mendidik anak pertama dan kedua yang jenisnya sama karena akan cenderung menjadi pasangan protagonis dan antagonis. Namun sebenarnya mereka bukan memiliki karakter yang berbeda meainkan memainkan spektrum yang berbeda. Secara mudahnya yang satu memainkan yang baik-baiknya sedangkan yang lain memainkan jelek-jeleknya dari sifat yang sama. Misalnya contoh keduanya sama-sama jenis F (Feeling); yang satu terlihat empatik dan pengertian sedangkan yang lain melempar tanggung-jawab dan „nyelekit?. Keduanya sama-sama sifat F dalam spektrum yang berbeda. 2. Anak saya seperti orang autis dan cenderung anti sosial, bagaimana konsep STIFIn menganalisanya?
Pada setiap ragam kecerdasan terdapat kelebihan dan kekurangan. Jenis kecerdasan I (Intuiting) memiliki kelebihan sangat kreatif namun memiliki kelemahan dalam orientasi sosialnya. Sepertinya ia berhubungan dengan orang lain kalau perlu saja. Sikap cenderung asosial ini dapat berkembang menjadi antisosial dan nantinya menjadi seperti orang autis dimana dirinya merasa terpisah dari lingkungannya jika tidak segera diperbaiki. Cara mengatasinya justru terletak pada kekuatannya dengan menyalurkan kreatifitasnya agar ia merasa percaya diri terlebih dahulu. Sebelum ia menemukan keberadaan dirinya ia akan susah menemukan keberadaan orang lain.
Jadi kalau orang I agak sedikit asosial memang merupakan satu paket dengan kelebihannya. Sehingga tidak perlu dianggap sebagai masalah. Lain halnya jika anak anda memang menderita autis karena terdapat kelainan syaraf otak atau penyimpangan produksi hormonal tertentu. 3. Anak saya dikata-katain oleh keluarga besar saya sebagai anak pembawa sial, bagaimana sebenarnya?
Sebenarnya semua anak membawa kebaikan dalam keluarga. Hanya saja perlu bijaksana melihat segala sesuatunya. Seringkali konsep sial itu berpangkal kepada ketidaksesuaian ekpektasi dan kenyataan. Keluarga ingin A, si anak maunya B. Keluarga tetap menekan dengan cara A dan si anak tidak mampu bahkan kerap berbuat salah. Kerapnya kemunculan kecelakaan-kecelakaan kecil di rumah yang kemudian dinilai si anak pembawa sial. Kasus lain biasanya ada jenis anak yang investasi untuknya di awal cukup nmenguras harta dan ternyata tidak kunjung berprestasi sementara orangtua sudah tidak sabar. Pada saat yang sama, orangtua tidak melihat potensi tersembunyi pada si anak, akibatnya keluarlah cap anak pembawa sial. “Ngabisin duit, tapi kebuang ke laut”. Padahal sebenarnya jika anda bijaksana sesungguhnya tidak ada investasi yang terbuang sepanjang anda mengacu pada konsep STIFIn. Tapi memang betul ada jenis anak yang memerlukan „nafas-panjang? orangtua namun baru berhasil pada umur yang agak terlambat. Tapi setelah berhasil ia akan menjadi diesel yang berstamina panjang. 4. Program apa saja yang diberikan kepada anak saya tidak akan efektif karena anak saya sudah terlanjur keblinger dengan play stations dan internet! Bisa tolong „kembalikan? anak saya?
Ketagihan play stations dan internet untuk anak-anak bagaimanapun tidak akan sehat. Bukan hanya dari sekedar pantulan frekuensi dari layar kaca, tapi anak-anak terjebak pada kebahagiaan semu. Stop sama sekali dan ganti dengan minat lain yang prestatif. Jika tidak bisa drastis, lakukan secara perlahan-lahan dengan menjadikan play stations dan internet hanya sebagai gimmick. Jika berprestasi di bidang tertentu baru deperbolehkan main play stations atau internet. Pendek kata hubungan dengan pencipta kebahagiaan semu tersebut memang harus diputus. Ingat sesuatu yang konsumtif mesti digeser kepada yang produktif. Ketagihan mendapatkan terpaan frekuensi dari play stations atau internet itu yang harus ditukar dengan jenis terpaan lain yang positif. Exit strategy-nya ada banyak alternatif, seperti: main futsal, latihan nge-band, kursus robotik, mendaki gunung, belajar bersama, liburan keluarga, dll. 5. Anak saya kecanduan pornografi dan akhirnya menjadi penyendiri, apa sesungguhnya yang rusak dalam dirinya?
Membiasakan diri terangsang tanpa penyaluran akan mematikan sel-sel aktif dalam otak. Daya ingat dan daya pikir akan menurun drastis. Biasanya akan diikuti rasa bersalah dan kurang percaya diri. Jika penyalurannya dilakukan dengan cara yang salah akan menimbulkan penyimpangan di kemudian hari. Penyebab utamanya karena frekuensi titik kulmuniasi terjadi pada waktu yang masih mentah. Ibarat main musik kemudian terjadi lengkingan dengan suara fals. Terlalu sering anda mendengar lengkingan suara fals dari luar saja otak anda akan terganggu, apalagi lengkingan frekuensi fals ini datang dalam diri anda. Pada intinya anda harus segera menyetopnya. 6. Kami sungguh mengkhawatirkan anak kami karena pergaulannya terlanjur tidak terkendali dan pengaruh kawan-kawannya yang membawa anak kami kepada ekspresi kebebasan tidak terbatas?
Gunakan hasil tes ini untuk membuat anak anda memilih aktivitas produktif. Gambaran mudahnya, membiasakan malaikat datang maka setan akan pergi jauh. Jadi selain mengenali mesin kecerdasan anak anda, juga orangtua perlu tahu bagaimana ekspresi penyaluran mesin kecerdasan anak anda. Jika anak anda on the right track dalam membangun profesi maka peluang untuk neko-neko menjadi kecil. Mereka yang mengekspresikan secara bebas tersebut adalah mereka yang tidak merasa nyaman dengan dirinya. Mereka ditolak lingkungan karena dianggap selalu gagal. Mereka tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan. Akhirnya mencari kompensasi dengan dalih kebebasan berekpresi. Mereka bergayut pada ranting yang rapuh. Sementara bagi orang yang menata diri dengan betul setiap waktu adalah keberhasilan. Bahkan di saat latihanpun adalah kenikmatannya, sudah dianggap sebagai bagian hidupnya, sebagai panggilan jiwanya. Atlit dan pecandu frekuensinya tidak bakalan bertemu, sepanjang profesi atlitnya adalah panggilan jiwanya bukan kompensasi pelariannya.
Ngebut itu bergerak dengan kecepatan tinggi. Maka jarak yang jauh bisa ditempuh dalam waktu yang relatif singkat.
Ini jaman modern. Maka siapapun harus bisa ngebut. Ngebut dalam tingkatkan kualitas diri. Ngebut dalam meraih prestasi. Ngebut dalam
lakukan kebaikan. Ngebut dalam mencapai target-target hidup. Ngebut mencari dan mendapat jodoh. Dan sebagainya.
Pengalaman saya memberi pelajaran. Ketika saya berleha-leha, ada dua resiko yang harus ditanggung. Pertama, biaya yang lebih mahal.
Kedua, hasil yang tidak optimal. Bayangkan, sudah lebih mahal, hasilnya pun tak optimal. Wah,…kerugian besar ini.
Nah, ada orang yang hidupnya tidak ngebut. Maka, mereka harus menanggung resiko ini. Biaya yang lebih mahal dan hasil tak optimal.
Biaya mahal dapat diartikan sebagai waktu yang terbuang percuma, kesempatan yang lewat begitu saja, selain tentu saja uang yang sudah
dikeluarkan. Hasil tak optimal berkaitan dengan kualitas hidup kita sekarang yang rendah. Tidak layak untuk potensi diri kita yang luar
biasa.
Maka bicara Indonesia, kita bicara negeri yang berleha-leha. Akibatnya, banyak biaya yang harus kita keluarkan dengan hasil yang tak seberapa. Energi habis untuk berdebat kusir, bukan bekerja keras. Anggaran negara habis untuk bayar utang, subsidi energi, dan biayai rutin, hanya sedikit yang untuk membangun. Sementara utang terus bertambah. Hasilnya? Kemiskinan dan pengangguran di tengah kekayaan alam yang luar biasa. Tragis…
Bicara ngebut, berarti:
- pertama harus bicara mencapai sesuatu yang penting. Kita tak mungkin mau ngebut kalau tak ada hal penting yang mau kita raih. Maka memiliki hal penting yang sangat bernilai untuk diraih menjadi keharusan hidup. Ada orang yang hal pentingnya mencukupi nafkah keluarga. Maka banyak orang rela berlelah-lelah untuk mendapatkannya. Itulah kepala keluarga. Bila anda guru, maka penting bagi anda untuk memastikan peningkatkan kualitas diri murid-murid anda. Anda yang pengusaha, harus mementingkan bisnis bisa menguntungkan agar semua karyawan tercukupi gajinya dengan cara yang jujur dan profesional. Dokter jelas harus mementingkan kesehatan pasiennya, bukan bayarannya saja. Artis harus mementingkan karya yang bermutu dan mendidik masyarakat. Ulama harus menempatkan ilmu, iman dan amal umatnya sebagai yang terpenting. Tentu dengan contoh dari sang Ulama. Pemimpin harus mementingkan semua rakyatnya – terutama yang paling bawah – agar makin sejahtera, cerdas dan beradab.
- Kedua, kita harus bicara waktu. Hal penting itu harus dicapai dalam waktu yang terbatas. Maka menghargai waktu – sebagai sumberdaya kita yang paling berharga – benar-benar harus dilakukan. Bila tidak, bukan hanya rugi, tapi kita juga celaka dan mencelakakan.
- Ketiga, kita harus bicara kecepatan. Cepat tapi tetap baik. Agar baik, maka aturan harus dipatuhi. Orang yang ngebut tapi tak patuh aturan biasanya akan berakhir pada keburukan. Ngebut harus masuk kerja pagi-pagi. Lampu merah diterobos. Tak melihat polisi mengamati di depan. Tilang pun diberikan. Sudah kehilangan waktu, harus bayar denda pula. Masuk kerja pun terlambat. Nah, dalam berbagai konteks, kecepatan harus diiringi dengan disiplin patuhi aturan.
- Keempat, kita harus bicara kekuatan. Kenapa? Karena kecepatan hanya bisa diraih dengan kekuatan. Orang lemah jelas lambat. Lambat
berpikir, lambat memutuskan, lambat bertindak, lambat mengevaluasi, lambat memperbaiki, dan lambat-lambat lainnya. Itulah sebabnya,
mengapa Tuhan senang pada orang kuat. Orang kuat bisa cepat melakukan segala sesuatunya.
- Kelima, kita harus bicara mengingat Tuhan. Hal-hal penting yang ingin kita raih, sesungguhnya adalah tugas dari Tuhan. Tuhan ingin kita mendapat hal-hal terbaik di dunia ini. Selain itu, ngebut itu ada resikonya. Maka untuk menangani resiko ngebut, Tuhan harus jadi sandaran.
Ketika resiko itu benar-benar terjadi, kita akan mudah bersabar menghadapinya. Kita malah bisa bersyukur untuk bangkit dan melaju kembali….
Semoga tulisan ini bisa jadi renungan, bahan evaluasi dan bermanfaat untuk kita semua.
Amiiin.
dari materi siaran di Radio Trijaya FM, kamis 10 maret 2011 jam 05.00 – 06.00
*) Pengusaha, Petani Ikan Lele dan Penulis. Tinggal di Depok. Setiap Kamis jam 05.00 – 06.00 mengisi acara Mutiara Pagi The Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM.
Kalau dilihat dari berbagai jawaban yg diterima atas pertanyaan “Apa yang Anda maksud dengan sukses”, (lihat bagian pertama), dapat disimpulkan bahwa umumnya orang melihat sukses itu sebagai sesuatu yang besar, yang diraih dalam jangka panjang. Atau paling tidak jangka menengah. Ini adalah kekeliruan yang perlu diluruskan.
Sukses tidak harus selalu dikaitkan dengan tujuan utama (TU) yang besar dan jangka panjang atau jangka menengah. Sukses juga bisa menyangkut TU kecil dan jangka pendek. Bahkan sangat pendek, misalnya mingguan, harian. Bahkan berdasarkan unit kegiatan, mungkin dalam hitungan jama atau menit. Inilah yang saya maksud dengan sukses-sukses kecil. Dan sukses kecil itu jangan sampai diremehkan. Mari kita lihat contoh berikut.
Jika Anda akan menghadiri suatu pertemuan, maka TU Anda sewaktu berangkat dari rumah adalah “sampai di tempat tujuan tepat waktu, dan dalam keadaan selamat”. TU kecil ini sering dilupakan orang. Akibatnya, sewaktu TU itu tercapai (dalam contoh Anda sampai ditempat pertemuan tepat waktu dan dalam keadaan selamat) Anda tidak menghargainya sebagai suatu kesuksesan. Padahal itupun adalah sukses yang harus dihargai dan disyukuri. Seyogyanya, begitu sampai ditempat pertemuan, Anda bergembira dengan “sukses kecil” tersebut. Dan yang terpenting SYUKURI. Karena bagi siapa yang pandai bersyukur , Tuhan akan menambah nikmatnya. (lihat QS Ibrahim; 14 : 07)
Sukses-sukses kecil ini terjadi hampir setiap saat disepanjang hari. Tetapi kita sering meremehkannya. Akibatnya, kita lupa bersyukur, dan “sense of success” tidak bertumbuh kembang dalam kesadaran kita. Ini akan berpengaruh tidak baik terhadap pencapaian sukses besar/jangka panjang.
Tetapi tunggu dulu. Betulkah Anda sukses, pada saat Anda sampai ditempat pertemuan, tepat waktu dan selamat? Sepanjang dikaitkan dengan pencapaian TU, ya, jelas. Tetapi dikaitkan dengan pengertian sukses secara lengkap, seperti yang dikemukakan dalam tulisan terdahulu, masih perlu dilihat lagi, apakah dalam mencapai TU (kecil) tadi Anda tidak mengganggu hak orang lain (HOL)? Misalnya karena Anda tidak mau terlambat, Anda telah menyerobot lampu merah, atau mengambil jalan orang lain. Berarti Anda mencapai TU dengan mengganggu HOL. Berarti Anda belum sukses. Anda baru mencapai tujuan, tetapi dengan melakukan (maaf) kezholiman. (lihat QS Ibrahim; 14 : 42)
Andaikan dalam perjalanan Anda memang tidak ada mengganggu HOL, bahkan Anda menghormatinya, maka barulah Anda sukses. Namun itu juga masih merupakan sukses kelas rendah. Kenapa? Karena ada satu hal lagi yang perlu ditanyakan. Apakah sepanjang perjalanan itu Anda ada berbuat baik kepada orang lain (BOL)? Misalnya bersedekah kepada pengemis yang dijumpai. Atau tersenyum kepada pejalan kaki yang Anda dahulukan. Maka bersyukurlah. Karena dalam waktu 20, atau 30, atau mungkin 60 menit yang Anda pergunakan untuk mencapai TU (kecil), Anda telah mencapainya tanpa mengganggu HOL, dan malah sudah berbuat baik kepada orang lain (BOL). Ini baru sukses. Sukses, walaupun dalam mencapai TU kecil.
(Sampai disini, saya mengajak Anda untuk berhenti sejenak. Duduklah dengan tenang, ambil nafas yang dalam. Kemudian silakan Anda merenungkan contoh-contoh lain dalam keseharian Anda. Saya yakin sangat banyak sukses-sukses kecil dalam kehidupan Anda, yang terlupakan, dan tidak disyukuri).
Akumulasi sukses-sukses kecil tersebut akan memberi dampak sangat positif dalam usaha Anda mencapai sukses yang lebih besar. Sense of success akan bertumbuh kembang dalam kesadaran Anda. Rasa percaya diri akan meningkat. Dan yang tak kalah pentingnya, Anda telah mengumpulkan tiga kebaikan (bersusah payah mencapai tujuan, tidak berbuat kezholiman, dan berbuat kebaikan) dalam satu kegiatan. Dan betapapun kecilnya kebaikan itu, percayalah bahwa Tuhan mengetahui, mencatat, dan akan memberikan imbalan. (lihat QS Al-zalzalah; 99 : 07).
Dampak positif lain yang akan Anda peroleh dalam sukses kecil tersebut adalah Anda akan menjadi terbiasa dengan kesuksesan. Sense of success akan terekam dalam alam bawah sadar Anda. Dan pada waktunya akan mempengaruhi Anda secara positif. Karena sukses sudah menjadi kebiasaan bagi Anda. Sukses sudah menjadi bagian integral dari kepribadian Anda. Artinya Anda adalah pribadi yang terbiasa sukses. Dan karena sukses sudah menjadi kebiasaan bagi Anda, maka insyaallah tidak ada kesulitan dalam mencapai sukses-sukses lainnya yang lebih besar.
Dengan uraian singkat ini, dan contoh yang sederhana, saya harap Anda bisa memahami, bahwa sukses-sukses kecil jangan diremehkan. Bahkan kita bisa berkata: raihlah sukses besar dengan melakukan sukses-sukses kecil setiap hari, setiap saat. Bagaikan membangun rumah gedung bertingkat, dengan menyusun bata-bata kecil. Bagaikan membuat sehelai sarung dengan menenun benang satu persatu.
Kini giliran Anda untuk menentukan sukses-sukses kecil apa yang akan Anda capai setiap hari. Silakan ditentukan sendiri, dan diniatkan untuk mencapainya, serta berusaha mencapainya.
Selamat membangun kebiasaan sukses. Dan selamat menjadi pribadi yang sukses. Insyaallah. (SYB)
—
PS: Bilamana Anda menginginkan latihan-latihan ringan untuk menumbuhkan sense of success, penulis dengan senang hati akan mengirimkan lewat e-mail. Silakan dihubungi sybermawan@gmail.com
*) Bagian kedua dari dua tulisan yang ditulis berdasarkan bahan diskusi PDF (Palanta Discussion Forum) Sabtu tanggal 29 Januari 2011 di Depok
Siapa sih yang tidak mau sukses? Kesuksesan adalah dambaan banyak orang. Tetapi kalau ditanya lebih lanjut “Apa yang Anda maksud dengan sukses”, maka dapat dipastikan jawabannya akan berbeda-beda. Di berbagai kesempatan yang saya hadapi, jawaban yang pernah diterima antara lain adalah: Karier meningkat dengan mulus / Tercapai cita cita / Kaya raya / Memiliki usaha sendiri / Tinggal di rumah milik sendiri / Punya uang banyak, dan bisa membantu orang lain / Usaha berkembang, dan bisa membuka cabang diberbagai tempat / Punya bengkel motor dan toko spare parts / Punya kebun kelapa sawit milik sendiri / Punya studio design graphis / Punya klinik / Bisa keliling dunia / Usaha berkembang, dan punya banyak outlet. Dan masih banyak lagi berbagai jawaban yang dikemukakan.
Semua jawaban itu tentu saja benar, tidak ada yang salah. Karena ukuran atau kriteria sukses bagi setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan cita-cita dan keinginannya. Tetapi apakah pengertian SUKSES itu?
Bagi sebagian orang sukses berarti berhasil mencapai cita-cita, sampai ke tujuan, atau mendapatkan apa yang diinginkan. Tetapi apakah setelah mencapai/mendapatkan segalanya itu akan mendatangkan kepuasan atau kebahagiaan hidup? Belum tentu juga. Saya cenderung berpendapat bahwa orang yang berhasil mencapai cita-cita atau memperoleh apa yang diinginkannya belum tentu secara otomatis akan menikmati kesuksesannya dengan bahagia.
Napoleon Hill, penulis kondang , yang bukunya “Think and Grow Rich” menjadi best seller yang mendunia, memberikan dua pengertian sukses dalam bukunya “Law of Succes. The Greatest Success Book Ever Written”. Pengertian pertama yang diberikan oleh Napoleon Hill yang bersifat umum adalah “Success is very largely a matter of adjusting one’s self to the ever-varying and changing environment of life, in a spirit of harmony and poise”. Sedangkan pengertian kedua yang dikemukakannya agak lebih teknis yaitu: “Success is the attainment of your Definite Chief Aim, without violiting the rights of other people”.
Kita bisa melihat benang merah dari kedua pengertian tersebut. Dalam pengertian yang pertama, sukses dihubungkannya dengan HARMONY & POISE. Sedangkan dalam pengertian kedua, selain mencapai DEFINITE CHIEF AIM, sukses juga harus WITHOUT VIOLITING THE RIGHTS OF OTHER PEOPLE.
Saya mengadopsi kedua pengertian tersebut, dan memahaminya lebih lanjut sebagai berikut:
Sukses tidak mungkin dicapai, atau tidak akan memberikan kebahagiaan, kalau kita tidak berupaya menjadi pribadi yang lentur, yang setiap saat bisa menyesuaikan diri, secara positif, dengan keadaan lingkungan yang selalu berubah,
Sukses tidak hanya sebatas tercapainya tujuan/cita-cita/keinginan utama, melainkan juga harus dilengkapi dengan syarat bahwa dalam mencapainya itu, kita tidak melanggar hak-hak dan kepentingan orang lain,
Namun saya ingin menambahkan satu point lagi, yaitu kesuksesan itu memberi manfaat kepada orang lain, BENEFITING OTHER PEOPLE.
Bagaimana dengan Anda? Anda bebas untuk sependapat atau berbeda pendapat. Silakan digali pemahaman lebih lanjut. Jangan sampai SUKSES yang hampir selalu diimpikan itu ternyata adalah ungkapan yang kabur maknanya.
Kini adalah giliran Anda untuk merinci lebih jauh apa pengertian dan kriteria Anda secara individual atas:
Flexibility
Harmony and Poise
Chief Aim
Other people’s right
Benefiting others.
Atau bahkan malah mau mengembangkan dan menggalinya lebih lanjut? Feel free to do it. Dan tidak ada salahnya kalau Anda pada waktunya nanti juga berbagai dengan teman lainnya.
Dengan pengertian sukses yang lebih lengkap itulah, kesuksesan baru bisa diharapkan mendatangkan kebahagiaan, tidak saja di dunia, tetapi juga di akhirat. INSYAALLAH.
Selamat berjuang mencapai sukses. (SYB)
*) Bagian pertama dari dua tulisan yang ditulis berdasarkan bahan diskusi PDF (Palanta Discussion Forum) Sabtu tanggal 29 Januari 2011 di Depok
33 Jurus Sukses Berbisnis Kala Masih Bekerja – Jangan main-main dengan Bisnis Sampingan
(buku yang diedarkan Desember 2011 oleh penerbit Tangga Pustaka – grup AgroMedia)
cover buku: 1/2 Karyawan 1/2 Bos
Harga buku: Rp 40.000 ,-
SEGERA dapatkan bukunya di toko-toko buku terdekat di kota anda. Atau pesan buku 1/2 Karyawan, 1/2 Bos dg kirim email ke: pelatihan@buyanur.com atau sms ke: 085 6166 4227, ongkos kirim Rp 10.000,- (P. Jawa), Rp. 15.000 (Luar Jawa) per buku
Tukul Arwana & buku 1/2Karyawan 1/2Bos
Endorsment untuk buku: 1/2 Karyawan, 1/2 Bos
Menjadi karyawan sekaligus boss? Kenapa tidak? Pelajari dan praktekkan strategi dan kiatnya di buku ini. Wujudkan impian anda sekarang juga!. – Badroni Yuzirman, Owner www.manetvision.com, Founder Komunitas TDA www.tangandiatas.com
Dalam pertemuan dan tukar pikiran dengan penulis, saya mendapat kesan kuat bahwa penulis adalah orang yang berani, semangat dan gigih. Ketiga hal tersebut menurut hemat saya adalah kualifikasi pokok bagi setiap calon pengusaha. Melalui buku ini penulis nampaknya ingin menularkan keberanian, semangat dan kegigihan itu. Inilah alasan utama kenapa buku ini perlu dibaca dan direnungkan oleh mereka yang masih ragu ragu untuk memulai bisnis secara mandiri. Saya percaya, begitu Anda “kerasukan roh” buku ini, Anda akan mengalami transformasi. Selamat “ketularan” dan selamat “menjadi bos”. – Syahril Bermawan, Mantan Konsultan GTZ (Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit), dan APRACA (Asia Pacific Rural and Agricultural Credit Association) untuk pengembangan usaha kecil dan mikro. Founder www.buyanur.com
Petuah dari kiai saya di gontor, ‘jangan puas jadi pegawai, tapi jadilah yang punya pegawai.’ Buku dari saudara noval ini adalah salah satu cara mengamalkan petuah kiai saya tadi. Bacalah dan punyalah pegawai’ – ahmad fuadi, penulis trilogi negeri5menara, www.negeri5menara.com
Dari dulu saya ingin sekali jadi boss, tapi selalu ragu, karena belum mengerti betul strateginya. Setelah membaca buku ini, saya merasa yakin, hal itu akan segera terwujud. – Gol A Gong, Direktur Gong Publishing, pendiri Taman Bacaan www.rumahdunia.net
WOWWWW ! Ada banyak pertanyaan dibuku ini yg akan MENANTANG untuk melihat DIRI Anda sekarang ini masih ORANG BIASA atau ORANG LUAR BIASA. Lalu didalam buku ini, ada langkah-langkah untuk menjadikan Anda jadi LEBIH dari LUAR BIASA. – Ali Akbar, follow @PakarSEO. Pendiri www.BISMAcenter.com, Komunitas OPTIMIZer Bisnis Indonesia.
Saat ini, uang banyak tidak menjamin kesejahteraan hidup, apalagi nggak punya uang. Makanya, jangan hanya bergantung pada satu sumber penghasilan, apalagi sumber yang disebut GAJI. Melaju lah dengan gigi dua, tiga atau empat di jalan raya kehidupan dengan menekuni karir sebagai bos. Baca tuntas buku ini, dan jalani kehidupan bebas hambatan! – Jay, de terrorist. Headmaster www.sekolahmonyet.com
BERBAHAYA!!! Banyak Perusahaan akan Kehilangan Karyawannya karena buku ini. Yup, karena Anda memutuskan untuk menjadi BOSS bagi Bisnis Anda sendiri! – dr.Andhyka P. Sedyawan, #1 Amazing Life Coach in Asia, Follow Me @TweetHEBAT, www.AkuHebat.com
“Siapapun bisa berbisnis. Asal memiliki keinginan yang kuat dan suka menghadapi tantangan. Yang pasti, berwirausaha harus dimulai dan dilakukan, bukan hanya sekedar keinginan. Buku Supardi Lee ini dapat memotivasi siapapun yg ingin berbisnis, apapun profesi mereka saat ini. – Guntur Subagja Mahardika, wirausaha, direktur utama GMN Corporation.
InsyaAllah siapapun yg membaca buku ini akan TERBAKAR & TERBANGKITKAN semangat nya untuk SEGERA menjadi PENGUSAHA..! Dengan menjadi PENGUSAHA anda akan BEBAS FINANSIAL, dan bisa lebih BERMANFAAT untuk lebih banyak Orang. Dapatkan PENCERAHAN dan PANDUAN nya DISINI! – Fahira Fahmi Idris (@fahiraidris), Nabila Parcel & Florist, Aries Shooting Club, Ketum Saudagar Muda Minangkabau, Ketum Gema Damai.
Membaca buku ini sama dengan mempersiapkan diri jadi Boss. Buku ini memperlihatkan betapa mudahnya menjadi Karyawan dan Boss di saat bersamaan, bisa jadi semudah kita nonton TV sambil santap makan. Bisa karena terbiasa. – Andrie Djarot (@andjrot), Presenter TV, MC, Abang Jakarta 2005.
Ada banyak kenikmatan yg bisa dirasakan ketika bisnis kita berhasil. Tak melulu soal uang. Lebih tinggi dari itu adalah kebebasan dan kepuasan batin. Menjadi bos untuk diri sendiri, adalah sesuatu yang layak dikejar daan diperjuangkan. Mari belajar dari buku ini. - Iim Fahima Jachja (@iimfahima), CEO Virtual Consulting, www.virtual.co.id
Kaya adalah kuasa. Dengan kekayaan anda dapat melakukan banyak hal. Sebaliknya miskin adalah beban. Kemiskinan adalah pembatas anda untuk melakukan apa yang anda sukai. Ali bin Abi Thalib, mengatakan bahwa kemiskinan itu ada di tepi jurang kekafiran (mendustakan Tuhan).
Buku ini mengulas 33 Jurus Sukses Berbisnis Kala Masih Bekerja:
1. Buat Keputusan Tegas <<== baca sebagian bab 1 disini.
15. Mencegah Konflik dengan Mitra Bisnis Strategis
16. Mendapatkan Mentor
17. Mendapatkan Lokasi yang Pas
18. Penting! Menetapkan Target Bisnis
19. Kuasai Teknis Teknologis
20. Titik-titik Kritis dalam Produksi
21. Memilih Supplier
22. Memasarkan Bisnis
23. Merek Harus Menjual
24. Promosi Efektif dengan Biaya Murah
25. Mengembangkan Bisnis
26. Menjadi Bos yang Disegani dan Disenangi
27. Menyelesaikan Masalah dengan Karyawan
28. Melayani sebagai Kesenangan dan Way of Life
29. Menangani Keluhan Pelanggan
30. Membuat Pelanggan jadi Setia
31. Jangan Repot dengan Keuangan
32. Mengatasi Bisnis yang Merugi
33. Menutup dan Mengganti Bisnis
Bisnis Sampingan
1. Bisnis sampingan dimiliki oleh satu atau beberapa orang karyawan. Selain itu, bisa juga ada pemilik bisnisnya yang bukan karyawan. Misalnya satu bisnis dimiliki oleh 5 orang. Tiga orang diantara mereka adalah karyawan di instansi / perusahaan lain. Satu orang fokus menangani bisnis tersebut. Satu orang lagi hanya setor modal.
2. Bila pemilik bisnis sampingan semuanya karyawan di instansi / perusahaan lain, maka bisnis sampingan tersebut harus dijalankan oleh orang lain (karyawan: direktur, manager, dsb).
3. Bisnis sampingan beda dengan pekerjaan sampingan. Bisnis sampingan dikerjakan oleh orang lain. Sedang pekerjaan sampingan dikerjakan oleh kita juga.
4. Tugas utama pemilik bisnis sampingan adalah mengambil keputusan-keputusan penting dan membuat sistem (aturan, petunjuk, standar, dsb) untuk bisnis sampingannya.
5. Bisnis sampingan harus dijalankan tanpa mencuri apapun (waktu, sumberdaya, jaringan, channel, pulsa telepon, energi, dsb) dari instansi / perusahaan tempat anda bekerja.
6. Meski ia sampingan, tapi bisnis ini harus dijalankan dengan serius. Bukan sekedar mengisi waktu, ikut tren, tambah aktivitas, dsb.
7. Bisnis sampingan dibangun untuk dibesarkan.
8. Bisnis sampingan harus menguntungkan (memberi tambahan penghasilan) untuk anda.
9. Bisnis sampingan dimulai dengan sebuah transparansi kepada perusahaan tempat anda bekerja baik pada atasan, bawahan atau mitra kerja. Jangan sembunyi-sembunyi.
Kenapa Anda Mesti Berbisnis Sampingan?
Ada karyawan berpikir : “Hidup saya sudah mapan. Penghasilan saya cukup. Untuk apa lagi saya berbisnis sampingan? Bikin pusing aja”.
Ada juga karyawan yang berpendapat : “Sudah bekerja keras begini saja, penghasilan kurang terus. Mana bisa berbisnis sampingan? Nggak ada modal. Nggak ada waktu”
Karyawan lain berkeinginan : “Pengen banget punya bisnis sampingan. Tapi kalau gagal gimana?”
Nah, pendapat anda yang bekerja sebagai karyawan tentang bisnis pasti macam-macam. Ada yang menganggap tak perlu. Ada yang menganggap tak mungkin. Ada yang ingin punya bisnis tapi merasa takut dan khawatir. Atau ada yang pernah mencoba dan gagal, lalu kapok dengan bisnis. Sebaliknya, mungkin ada yang mencoba dan sukses sampai sekarang. Dan, mungkin ada yang tak berpikir sama sekali tentang bisnis.
Sebetulnya, bagi karyawan sangat penting untuk berpikir tentang bisnis. Memutuskan untuk berbisnis. Berlatih untuk mulai berbisnis dan berjuang membesarkan bisnisnya. Tanpa mesti keluar dari pekerjaan yang sedang digeluti sekarang.
Maka membuka pikiran akan bisnis menjadi prasyarat utama. Jangan menilai dan memutuskan bisnis itu tak bagus, untuk anda, padahal anda belum cukup tahu tentang bisnis. Toh, membuka pikiran atas hal-hal baru pasti ada manfaatnya. Dan bukan tidak mungkin hal-hal baru tersebut justru bisa meningkatkan kualitas hidup anda dan memampukan anda untuk mewujudkan hal-hal yang anda dan keluarga anda inginkan.
Maka ada banyak alasan kenapa karyawan harus punya bisnis sampingan. Mari kita urai satu per satu.
1. Anda telah punya gaji untuk biaya hidup
Ada orang yang mulai berbisnis dari nol. Benar-benar nol. Artinya tanpa punya penghasilan. Pengangguran. Maka mereka harus berbisnis untuk dua hal. Pertama, memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari. Kedua, mengembangkan bisnis itu sendiri. Akibatnya, banyak yang berhasil untuk yang pertama, tapi gagal untuk yang kedua. Bisnisnya begitu-begitu aja.
Nah, untuk anda yang karyawan, anda pasti sekarang ini telah memiliki gaji. Jadi biaya hidup sehari-hari telah ada sumber pemenuhannya. Meski memang bervariasi. Ada yang cukup, berlebih atau kekurangan. Nah, satu sumber penghasilan ini, telah menjadi sebuah keuntungan, kan?
2. Anda telah terbiasa bekerja
Selama ini anda telah bekerja. Berarti anda telah punya budaya kerja. Kebiasaan kerja anda telah terbentuk. Maka anda telah terbiasa mentaati aturan. Disiplin. Mencapai target kerja. Fokus pada pekerjaan. Mengasah keterampilan. Punya jaringan luas. Dan sebagainya. Nah, semua hal ini keuntungan anda. Bedanya, bila selama ini kehebatan-kehebatan anda tersebut diarahkan hanya untuk tempat kerja, maka sekarang anda arahkan untuk membangun bisnis anda juga. Memang ada kemungkinan fokus anda terganggu. Tapi dengan cepat anda akan bisa menyesuaikan kondisi baru ini, tanpa ada yang dirugikan.
3. Anda memiliki keterampilan
Pekerjaan anda sekarang didapat karena anda telah memiliki keterampilan tertentu. Nah, keterampilan ini akan sangat berguna dalam membangun bisnis anda. Anda bisa membangun bisnis yang basisnya adalah keterampilan anda tersebut. Anda pasti pernah tahu ada orang yang bisnis rumah makannya sukses karena tadinya ia koki di sebuah restoran. Maka penambahan keberanian dan keputusan untuk berbisnis pada keterampilannya membuatnya sukses.
Maka sudah saatnya, keterampilan anda memberikan manfaat optimal bagi anda dengan membangun bisnis sampingan.
4. Anda Lebih Mudah dapat Modal Bisnis
Karyawan, karena mempunyai penghasilan tetap, dinilai memiliki kemampuan bayar pinjaman oleh bank. Maka sumber permodalan dari bank menjadi lebih mudah didapat.
Ada seorang yang saya kenal. Ia mempunyai beberapa bisnis sampingan. Toko bahan bangunan, sekolah, dan sebagainya. Ketika ditanya kenapa ia tak berhenti saja dari pekerjaannya, ia menjawab : “Nanti dulu. Karena saya karyawan, bank lebih percaya sama saya itu”
5. Anda Ingin jadi Bos
Sekarang ini, anda mungkin merasa (dan terbukti) lebih hebat dari bos anda sekarang. Anda sudah layak menjadi bos. Tapi karena anda berada di perusahaan punya orang lain, anda harus tunduk pada peraturan dan keputusan perusahaan. Karenanya, mungkin selamanya anda tak pernah bisa jadi bos. Nah, memiliki bisnis sampingan adalah langkah awal untuk wujudkan keinginan anda.
6. Anda butuh menambah penghasilan
Apakah sekarang ini gaji anda setiap bulan tidak cukup? Maka memiliki bisnis sampingan bisa menjadi solusi. Bisnis yang sesuai dengan kondisi anda. Bisnis yang tidak mempengaruhi pekerjaan anda sekarang. Bisnis yang bisa dibesarkan. Bisnis yang orang lain bisa menjalankannya untuk anda. Bisnis yang bisa memberikan tambahan penghasilan sekaligus tumpuan di masa depan.
7. Biaya hidup makin meningkat
Sekarang ini, kondisi ekonomi bisa berubah sewaktu-waktu. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi atau meniadakan subsidi membuat harga berbagai kebutuhan sehari-hari naik. Sementara gaji anda relatif tidak naik. Bila ini terjadi terus menerus, maka hidup anda akan makin sulit. Masih ingat ketika beberapa tahun lalu harga BBM naik? Apa yang terjadi dengan daya beli anda dan keluarga? Apakah harus lebih berhemat? Nah, sampai kapan berhemat itu bisa terus dilakukan?
Bisnis sampingan memungkinkan anda untuk mendapat penghasilan tambahan. Lebih jauh dari itu. Bisnis sampingan bisa membuat anda kaya raya.
8. Anda akan pensiun
Suatu saat nanti, anda akan pensiun. Berhenti bekerja. Memang anda akan dapat uang pesangon. Anda yang pegawai negeri akan dapat uang pensiun. Kira-kira cukupkah uang pesangon dan uang pensiun itu untuk memenuhi kebutuhan hidup anda sehari-hari? Kemungkinan besar tidak cukup itu. Memang, ketika anda pensiun, biaya hidup bisa turun, tapi bagaimana dengan biaya kesehatan?
Anda mungkin berpikir, anda bisa andalkan anak-anak anda. Ah,… realistis saja. Anak-anak anda mungkin anak-anak yang berbakti pada anda, tapi bukankah mereka juga sedang berjuang untuk memapankan kondisi keuangan mereka dan keluarga mereka juga? Kembali, bisnis sampingan bisa jadi andalan anda.
9. Kalau anda kena PHK bagaimana?
Gelombang PHK terjadi dimana-mana. Mungkin anda sekarang tidak kena. Tapi apakah ada jaminan di masa depan anda tidak kena PHK? Berat menjawabnya bukan? Nah, mumpung PHK itu masih jauh, anda harus menyiapkan diri. Untuk jaga-jaga. Persiapan yang penting sekali nilainya. Terutama pada saat anda membutuhkan sumber penghasilan.
Jadi, bila anda kena PHK, anda tak akan bingung. Anda toh sudah punya bisnis. Biaya hidup anda sudah tertolong oleh adanya bisnis sampingan ini. Kita semua berdoa anda tak kena PHK. Siapa orangnya yang mau di-PHK? Tapi sekali lagi, bila anda punya bisnis sampingan, kondisi anda pasti tak seburuk rekan kerja anda yang tak punya bisnis sampingan. Iya, kan?
10. Karena anda orang baik dan peduli
Anda orang baik dan peduli. Anda pasti merasa tersentuh melihat banyak saudara-saudara, tetangga, teman, dan kenalan yang mungkin tak punya pekerjaan. Kehidupan mereka susah. Mungkin, ada juga yang anak-anaknya tak bisa sekolah. Atau ada yang terpaksa harus lakukan pekerjaan haram.
Kondisi ini tak bisa dibiarkan. Sebenarnya, anda juga punya tanggung jawab sosial untuk atasi masalah ini. Maka memiliki bisnis sampingan adalah solusi hebatnya. Bisnis itu bisa beri banyak manfaat untuk anda. Juga bisa tolong mereka yang susah tersebut.
Nah, itu beberapa alasan kenapa anda harus berbisnis sampingan. Dengan manfaat yang sedemikian banyak, maka ambil keputusan segera untuk miliki bisnis sampingan. Jangan menunda-nunda sesuatu yang sudah jelas baik dan banyak manfaatnya. Penundaan atas hal-hal penting hanya akan membawa anda pada satu hal : penyesalan dan masalah besar.
Kenapa tidak membangun bisnis sampingan?
Berbagai keuntungan dan manfaat bisa kita dapat dari bisnis sampingan. Tapi kenapa banyak orang yang telah mengetahuinya tetap tak mulainya? Karena masih ada penghalang. Berbentuk keraguan. Kekhawatiran. Ketakutan. Ketidakpastian. Maka sangat penting untuk anda mengetahui penghalang anda itu. Lalu mencari dan melakukan solusinya. Maka manfaat dari bisnis sampingannya akan didapat.
Sama seperti kita naik mobil dari Jakarta ke Bogor. Di Bogor, banyak hal penting yang harus kita lakukan. Banyak manfaat yang ingin kita raih di sana. Tapi ternyata, ada sebatang pohon besar yang rubuh dan menghalangi jalan. Sementara, cuma itu satu-satunya jalan. Nah, apa yang akan kita lakukan?
Maka pilihan terbaik adalah menyingkirkan halangan tersebut. Pohonnya bisa digeser ke pinggir jalan sehingga mobil kita bisa lewat. Atau pohonnya dipotong-potong. Dan sebagainya. Pokoknya, pohon itu disingkirkan. Maka kita bisa melaju lagi menuju Bogor.
Bagaimana bila kemudian ada lubang-lubang? Kita kendalikan mobil untuk tidak terjerumus ke lubang. Kita pilih lalui lubang kecil agar bisa hindari lubang besar. Bagaimana bila lubang besarnya tak bisa dihindari? Maka mobil kita arahkan masuk lubang besar itu. Perlahan-lahan agar mobil tak rusak.
Nah, dalam bisnis banyak lubang. Lubang itu bentuknya masalah dan resiko. Ada resiko dan masalah kecil. Ada resiko dan masalah besar. Maka hadapi resiko dan masalah besar dan kecil itu butuhkan keyakinan dan keterampilan. Buku ini akan sangat bantu anda untuk menguatkan keyakinan dan menajamkan keterampilan. Hasilnya? Anda bisa lalui berbagai resiko dan dapatkan peluang. Anda dapat selesaikan masalah dan dapatkan pelajaran.
Berikut ini beberapa alasan kenapa seorang karyawan tak membangun bisnis :
1. Merasa telah Mapan
Anda merasa telah mapan. Gaji anda besar. Setiap bulan bisa menabung. Gaya hidup anda pun nyaman. Semua kebutuhan dan keinginan telah terpenuhi dengan cukup. Jadi untuk apa repot-repot berbisnis? Mungkin itulah sikap anda.
Bila keadaan anda telah mapan, maka pertanyaannya, sampai kapan? Bila anda sudah tak bekerja lagi (pensiun atau kena PHK) apakah kemapanan dan kenyamanan anda akan bisa terus anda nikmati?
Hidup mapan sesungguhnya adalah kondisi terbaik untuk memulai bisnis. Toh, hidup anda sudah cukup. Biaya hidup sehari-hari terpenuhi. Bahkan anda bisa nabung. Bukankah jadi sangat rasional dan masuk akal bila anda justru mulai bisnis sampingan untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan?
2. Tak Punya Waktu
“Pekerjaan saya sangat menyita waktu. Bagaimana bisa bisnis sampingan?” Nah, pikiran ini lah justru penghalangnya. Bisnis sampingan kan bukan anda yang lakukan secara teknis sehari-hari. Karyawan anda yang lakukan itu. Anda bertugas ambil keputusan-keputusan penting. Dan itu sangat tidak menyita waktu. Ingat, anda sedang bangun bisnis sampingan. Bukan pekerjaan sampingan.
3. Terlalu Fokus Kerja, tak Terpikirkan.
Karena fokus kerja, peluang bisnis sampingan memang tertutup. Nah, sekarang saatnya anda mulai pikirkan kelayakan yang lebih untuk anda dan keluarga. Memang, bila tak pikirkan, potensi besar akan kurang beri manfaat. Maka mulai buka pikiran akan bisnis sampingan. Buka berbagai kemungkinannya. Pelajari pula berbagai resiko dan masalahnya. Termasuk resiko dan masalah bila anda tak memulainya dari sekarang.
4. Peraturan Perusahaan tak Bolehkan.
Peraturan perusahaan tak bolehkan? Benar kah? Di sinilah letak pentingnya anda bekerja sama dengan orang lain. Perusahaan tentu tak bolehkan karyawannya gunakan waktu kerja untuk kepentingan pribadi. Maka gunakan lah waktu orang lain. Cari dan dapatkan orang kepercayaan untuk menjalankan bisnis sampingan anda. Sulit? Tentu saja sulit. Memangnya jaman sekarang, apa yang tidak sulit. Tapi yakin, anda akan bisa atasi berbagai kesulitan itu. Maka anda akan mengalami sebuah pengalaman puncak (peak experience). Ingat saja : kesenangan besar didapat karena anda atasi kesulitan besar. Bukan menghindarinya. Hadapi. Atasi.
5. Takut Gagal / Rugi
Ketakutan atas sesuatu yang asing, tak biasa dilakukan, wajar saja. Tapi kalau anda putuskan mundur, wah….rugi anda. Kenapa? Karena sebenarnya anda punya kesempatan untuk atasi ketakutan itu. Dan karena anda akan kehilangan kesempatan emas. Iya kan?
Buku ini akan terangkan sumber ketakutan anda itu. Juga cara mengatasinya. Asyik kan?
6. Pernah Gagal
Atau anda pernah coba berbisnis dan gagal? Lalu kegagalan itu menghantui anda? Membuat anda takut gagal lagi? Memang gagal itu menyakitkan. Nah, yang banyak orang tak tahu adalah : Kegagalan itu bukan hanya menyakitkan, tapi juga (bisa) menguatkan. Maka ambillah kekuatan dari kegagalan. Bukankah anda menjadi rugi dua kali bila sudah gagal jadi lemah pula. Salah satu faktor kenapa orang jadi sukses adalah karena mereka menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih bijak, lebih sabar, lebih terampil setelah gagal. Maka, bila selama ini kegagalan melemahkan anda, maka sekarang lah saatnya untuk ambil manfaat darinya. Ambil keuntungan dari kegagalan. Maka anda tetap tidak suka akan gagal, tapi sekarang, anda siap menghadapinya.
7. Tak punya ilmu / keterampilan bisnis
Bisnis memang beda dengan kerja sebagai karyawan. Menjadi karyawan butuh satu keterampilan khusus. Bila anda ahli keuangan, ya sudah cukup. Tak perlu jadi ahli marketing. Dalam bisnis, anda butuh beberapa keahlian. Terutama keuangan. Marketing. Produksi. Kepemimpinan.
Keterampilan-keterampilan itu bisa dipelajari dan dikuasai. Prosesnya juga sesuai dengan kondisi anda. Nah, bisnis yang anda bangun adalah lahan yang paling pas untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan tersebut. Belajar dari buku, seminar, training, bertanya pada ahlinya, mentor, internet dan sebagainya pun bisa dilakukan. Jadi, karena sumber keterampilannya banyak, maka sebenarnya tak beralasan bila masalah ilmu / keterampilan ini jadi hentikan niat mulia anda bangun bisnis sampingan.
8. Tak Punya Pembimbing
Guru saya mengatakan : “Ketika murid siap belajar, guru akan berdatangan”. Kenapa bisa begitu? Ya, karena murid yang siap belajar pasti akan mencari guru. Dalam bisnis, guru / pembimbing penting. Mereka adalah orang-orang baik yang siap ajari kita. Kegagalan dan kesuksesan mereka di masa lalu penting sebagai pelajaran. Karena kita tak senang dan akan rugi kalau gagal, maka bila ada orang lain yang telah alami kegagalan itu, maka kita tinggal belajar darinya.
Saya membangun bisnis budidaya lele Sangkuriang dibimbing oleh Pak Nasrudin. Beliau telah lama bergelut di lele. Detail-detail ilmu lele beliau paham. Maka ketika saya belajar pada beliau, bisnis saya relatif lancar. Berbagai masalah bisa diatasi. Beliau bahkan siap membantu saya di sisi teknis produksi. Juga di sisi pemasaran dan berbagai sisi bisnis lele lainnya.
Saya menyebut hal ini sebagai “melipat waktu”. Kenapa? Karena saya bisa belajar banyak dengan sangat cepat, biayanya relatif kecil, dan kegagalan yang juga kecil.
9. Merasa tak Berbakat
Ada pandangan bahwa bisnis harus ada bakat. Pandangan ini menurut saya benar. Dengan ada bakat, maka bisnis bisa dipelajari dan dijalankan dengan baik. Hal yang banyak orang tidak tahu atau ragu adalah bahwa semua orang sebenarnya punya bakat bisnis. Saya bahkan yakin, semua orang sebenarnya punya bakat untuk jadi apapun. Bagaimana dengan anda?
10. Tak Punya Modal
Bisnis butuh modal? Tentu saja. Sebesar atau sekecil apapun modal yang dibutuhkan. Tinggal bagaimana kondisi kita. Bila kita mungkin untuk memulai bisnis dengan modal, ya silakan mulai. Bagaimana bila tak punya modal? Maka jangan mulai segala sesuatu dari hal yang kita tak punya. Bila kita tak punya modal, lalu mensyaratkan mulai bisnis harus punya modal dulu, maka kapan mulainya? Ini kekeliruan banyak orang. Memulai sesuatu dari yang tak ada.
Maka guru saya, Pak Wahyu Saidi mengajarkan : “Mulai lah dari yang ada”. Yang ada apa? Keinginan? Mulai saja. Bila tak punya modal, silakan jadi marketer bagi bisnis orang lain dulu. Agen penjual ikan lele saya, Pak Hari, bisa punya bisnis tanpa modal. Ia membeli lele saya dengan pembayaran tempo satu atau dua hari. Lho, koq tempo? Iya, karena ia harus menjual lele itu ke pasar dulu. Terjual, baru bisa bayar saya. Pake modal? Relatif tidak kan?
Tidak ada orang yang suka berbuat kesalahan. Namun jika anda ingin melewati hidup dengan baik, maka tidak ada jaminan bagi anda untuk tidak melakukan kesalahan. Jika anda dapat belajar dari kesalahan dengan tepat, maka anda akan mendapatkan bahan bakar baru untuk maju kedepan.
Anda harus menyadari bahwa kesalahan adalah bagian yang penting dalam pengembangan diri. Jangan termenung terus dengan rasa bersalah dan penyesalan, pelajari bagaimana anda dapat belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.
1. Minta Maaf dengan Tulus dan Sungguh-sungguh
Jika anda telah melakukan kesalahan yang menyakiti/membahayakan orang lain, sangat penting bagi anda untuk segera meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Pastikan bahwa itu adalah betul-betul suatu kecelakaan yang tidak akan terulang. Permintaan maaf yang baik akan mengembalikan tingkat kepercayaan orang tersebut pada anda.
Sebaliknya, jika anda tidak meminta maaf, maka kemungkinan besar orang tersebut akan menyerang anda.
Akan sangat efektif jika anda meminta maaf secara pribadi dibandingkan lewat surat atau email. Namun, begitu anda telah mendapatkan maaf, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama lagi, karena itu adalah suatu kekonyolan dan sangat menjengkelkan. Segera perbaiki tindakan-tindakan anda.
2. Jangan Menjadi Seorang Yang ’Perfectionist’
Jika anda menjalani hidup dengan ketakutan untuk melakukan kesalahan, maka anda akan menghabiskan hidup anda dengan tidak melakukan apa-apa. Bukan masalah jika anda melakukan kesalahan, karena sekali lagi itu adalah bagian penting dari hidup agar anda terus maju. Semakin banyak tanggung jawab yang anda pikul, kemungkinan anda melakukan kesalahan pun semakin sering.
Jika anda selalu ingin merasa semuanya sempurna, selalu ingin menghindari kesalahan-kesalahan sekecil apapun, hal itu lama kelamaan akan membentengi diri anda secara psikologi dan anda menjadi tidak berani dalam mengambil resiko.
3. Jangan Membuang Waktu Dengan Mencari Pembenaran
Kita manusia mempunyai sifat alami untuk mencari pembenaran atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Ketika kita melakukan kesalahan, rata-rata reaksi pertama kita adalah menyalahkan orang lain.
”Ya, saya telah menabrak mobil di depan saya, tapi itu adalah karena teman saya yang selalu mengajak saya bergosip sehingga konsentrasi saya terpecah…”
”Saya tidak dapat menyelesaikan tugas sesuai jadwal karena komputer saya mengalami gangguan …”
Perlu anda ketahui, ketika kesalahan telah dibuat, atasan anda sama sekali tidak tertarik dengan pembenaran-pembenaran yang anda buat. Kita mencari pembenaran karena ego kita yang tinggi. Kadang-kadang, hal terbaik yang perlu diucapkan, sangat sederhana : ”Ya, saya telah melakukan kesalahan.”
4. Pahami Mengapa Kesalahan Tersebut Dapat Terjadi
Kesalahan-kesalahan dapat terjadi karena berbagai macam kesalahan. Untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama dua kali, anda harus memahami akar permasalahannya.
Sebagai contoh, anda seringkali berbicara dengan nada cepat dan marah; sering anda mengeluarkan kata-kata yang kurang baik. Anda harus mencari tahu apa yang menyebabkan anda marah pada saat itu. Mungkin anda merasa sangat lelah atau kepala anda sedang sakit. Jika anda melakukan kesalahan karena anda begitu lelahnya, cobalah untuk tidak tidur sampai larut malam. Jika anda merasa stress, carilah jalan untuk membuat anda relax.
5. Hindari Mengulang Kesalahan Yang Sama
Anda harus menghindari perasaan bersalah yang terus menerus karena telah berbuat kesalahan, namun pada saat yang sama, anda harus mencari jalan pemecahan dan melakukan tindakan perbaikan. Jika anda mengulang kesalahan yang sama, hal tersebut menunjukkan bahwa anda tidak mengalami suatu kemajuan dan menyebabkan kerugian/penderitaan yang berulang.
Seringkali kesalahan disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Untuk mencegah kesalahan yang sama berulang, anda harus menghapuskan kebiasaan buruk tersebut. Hal ini memang tidak mudah dan membutuhkan usaha ekstra untuk merubah kebiasaan. Bagaimanapun, semakin cepat anda bisa merubah kebiasaan buruk tersebut, semakin cepat anda menghindari melakukan kesalahan yang sama.
6. Kesalahan Adalah Kesempatan Untuk Belajar
Dari kesalahan-kesalahan yang telah anda buat, tentu saja anda akan semakin berkembang dan bijak. Kesalahan-kesalahan, dalam hubungannya dengan keberanian mengambil resiko, merupakan sesuatu yang krusial untuk kesuksesan anda. Hal yang terpenting adalah melihat kesalahan sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi dan kehidupan yang lebih baik.
Tidak perlu gengsi untuk meniti karir dari posisi paling bawah. Karena mereka berani bermimpi meraih posisi lebih tinggi. Contohnya, seorang loper koran bermimpi mempunyai penerbitan nantinya. Dengan bermimpi disadari atau tidak mereka akan berusaha atau mencari strategi untuk mewujudkannya.
2. BEKERJA DAN BEKERJA…
Orang Tionghoa berpendapat apabila ia tidak melakukan hal yang berguna untuk dirinya atau orang lain maka hidupnya akan sia-sia. Waktu dan kesempatan adalah suatu kemewahan yang pantang disia-siakan.
3. BERPIKIR UNTUK 3 TURUNAN…
Ini adalah falsafah Kong Fu Cu, contohnya apabila seorang mempunyai uang Rp 50.000,- maka ia hanya akan menggunakan Rp 15.000,- untuk keperluan pribadinya. Sisanya akan disimpan untuk keperluan anak dan cucu. Dengan bersifat hemat bisa mengantisipasi masalah di kemudian hari.
4. TAK PERNAH MENYERAH…
Orang Tionghoa percaya bahwa setiap rintangan dalam hidup akan membawa dirinya pada kondisi yang lebih baik. Cobaan yang berhasil dilewati akan mendapat ganjaran yang lebih besar.
5. MENGUASAI BISNIS DARI HULU KE HILIR…
Seorang pengusaha Tionghoa akan menghemat biaya produksi dengan menangani seluruh proses produksi. Memang ilmu ini rawan praktek monopoli tapi bisa di ambil positifnya yaitu kita harus bisa mengenal dan menguasai seluruh pekerjaan yang digeluti.
6. MEMBERI PELAYANAN YANG TERBAIK…
Pepatah Tionghoa berbunyi “JIKA TAK PANDAI TERSENYUM JANGANLAH MEMBUKA TOKO”. Kira-kira maksudnya adalah dalam berkarir atau berbisnis kemampuan kerja bukanlah yang utama,tetapi juga harus mampu membawa diri dalam berbagai situasi.
7. MEMELIHARA RELASI…
Menurut pepatah Tionghoa “WALAU BERISIK DAN MEMBUANG KOTORAN DIMANA-MANA, JANGANLAH MENYEMBELIH ANGSA BERTELUR EMAS”. Ibarat memelihara angsa bertelur emas,hubungan dengan relasi wajib dijaga walau merugi pada awal berpartner. Terapkan 7 kunci sukses ini. Hindari sirik & jauhi sabotase bisnis orang.
Sukses tercapai oleh sebuah pola sederhana. Siapapun yang bisa menjalankan pola ini, maka sukses jadi niscaya. Siapa yang cepat menjalankan polanya, suksesnya pun diraih cepat. Kondisi awal, memang berpengaruh, tapi tidak lebih menentukan dari proses menjalankan polanya. Orang miskin dan orang kaya lebih cepat mana meraih sukses? Bila hanya menghitung kondisi awal, maka orang kaya jawabannya. Tapi penentunya bukan kondisi awal, tapi proses menjalankan polanya. Orang miskin yang lebih cepat menjalankan pola sukses dari orang kaya, akan meraih sukses lebih cepat pula.
Nah, bagaimana pola sukses itu? Ada 5 tahap yang membentuk pola sukses, yaitu:
1.Keyakinan Diri yang Positif
Segalanya berawal dari sini. Ini citra diri anda. Self image. Ini berkaitan dengan bagaimana anda meyakini diri anda sendiri? Apakah anda manusia yang dilahirkan untuk sukses atau untuk gagal? Anda orang baik atau orang buruk? Anda ganteng / cantik atau buruk rupa? Anda layak kaya atau layak miskin? Anda merasa sebagai orang kelas bawah, kelas menengah atau kelas atas? Ketika berhadapan dengan orang lain, anda merasa diri anda di atas, sejajar atau di atasnya? Juga berkaitan dengan anda merasa diri anda pengikut yang baik atau pemimpin yang hebat? Merasa punya semua bakat dan potensi yang dibutuhkan atau tidak?
Nah, kesuksesan diawali dari keyakinan positif atas diri sendiri. Anda yakin anda dilahirkan untuk sukses. Anda orang baik. Anda ganteng / cantik. Anda layak kaya dan menjadi orang kelas atas. Anda percaya diri berhadapan dengan orang lain. Tidak rendah diri. Tidak juga sombong. Anda layak menjadi pemimpin hebat. Anda pun yakin sekali anda dianugerahi bakat dan potensi yang cukup untuk meraih sukses yang anda inginkan.
Kenapa ini penting? Karena hanya orang yang yakin bahwa dirinya layak sukses yang akan meraih sukses itu. Iya kan?
2. Melakukan Keharusan.
Langkah kedua adalah melakukan keharusan. Dari keharusan yang mendasar dan sederhana sampai melakukan keharusan yang sulit dan rumit. Keharusan – yang paling sederhana sekalipun – biasanya tidak menyenangkan. Tapi sangat baik bila dilakukan.
Keharusan ini bersifat seperti imunisasi. Bayi harus diimunisasi. Ini sebuah keharusan. Sakit rasanya, tapi menguatkan. Sedih melihatnya, tapi harus melakukannya. Resiko lebih besar harus ditanggung bila keharusan ini tak dilakukan.
Setiap orang harus bangun pagi-pagi. Setiap orang harus berolahraga. Setiap orang harus makan makanan sehat dan bergizi. Setiap orang harus bisa mengurus dirinya sendiri. Setiap orang harus bisa berpikir. Setiap orang harus bisa memecahkan masalah. Setiap orang harus terus belajar. Itulah beberapa keharusan yang mendasar.
Bila anda karyawan, anda harus disiplin. Taat aturan. Betapa pun aturan itu membuat anda kesal. Bila anda pebisnis, anda harus punya nilai lebih. Betapa pun sulitnya memiliki nilai lebih itu. Bila anda atlet, anda harus keras berlatih. Meski itu melelahkan.
Nah, bisakah anda meraih sukses bila anda tak bisa melakukan keharusan anda? Tidak!!! 100% tidak bisa sukses.
3.Membentuk Kebiasaan Positif.
Langkah ketiga adalah hasil langkah kedua yang benar-benar jelas, terus dilakukan berulang-ulang secara konsisten. Setiap orang harus bangun pagi. Maka pagi bisa berarti pukul empat, lima, enam, tujuh, delapan atau bahkan sembilan. Bila anda bangun tidur pukul empat di hari Senin, pukul tujuh di hari Selasa, pukul lima di hari Rabu, pukul delapan di hari Kamis, maka anda baru melakukan keharusan. Keharusan anda belum menjadi kebiasaan. Ketika anda secara konsisten – setiap hari – bangun pukul empat, itulah kebiasaan. Sebuah kebiasaan positif harus benar-benar jelas.
Ketika melihat orang kecelakaan, anda sigap membantu. Anda melakukan keharusan anda. Tapi hal ini tak terjadi setiap hari, kan? Maka ini bukan kebiasaan. Mematikan lampu yang tak digunakan adalah keharusan. Selalu mematikan lampu yang tak digunakan adalah kebiasaan. Nah, keharusan dan kebiasaan dibedakan oleh satu kata saja : selalu. Satu kata yang benar-benar sangat menentukan.
Keyakinan positif, Melakukan keharusan dan Membentuk kebiasaan positif adalah fondasi sukses anda. Ia seperti batu, pasir dan semen dalam fondasi rumah. Salah satu kurang, fondasi tak kuat. Rumah tak bisa dibangun di atas fondasi yang rapuh. Sukses pun begitu. Hanya bisa diraih bila fondasinya kuat.
4.Membentuk Kebiasaan Produktif
Kebiasaan produktif berbeda dengan kebiasaan positif. Kebiasaan positif berarti tidak negatif, tidak merugikan, dan menyenangkan, tapi tidak menghasilkan kemajuan secara langsung. Kesuksesan diraih secara langsung oleh kebiasaan produktif.
Membaca buku itu positif. Apakah produktif? Tidak. Menulis buku lah yang produktif. Hasilnya jelas sebuah buku. Anda mungkin berpendapat, membaca buku kan menghasilkan pengetahuan. Jadi ada hasilnya. Ada produknya. Anda benar. Tapi produknya masih di tahap mental, bukan fisikal. Maka bila baru di tahap mental, belum bisa dikatakan produktif. Secara mental, anda bisa sangat paham tentang penjualan. Produktif? Belum. Jadi produktif bila anda telah menjual sesuatu. Dan sesuatu yang anda jual itu ada yang beli.
Apakah ini membuat produktif lebih penting dari positif? Jelas tidak. Anda akan sangat sulit untuk bisa produktif, bila anda tidak positif.
5. Berkompetisi.
Kebiasaan produktif akan menghantarkan anda pada sukses. Tetapi untuk bisa bertahan dalam kesuksesan, anda harus siap dan mampu berkompetisi. Tanpa ini, sukses hanya sekejap. Orang sukses adalah orang yang senang berkompetisi. Bersemangat ketika ada saingan. Terpacu ketika ada lawan. Tetap rendah hati ketika menang. Segera bangkit ketika dikalahkan. Maka keyakinan, pelaksanaan keharusan, kebiasaan positif dan kebiasaan produktif benar-benar diuji. Inilah ujian sebenarnya dari sebuah kesuksesan.
Meraih sukses sulit. Mempertahankan kesuksesan jauh lebih sulit. Maka sadari lah bahwa semua kesulitan itu memang sebuah kelayakan untuk orang hebat seperti anda. Iya kan?
Sukses menjadi topik yang banyak dibicarakan manusia modern. Maka berbagai buku, seminar, training, workshop dibuat untuk membantu kita meraih suskes. Dari berbagai buku, seminar, training, workshop dan pengalaman saya sendiri, saya menyimpulkan ada lima kualitas hebat yang menghantarkan siapapun pada kesuksesan.
Lima kualitas tersebut yaitu:
1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)
2. Risk Taker (Pengambil Resiko)
3. Problem Lover (Pencinta Masalah)
4. Team Work Player (Pekerja Tim)
5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)
Mari kita bahas satu per satu.
1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)
Sukses diawali oleh peluang. Itu sebab mengapa peluang menjadi penting. Tak ada peluang, tak ada kesuksesan. Bila anda merasa tak punya peluang untuk sukses, maka anda benar. Anda tak bisa sukses.
Opportunity maker adalah kualitas anda yang bisa menciptakan peluang. Anda tidak menunggu peluang datang. Anda mencarinya. Anda bahkan menciptakannya. Maka kejelian melihat situasi dan kondisi, baik yang dekat maupun yang jauh, menjadi faktor penting. Apapun yang anda ketahui bisa menjadi peluang.
Orang baik adalah peluang. Demikian pula orang tidak baik. Situasi aman adalah peluang. Sama dengan dengan situasi bahaya. Kekayaan dan kemiskinan, keduanya adalah peluang. Orang Baduy yang tak menggunakan sepatu adalah peluang besar industri sepatu. Orang Jakarta yang telah bersepatu juga peluang besar industri sepatu. Maka bukan situasi dan kondisinya yang menentukan, tapi bagaimana anda melihat bagian dari situasi dan kondisi itu yang bisa dijadikan peluang bagi kemajuan anda.
2. Risk Taker (Pengambil Resiko)
Kualitas ini menjadi penting agar peluang yang telah ada benar-benar bisa dimanfaatkan dan memberikan keuntungan nyata bagi anda. Kenapa? Karena dibalik setiap peluang ada resiko. Maka hanya bagi anda yang siap menerima resiko lah yang layak mendapat keuntungan dari peluang tersebut.
Resiko adalah potensi terjadinya masalah, hambatan dan kegagalan. Anda bisa masuk ke Baduy untuk jualan sepatu. Peluangnya besar. Tapi resikonya pun besar. Anda harus mengedukasi orang Baduy untuk menggunakan sepatu. Hanya anda yang mau mendidik orang Baduy untuk menggunakan sepatu, yang layak atas peluang bisnis sepatu bagi orang Baduy yang tadinya tak menggunakan sepatu. Anda bisa juga jual sepatu di Jakarta. Maka anda harus siap bersaing dengan pebisnis lainnya. Hanya anda yang siap bersaing yang bisa jualan sepatu di Jakarta.
3. Problem Lover (Pencinta Masalah)
Peluang sudah ada. Kesediaan dan kesiapan menanggung resiko telah OK. Maka ketika resiko itu telah benar-benar terjadi, anda harus menjadi pencinta masalah. Anda tidak menghindari masalah. Anda tidak sekedar menyelesaikan masalah. Anda mencintai masalah. Anda sadar bahwa masalah adalah pemungkin kesuksesan anda. Anda yakin atas satu hal : “My problem is so big, but it never big enough to stop me” . Maka anda selalu menjadi manusia yang lebih besar dari masalah yang anda hadapi. Masalah tidak membuat stress. Masalah justru membuat anda bersemangat luar biasa. Masalah tidak menakutkan bagi anda. Anda akan merasa tertantang untuk selalu menghadapi masalah yang membesar dari waktu ke waktu.
4. Team Work Player (Pekerja Tim)
Anda manusia hebat. Bukan karena anda bisa mengerjakan semua hal. Tapi karena anda bisa bekerja sama dengan orang lain. Kualitas sebagai team work player sangat penting bila anda ingin sukses dalam waktu yang cepat. Masalah yang terjadi bisa diselesaikan lebih cepat karena diselesaikan secara tim. Anggota tim hanya menyelesaikan bagian masalah yang menjadi keahliannya.
Berjuang mencapai sukses sendirian sebuah pilihan tragis. Waktu yang dibutuhkan sangat lama. Dalam rentang waktu yang lama itu, begitu banyak tekanan, masalah, kesedihan, dan kegagalan yang menggoda untuk berhenti berusaha. Dan ketika sukses itu diraih, anda tak punya waktu lagi untuk menikmati kesuksesan yang anda perjuangkan itu. Tragis bukan?
Karenanya jadilah team work player. Jadilah hebat di satu atau beberapa bidang saja. Serahkan bidang-bidang lain pada orang-orang yang anda percayai dan memang hebat di bidang itu. Maka kemajuan pun diusahakan bersama. Anda pun bisa menikmati kesuksesan bersama-sama dengan teman-teman anda. Dan itu lebih nikmat dibanding menikmati sukses sendirian.
5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)
Persaingan adalah keniscayaan. Anda senantiasa bersaing dalam meraih sukses. Maka hanya bagi anda yang siap bersaing lah yang layak meraih sukses. Bila anda tak bersedia bersaing, anda tak layak untuk sukses.
Dalam bersaing memang ada kemungkinan kalah bersaing. Itu resiko yang harus ditanggung. Dan karena anda seorang risk taker, maka resiko kalah akan bisa anda terima. Tapi meski kalah bersaing, anda telah menjadi pribadi yang hebat. Kalah setelah berkompetisi jauh lebih baik daripada tidak berkompetisi.
Jepang, Jerman dan Italia adalah negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia II. Tapi mereka telah memutuskan untuk berperang. Keputusan itu menunjukkan tiga negara ini punya kualitas hebat. Maka sekarang, ketiga negara ini termasuk negara-negara maju. Jepang boleh kalah dalam perang senjata, tapi sekarang Jepang adalah pemenang perang ekonomi dan teknologi. Demikian pula dengan Jerman dan Italia.
Sekarang, tentu tidak kontekstual untuk berperang fisik dan senjata. Maka berkompetisilah dalam ekonomi, teknologi, budaya, sosial, dan politik. Yakin lah setelah anda berkompetisi, kualitas anda akan meningkat tajam. Baik anda menang atau kalah…
(09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga, itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)