Mari berinteraksi dengan Komunitas Minang Berbagi, komunitas anak nagari Minangkabau di ranah dan rantau, yang ingin sama-sama belajar, berbagi , melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif dan menumbuhkan inspirasi!
Komunitas ini terbuka untuk siapapun, bahkan untuk yang tidak punya darah Minang, tapi tertarik untuk belajar bersama.
Narasumber:
- Ahmad Fuadi (Penulis novel Negeri 5 Menara). info lebih lengkap siapa Ahmad Fuadi, baca Disini.
“dari Sumatra ke Amerika, dari jurnalis ke novelis”
Akan ada obrolan seru uni Iim tentang kesuksesannya sebagai pengusaha di bidang digital creative, cerita uda Iqbal tentang perjalanannya di dunia usaha, serta uda Fuadi yang berpetualang dari Sumatera ke Amerika, dari jurnalis hingga novelis. Sambil ngobrol, nikmati Pisang Goreng Katan dan Kawa Daun, sajian ringan khas Palanta Minangkabau. Semoga muncul inspirasi untuk lebih produktif & jalinan silaturahmi untuk melakukan kegiatan produktif itu bersama-sama.
Investasi Rp. 20.000,- per orang, mulai 6 oktober 2011
Mandiri 125-000-6420-640
BCA 5210309677
a/n Nurhidayati.
mohon simpan dan bawa bukti transfer pada saat hadiri acara tgl 14 okt 2011.
Setoran tunai atau transfer investasi senilai Rp. 20.000 dengan tambahkan 3 digit angka terakhir no hape anda: jadi setor tunai atau transfer investasi senilai Rp. 20.xxx ,- (xxx adalah 3 digit angka terakhir no hape anda)
Segera konfirmasi kedatangan ke minangberbagi@gmail.com, karena tempat terbatas untuk 100 orang!
Bisnis Budidaya Ikan Air tawar memang memiliki wilayah yang sangat luas. Salah satu Ikan Budi daya air tawar yang cukup memiliki prospek bisnis yang menjanjikan adalah Lele Sangkuriang. Nama Lele Sangkuriang memang belum setenar Ikan Lele Dumbo, namun sebenarnya secara fisik tidak memiliki perbedaan. Sebenarnya Lele Sangkuriang merupakan Strain baru Lele Dumbo yang kehadirannya merupakan upaya memperbaiki produktivitas Lele Dumbo yang dirasakan mengalami penurunan. Lele Sangkuriang merupakan strain baru dari Lele Dumbo yang dikembangkan oleh BBAT Sukabumi sejak beberapa tahun silam. Pengembangan Lele Sangkuriang didasarkan oleh penurunan kualitas Lele Dumbo karena tidak disertai dengan penanganan Induk yang baik di dalam budi dayanya.
Penanganan induk lele dumbo yang tidak baik tersebut antara lain perkawinan sekerabat (inbreeding), penggunaan induk yang berkualitas rendah dan lain-lain. Parameter rendahnya kualitas induk lele dumbo ini diamati dari pematangan gonad, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit lele dan nilai FCR ( Feeding Conversion Rate), atau efisiensi konversi berat makanan menjadi berat tubuh ikan lele dumbo.
Dalam rangka mengembalikan kualitas lele dumbo tersebut, BBAT (Balai Budidaya Air Tawar) Sukabumi milik pemerintah ini, melakukan upaya perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).
Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama Lele Sangkuriang.
Syarat Tempat Budi Daya Lele Sangkuriang
Budi Daya Ikan Lele Sangkuriang seperti halnya budi daya ikan lele dumbo bisa dilakukan pada kolam semen, kolam lumpur, kolam terpal dan kolam media lainnya yang berada pada areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Sumber air untuk budi daya lele sangkuriang dapat menggunakan aliran irigasi, air sumur (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yang sudah dikondisikan terlebih dulu. Lele Sangkuriang memiliki kelebihan bisa hidup pada kolam yang memiliki kepadatan cukup tinggi sehingga dapat dibudidayakan dalam pekarangan yang terbatas. Budi daya Lele Sangkuriang dalam lahan terbatas biasanya dilakukan dalam skala rumah tangga atau usaha kecil. Dengan modal yang kecil budi daya Lele Sangkuriang bisa dilakukan dengan cara seminimal mungkin misalnya kolam dibuat dengan terpal, makanan dicarikan dari sumber makanan alami dan upaya lainnya.
Model Bisnis Budi Daya Lele Sangkuriang
Bisnis Budi Daya Lele sangkuriang sebenarnya bisa dilakukan dalam beberapa kegiatan antara lain pembenihan Lele Sangkuriang, Pembesaran Benih dalam beberapa ukuran dan pembesaran Lele Sangkuriang hingga ukuran konsumsi. Model pembenihan memerlukan indukan Lele Sangkuriang yang berkualitas baik dan memiliki genetik yang baik pula. Usia induk Lele Sangkuriang dan kematangan Gonad sangat penting untuk diperhatikan. Setelah menetas idealnya benih lele sangkuriang dipelihara pada kolam lumpur /sawah yang cukup luas dan tersedia pakan alami.
Seiring dengan meningkatnya permintaan ikan Lele Sangkuriang ukuran konsumsi, ketersediaan benih ikut meningkat pula sehingga diperlukan Budi Daya Benih yang cukup untuk memenuhi permintaan tersebut. Benih yang sudah ditebar pada kolam lumpur/sawah sudah bisa dipanen sebagai benih ukuran 5-7 cm pada usia 30-40 hari.
Bisnis Budi Daya Lele Sangkuriang Untuk Konsumsi
Konon rasa daging Lele sangkuriang memiliki rasa yang lebih enak dan gurih, tak heran permintaannya semakin banyak. Selain rasa yang enak didukung pula dengan pertumbuhannya yang lebih cepat dari Lele Dumbo. Untuk benih yang ditabur pada ukuran 5-8 cm dalam masa pemeliharaan 130 hari sudah bisa dipanen dalam bobot 200 sampai 250 gr/ekor. Biasanya ada Lele Sangkuriang yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dari ikan lainnya, secara berkala misalnya satu bulan sekali, Lele Sangkuriang dipisahkan berdasarkan ukurannya. Hal ini dilakukan agar ikan yang pertumbuhannya lebih lambat tidak kalah dalam bersaing mengkonsumsi makanan. Selain itu ikan yang pertumbuhannya cepat bisa dipanen dalam waktu yang lebih cepat.
Bisnis ternak lele Sangkuriang saat ini tengah diminati oleh para pelaku usaha. Pasalnya, dengan modal kecil para peternak bisa meraup untung yang tidak sedikit dari bisnis ini. Selain karena usia panen lele jenis ini lebih pendek dibandingkan lele umumnya, hasil yang diperoleh juga tidak sedikit. Pembudidayaannya juga bisa dilakukan di mana saja, sehingga cukup mudah membudidayakannya.
“Permintaan lele Sangkuriang setiap harinya juga banyak sekali, apalagi belum terlalu banyak yang berkecimpung di bisnis ini. Itu sebabnya jika ada yang ingin menekuni usaha ini, pasar terbuka lebar dimana-mana, seperti restoran dan hotel. Kalau tidak memiliki pasar, bisa saja menjualnya pada saya. Harga lele ini bisa mencapai Rp11.500 per kilogramnya,” terang Supardi Lee, seorang peternak lele Sangkuriang di Depok.
Menurut Supardi Lee, dengan modal Rp 5 juta, setiap orang bisa mulai berusaha membudidayakan lele jenis ini. Selain itu dirinya juga tidak keberatan untuk mengajarkan dan membimbing pelaku usaha yang baru merintis usaha ini, hingga mereka mulai percaya diri.
Pemberian Pakan Lele Sangkuriang
Pada dasarnya Lele Sangkuriang merupakan ikan yang bersifat omnivora. Makanan yang diberikan bisa makanan alami yang bisa diperoleh dari sekitar kolam atau tempat tinggal kita. Pemberian makanan tambahan berupa pellet bisa diberikan jika tidak mau repot mencari makanan alami. Dalam Budi Daya Lele Sangkuriang jumlah besar cara ini lebih praktis dilaksanakan. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Cara menghitungnya dengan mengambil sampel beberapa Lele Sangkuring kemudian ditimbang. Untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan, makanan dicampurkan dengan probiotik. Menurut pengamatan beberapa petani dan peneliti probiotik mampu meningkatkan efisiensi pencernakan makanan sehingga ikan lele menjadi cepat besar dan bobot bertambah.
Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
Sukses. Bahagia. Selamat dunia akhirat. Kaya raya. Keluarga sakinah. Bermanfaat untuk sesama. Dekat dengan Yang Maha Kuasa. Itulah kualitas-kualitas hidup yang diinginkan manusia. Keinginan yang wajar karena memang manusia berhak atas semuanya itu.
Kualitas hidup didapat sesuai dengan kualitas diri kita sendiri. Kualitas hidup yang tinggi tentu karena kualitas dirinya tinggi pula. Bila kualitas diri rendah, maka kualitas hidup yang tinggi, baru sekedar mimpi. Dan akan tetap menjadi mimpi bila tak berusaha tingkatkan kualitas diri.
Maka Tuhan telah menganugerahi kita potensi yang cukup. Cukup untuk bisa meraih kualitas hidup yang diinginkan itu. Nah, pengembangan diri diperlukan agar potensi berubah menjadi kualitas diri.
Setiap orang diberikan potensi fisik yang relatif sama. Bagaimana dengan kualitas fisiknya? Pasti beda-beda. Ada yang tumbuh dan berkembang ototnya. Di sisi lain, ada yang tumbuh dan berkembang lemaknya. Ada yang perutnya six pack dan rata, ada yang one pack menggelembung. Potensinya boleh sama, hasilnya beda, karena pengembangan dirinya juga beda. Sesederhana itu.
Orang-orang yang memiliki kualitas hidup yang tinggi, pasti karena pengembangan dirinya baik. Bukan hanya dari sisi fisik, tapi juga mental, emosional, sosial, spiritual dan finansial. Maka orang yang pengembangan dirinya benar, memiliki ciri:
1. Fisiknya sehat, kuat dan daya tahannya tinggi. Jarang sekali sakit. Penuaannya lambat (awet muda). Semua organ tubuh berfungsi dengan baik.
2. Mentalnya kuat dan maju. Pikirannya terbuka. Ilmunya terus bertambah. Bisa atasi masalah. Keterampilannya meninggi. Mencapai target. Berprestasi. Kompetitif.
3. Emosinya positif. Sangat susah marah. Tak mudah tersinggung. Jarang sekali stress. Memiliki sense of humor yang tinggi. Mudah tersentuh. Empatik. Sabar.
4. Sosialnya menyenangkan dan bermanfaat. Akur dengan keluarga dan tetangga. Senang membantu sesama. Mudah beradaptasi dan bersosialisasi. Sering lakukan aktivitas sosial. Mudah memaafkan.
5. Spiritualnya kuat. Beribadah dengan tertib. Sensitif akan tanda dan peringatan Tuhan. Memegang nilai-nilai kebenaran. Tuhan jadi fokus dan sandaran utama dan pertama. Hidup tenang tenteram. Jauh dari sombong, iri, dengki, riya, ujub dan takabur. Pandai bersyukur. Mudah bersabar. Ikhlas.
6. Finansialnya makin baik dan berkembang. Pendapatan terus meningkat. Sedekah makin banyak. Utang terjaga. Konsumsi terkendali. Asuransi terbayar.
3B sebagai Metoda Pengembangan Diri.
Potensi diubah menjadi kualitas oleh tiga hal yang saya sebut 3B:
Belajar
Berlatih
Berjuang.
Sederhananya, Belajar dilakukan untuk mendapat ilmu. Ilmu adalah dasar pengembangan diri.
Berlatih dilakukan untuk mempraktekkan ilmu dan mendapat keyakinan.
Berjuang dilakukan untuk mengatasi hambatan dan masalah yang terjadi agar kita makin sadar siapa diri kita yang sesungguhnya. Dan siapa yang makin sadar siapa dirinya akan makin sadar siapa Tuhannya.
Celaka, Rugi dan Beruntung.
Celaka terjadi ketika kualitas diri kita memburuk. Ini ditandai dengan : mentuhankan uang, mudah marah, mudah stress, sakit-sakitan, bertindak zalim pada sesama, ibadah terabaikan.
Rugi terjadi ketika kualitas diri kita mandek. Ini ditandai dengan : berhenti belajar, puas akan keadaan sekarang, hidup sekedar rutinitas saja, terikat dengan uang, tak peduli sosial.
Beruntung terjadi ketika kualitas diri kita meningkat terus. Enam aspek hidupnya berkembang dengan baik. 3B-nya dilakukan. Uangnya – meski terus bertambah – diposisikan sebagai hamba, dan alat, penting tapi tak terikat.
Pengembangan diri dilakukan agar kita terus menjadi manusia beruntung.
*) Pengusaha, Petani Ikan Lele dan Penulis. Tinggal di Depok. Setiap Kamis jam 05.00 – 06.00 mengisi acara Mutiara Pagi The Power of Life di Radio Trijaya Jakarta 104,6 FM.
Rutin berjalan kaki tak hanya memberi manfaat positif bagi jasmani kita. Ternyata, kebiasaan ini juga berdampak baik bagi kesehatan mental. Dengan menyisihkan waktu selama 30 menit per hari untuk berjalan santai, organ kardiovaskular kita sehat, dan mood terjaga dengan baik.
Menurut para ahli, orang yang rutin berjalan kaki akan merasakan berbagai manfaat berikut:
- Lebih percaya diri
Biasakan berjalan kaki mengelilingi komplek tempat kita tinggal. Ajak pasangan atau sahabat untuk menemani. Berjalan santai akan membuat perasaan kita lebih nyaman dan percaya diri saat berpapasan dengan tetangga atau orang lain yang dikenal. Rasa canggung akan hilang dengan sendirinya.
- Lebih cepat sembuh dari sakit
Banyak dokter menyarankan orang yang tengah mengalami gangguan kesehatan untuk rajin berjalan kaki. Selain sebagai bentuk latihan paling sederhana, berjalan bisa membantu mengembalikan ketahanan tubuh.
- Tak mudah stres
Masalah dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial, sangat mudah menyulut stres. Kita bisa menekannya dengan menciptakan aktivitas yang bisa menenangkan emosi. Salah satu yang dianjurkan adalah berjalan santai. Jadi, bila kita memiliki jadwal berjalan yang rutin, kemungkinan kita mengalami stres otomatis akan mengecil.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.
Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).
Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele Sangkuriang.
Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.
Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama Lele Sangkuriang. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).
Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.
Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.
Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:
1. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.
2. pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
3. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.
Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.
Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.
Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk L mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.
Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.
Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:
a. Persiapan kolam tanah (tradisional)
Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).
Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).
Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.
Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian air kolam.
Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
b. Persiapan kolam tembok
Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.
c. Penebaran Benih
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
d. Pemberian Pakan
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
e. Pemanenan
Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 – 250 gram per ekor dengan panjang 15 – 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.
Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.
Proses Produksi pada kegiatan pembesaran disajikan Tabel 1.
Tabel 1
Proses pembesaran lele Sangkuriang di bak tembok.
Kriteria Satuan Pembesaran
Ukuran Tanaman
– Umur hari 40
– panjang cm 4 – 8
– bobot gram 4- 6
Ukuran Panen
– Umur hari 130
– panjang cm 15 – 20
– bobot gram 125 – 200
Sintasan % 80-90
Padat Tebar Ekor/m2 50-75
Pakan
– Tingkat Pemberian % bobot 3
– Frekuensi Pemberian kali/hari 3
Tingkat Konversi Pakan 0,8 – 1,2
Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.
Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.
Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.
Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.
Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.
2. Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.
3. Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.
4. Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.
5. Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. 5. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).
6. Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK
7. Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik
8. Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.
Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.
dikutip dari buku: JURUS SUKSES BETERNAK LELE SANGKURIANG oleh NASRUDIN
Jakarta – Pekarangan rumah luas dan Anda suka budidaya ikan? Ada baiknya Anda melirik budidaya lele ini. Budidaya lele ini ternyata tak melulu ‘jorok’ karena sudah bisa dikembangkan sistem budidaya yang lebih murah, bersih dan menjanjikan dengan suplemen organik sehingga bisa maksimal hasilnya.
Bisnis budidaya ikan lele ini pun tampaknya akan selalu menguntungkan. Hal ini karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan ikan sebagai sumber protein yang tinggi dengan harga yang terjangkau. Ikan menjadi alternatif mengingat harga daging yang makin hari makin mahal.
Ikan lele sendiri memiliki nilai gizi yang mumpuni disamping dagingnya yang gurih. Lele mengandung protein yang tinggi dan zat penguat tulang (kalsium) yang baik untuk makanan anak balita. Selain itu lele juga mengandung mineral lain yang penting pula untuk kesehatan tubuh.
Dengan fakta-fakta itu, maka pada akhirnya ikan lele dapat dijadikan peluang usaha yang menarik. Mengingat selama ini budidaya ikan lele selalu terkesan ‘jorok’, kini budidaya ikan air tawar tersebut sudah berkembang menjadi lebih murah, bersih, dan menjanjikan.
“Sekarang untuk budidaya ikan lele, kita sudah ada suplemen organik yang dapat membantu budidaya lele lebih maksimal. Karena suplemen organik ini memiliki fungsi sebagai penjaga kualitas air, menignkatkan percepatan pembesaran bibit lele jika dicampur dengan pakannya, dan mengurangi tingkat mortalitas dari bibit lele,” jelas Deden A.S, sebagai salah seorang pembudidaya lele yang ditemui detikFinance, Minggu (21/11/2010).
Deden, yang memulai budidaya lele ini sejak tahun 2006, diawali hanya iseng-iseng di pekarangan rumahnya dengan membuat kolam dari terpal sebesar 3x3x1 meter yang diisi air setinggi 7O cm. Dengan pola budidaya intensif, kolam tersebut dapat menampung jumlah tanam bibit ikan lele sebanyak kurang lebih 1800-2000 yang masing-masing bibit tersebut berukuran 10-12 cm.
“Setelah membuat kolam dan menaruh bibit lele tadi, kemudian memberi pakan dan suplemen organik dengan waktu teratur, selama 45 hari saya bisa memanen lele tersebut dengan jumlah berat sebesar 200 Kg – 250 Kg untuk jumlah maksimalnya,” ujar Deden.
Bagi anda yang tertarik mencoba membudidayakan ikan lele ini, Deden memberi asumsi perhitungan yang sederhana. Dimulai dengan membuat kolam dari terpal dengan ukuran 3x3x1 meter yang tentunya memerlukan biaya yang tidak begitu mahal ketimbang membuat kolam dari semen atau kolam gali.
“Masalah perhitungan harga pembuatan kolam dari terpal, tentu semua orang akan tahu berapa biaya yang dibutuhkan. Karena terpal sendiri permeternya murah,” jelas Deden.
Kemudian, Deden memberikan asumsi biaya pembelian bibit lele dengan harga Rp 300 per ekor. Jika untuk kolam 3x3x1 meter dapat menampung bibit kurang lebih 2000 ekor, maka kita hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 600.000 (Rp 300 x 2000 ekor).
Mengingat lama pembesaran membutuhkan waktu selama 45 hari, maka kebutuhan pakan yang dibutuhkan adalah sejumlah 90 Kg (2 Kg perhari). Nantinya, Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 660.000, dengan harga pakannya perkarung adalah Rp 220.000 seberat 30 Kg.
Adapun, pembelian kebutuhan suplemen organik adalah Rp 180.000 untuk 4 botol selama 45 hari pembesaran bibit. Empat botol tersebut akan difungsikan untuk pemaksimalan kualitas air dan bibit lele.
Pada akhirnya, total biaya yang dibutuhkan adalah kurang lebih Rp 1440000.
Berikut adalah ringkasan dari modal yang dibutuhkan perkolamnya adalah:
Harga Bibit Lele : Rp 300 x 2000 ekor = Rp 600.000
Harga Pakan : Rp 220.000 x 3 karung = Rp 660.000
Harga Suplemen Organik: Rp 45000 x 4 botol = Rp 180.000
Total Biaya Produksi: Rp 1.440.000
Melalui asumsi modal tersebut dari Deden, maka keuntungan yang bisa didapat dari satu buah kolam dengan target panen 2.000 bibit adalah 200 Kg – 250 Kg.
Deden menjelaskan, bahwa harga eceran yang bisa diraih adalah senilai Rp 15.000 perkilonya. Sedangkan untuk harga yang dijual ke pasar, dapat diraih sebesar Rp 12000 perkilonya.
Sehingga, lanjut deden, jika diambil dari asumsi harga terendahnya, maka keuntungan yang bisa diambil adalah Rp 960.000 untuk satu kolam. Jumlah tersebut diambil dari penjualan lele sebanyak 200 Kg x Rp 12.000 yang berjumlah Rp 2400.000 dikurangi biaya produksi yang berjumlah Rp 1.440.000.
“Jika panen yang kita hasilkan maksimal, kita dapat mencapai berat sejumlah 250 Kg. Keuntungan yang bisa diambil dari selisih total penjualan dan biaya produksi adalah sebesar Rp 1.560.000 perkolamnya,” tegas Deden.
Dari penjualan lele tadi saja, jelas Deden, itu sudah merupakan peluang usaha yang menarik di samping aktivitas kesibukan sehari-hari. Karena biaya yang dibutuhkan tidak membutuhkan nilai investasi yang tinggi.
“Dari sisi waktu tidak begitu lama, malah simple dan sederhana. Yang penting disiplin saja dalam jadwal pemberian pakan dan suplemen organiknya.” kata Deden.
Berbicara mengenai peluang yang lebih luas lagi. Hasil dari lele tersebut, dapat dijadikan berbagai macam peluang usaha lainnya yang lebih menarik tentunya.
Selain yang sudah kita ketahui, lele dapat dijadikan menu makanan pecel lele. Namun di sisi lain, hasil dari olahan daging ikan lele dapat dijadikan berbagai macam hasil. Misalnya, daging lele dapat dijadikan nugget lele, abon lele, lele asap, bakso lele, dan bahkan dapat dijadikan filet lele. Mengingat kebutuhan filet lele untuk ekspor sangat tinggi.
“Atau mungkin kita dapat mengembangkan dari hasil ikan lele tersebut menjadi olahan-olahan penganan menurut ide dan kreativitas kita yang memiliki nilai jual tinggi,” ucap Deden.
Pemerintah sudah mengumumkan akan menaikkan gaji pegawai negeri dan pensiunan sebesar rata-rata 5% . Tentu hal ini akan menggembirakan mereka yang saat ini berstatus sebagai pegawai negeri maupun pensiunan.
Masalahnya adalah apakah hal ini akan meningkatkan kemakmuran mereka dan masyarakat pada umumnya? Sayangnya jawabannya adalah belum tentu. Daya beli mereka dan masyarakat umumnya hanya akan meningkat bila kenaikan pendapatan ini lebih tinggi dari kenaikan angka inflasi.
Karena angka inflasi tahunan rata-rata sejak 2001 – 2008 lalu di Indonesia mencapai 8.98%, maka kenaikan pendapatan yang bisa meningkatkan daya beli harusnya melebihi angka inflasi ini. Atau kalau kenaikan demikian tidak dimungkinkan, maka pengendalian inflasi harus menjadi fokus pemerintah. Untuk jangka pendek tahun ini kemungkinan besar pemerintah akan mampu menekan inflasi seperti yang ditunjukkan pada angka inflasi yang hanya 0.66% per Juli lalu; namun perlu program jangka panjang untuk mempertahankannya pada angka yang rendah agar kemakmuran terjaga.
Sayangnya di dunia yang menganut rezim uang kertas, saya belum ketemu suatu negara yang berhasil mempertahankan inflasinya. Saudi Arabia-pun yang menjadi legenda cerita sejak bapak-ibu kita pergi haji bisa membeli makanan – minuman seharga 1 Riyal, kalau Anda pergi haji atau umrah sekarang akan semakin sulit memperoleh makanan-minuman seharga 1 Riyal . Pasalnya sejak tahun lalu, inflasi juga menjadi momok negeri itu. Bulan Juli tahun lalu bahkan inflasi negeri itu sempat menyentuh angka 11.1%.
Di negeri yang katanya adi kuasa – Amerika Serikat sekalipun, inflasi terbukti tidak terkendali sejak negeri itu mempelopori uang yang tidak lagi dikaitkan dengan cadangan emas bulan Agustus tahun 1971. Inflasi tahunan Amerika Serikat sejak tahun 1971 sampai sekarang mencapai angka rata-rata 4.37%; artinya kalau Anda punya deposito US$ yang hasilnya kurang dari angka tersebut, pasti uang Anda dalam US$-pun menyusut daya belinya dari waktu ke waktu.
Karena masyarakat tidak bisa mengandalkan pemerintah manapun di dunia untuk melindungi simpanannya dari bahaya laten inflasi, maka masyarakat sendiri yang harus memproteksi kemakmurannya dari ancaman inflasi ini. Dengan apa masyarakat bisa melakukan ini? Dengan bekerja giat sehingga pertumbuhan penghasilannya melebihi angka inflasi, dengan usaha yang hasil bersihnya melebih inflasi atau dengan Emas/Dinar yang appresiasi nilainya lebih tinggi dari inflasi.
Untuk kasus kita yang di Indonesia dengan inflasi 2001 -2008 pada angka rata-rata 8.98% misalnya; apresiasi harga emas dalam Rupiah tahunan rata-rata untuk periode yang sama mencapai 19.59%. Di Amerika Serikat selama 38 tahun sejak 1971 dengan rata-rata inflasi tahunan 4.37% ; kenaikan harga emas dalam US$ rata-rata tahunan untuk periode yang sama mencapai 11.33%.
Jadi dimanapun Anda berada, apakah di Indonesia, Arab Saudi, Amerika Serikat atau negara-negara lain; pemerintah dimana Anda berada tidak bisa melindungi hasil jerih payah Anda dari ancaman inflasi; tetapi Anda sendiri dapat melakukannya kalau mau. Insya Allah.
Hasil yang didapat dari bersepeda terutama akan mengencangkan otot bagian bawah seperti betis, paha dan pinggul. Bersepeda mampu membakar kalori sebanyak 300 sampai 700 kalori setiap jam. Jadi, akan berguna untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan. Selain itu, bersepeda dapat meningkatkan volume paru-paru sampai 50% sehingga oksigen yang dapat ditampung lebih banyak.
Untuk penderita obesitas, bersepeda merupakan olahraga yang dianjurkan karena bersepeda relatif aman dibandingkan kebanyakan olahraga yang mengharuskan berlari atau melompat. Benturan akibat berlari atau melompat dapat menyebabkan cedera kaki, pinggang, punggung bagi mereka yang obesitas karena berat badan yang berlebih membuat benturan semakin keras. Bersepeda juga baik untuk mereka yang memiliki sakit jantung.
Salah satu alasan bersepeda menjadi olahraga yang menarik adalah karena bersepeda dapat menjadi salah satu cara relaksasi. Menikmati pemandangan secara santai dan merasakah hembusan angin dapat menjadi salah satu sarana rekreasi yang menyegarkan. Jadi Anda dapat sehat secara fisik plus menyegarkan pikiran.
Tulisan ini saya tujukan pada temen-temen ahli investasi yang sering mengkritik saya bahwa membeli Dinar atau Emas tidak bisa dikatakan sebagai investasi, karena emas atau Dinar tidak bisa tumbuh setelah dibeli – bendanya ya itu-itu saja, tidak bertambah.
Biasanya kalau mendapat challenge semacam ini; saya selalu respon bahwa yang dikatakan temen-temen tersebut benar adanya – apabila uang kita atau timbangan yang kita gunakan sudah emas atau Dinar. Emas atau Dinar bila diukur atau ditimbang dengan timbangan emas atau Dinar juga – maka jumlah fisiknya memang tidak bertambah.
Sebaliknya bila uang kita atau timbangan yang kita pakai masih Rupiah atau uang kertas lainnya, maka nilai emas atau Dinar yang kita beli jelas tumbuh jauh lebih tinggi – dari investasi bentuk lainnya seperti saham, deposito, reksadana, dlsb.
Dalam istilah ekonomi dan keuangan, investasi adalah tindakan aktif mengarahkan sumber daya dengan tidak mengkonsumsinya sekarang untuk diambil manfaat atau keuntungannya di masa datang. Investasi berasal dari bahasa latin vestis yang artinya baju, maksudnya adalah perpindahan sesuatu dari satu saku baju ke saku lainnya – untuk dimanfaatkan kemudian atau diperolehnya peningkatan nilai (capital gain).
Jadi dari sudut pandang Rupiah atau uang kertas lainnya, bagaimana tidak bisa dikatakan sebagai investasi – lha wong naruh uang di bank dengan pertumbuhan nilai 6-9 % saja dikatakan sebagai investasi; membeli reksadana atau saham yang tahun lalu bisa memberikan hasil minus lebih dari 50 % juga dikatakan sebagai investasi, masa’ membeli Dinar atau Emas yang setahun terakhir pertumbuhan nilainya tumbuh hampir mencapai 50% tidak bisa dikatakan sebagai investasi?
Sebaliknya saya setuju bila sudut pandang kita sudah menggunakan emas atau Dinar; bahwa hanya membeli emas atau Dinar tanpa diproduktifkan lebih lanjut (seperti program qirad, dlsb) bukanlah investasi – karena jumlah fisiknya tetap, tidak bertambah.
Namun bila sudut pandang emas atau Dinar ini yang kita gunakan, maka pembandingnya yaitu uang kertas Rupiah atau uang kertas lainnya juga harus dilihat dari kacamata emas atau Dinar. Dari ulasan saya terdahulu dapat kita lihat bahwa sejak Januari 2000 sampai sekarang, rupiah telah mengalami penurunan nilai 83% dan Dollar mengalami penurunan nilai 71 % terhadap emas atau Dinar.
Untuk melihat masalah ini dari perspektif yang adil – yaitu dari 2 sisi Rupiah dan Dinar, maka grafik disamping bisa membantu. Rupiah bila dilihat dari Dinar, nilainya terus turun. Sebaliknya Dinar bila dilihat dari Rupiah, nilainya terus naik.
Dari 2 sudut pandang tersebut diataslah maka positioningDinar di awal-awal penyebarannya kita bahasakan sebagai alat untuk Investasi dan Proteksi Nilai. Investasi adalah bila kita melihat Dinar dari kacamata Rupiah, sedangkan Proteksi Nilai apabila sudut pandang kita sudah menggunakan Dinar itu sendiri.
Kini positioning tersebut sudah tidak lagi terlalu kami tekankan, karena setelah Dinar menyebar luas di masyarakat – positioning Dinar akan secara otomatis namun bertahap menjadi uang yang real lengkap dengan tiga fungsinya yaitu sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), sebagai Timbangan yang Adil atau Penentu Nilai/Harga (Unit of Account) dan sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value).
Kalau toh Dinar dianggap sebagai investasi karena hasilnya yang jauh lebih tinggi dari Deposito dan jauh lebih stabil dibandingkan dengan saham, dulu Dinar saya posisikan hanya sebagai investasi nomor 2 setelah usaha di sektor riil yang berjalan dengan baik. Setelah kita bertambah tua, horizon investasi kita harus mulai melihat lebih jauh lagi ke depan – tidak terbatas dengan apa yang bisa kita nikmati hasilnya di dunia, tetapi investasi kita juga harus menjadi bekal (Asset) dan bukan beban (Liability) kita di akhirat kelak.
Jadi investasi emas atau Dinar kini saya turunkan peringkatnya ke peringkat 3 saja setelah sektor riil yang berjalan dengan baik di peringkat 2; peringkat pertamanya di duduki Infaq dan Shadaqah yang hasilnya bisa mencapai lebih dari 700 kali lipat,… . Amin.
TENTANG DINAR ISLAM
Kami menjual koin emas Dinar, bukan Dinar Iraq/Dinar Kuwait/mata uang negara lainnya berupa uang kertas biasa. Dinar Islam adalah koin emas 22 karat seberat 4,25 gram.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya. Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium, setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka diketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram.
Di Indonesia saat ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang Tbk. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Dinar Islam adalah produksi langsung dari Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk.
INFO LEBIH RINCI TENTANG DINAR ISLAM, HUBUNGI:
Noval Y. Ramsis, email: studionoval@gmail.com atau 0897 8637 378 (khusus SMS) atau akun YM: novalramsis
Meski telah memiliki telepon genggam dan komputer jinjing yang siap membantu menyimpan data-data berupa angka, tak ada salahnya kita mengingat dan menyimpan sebagian dalam memori otak. Selain mendongkrak daya ingat, kita sedikit direpotkan bila sewaktu-waktu piranti andalan, baik ponsel atau laptop, rusak maupun hilang.
Mengingat angka juga menekan risiko pikun pada angka atau “Amnesia Numerik”. Metodenya pun tak harus rumit. Berikut ada lima tips sederhana namun efektif yang diberikan oleh sebuah lembaga studi medis perusahaan penunjang hidup, CCP.
Langkah 1: Visualisasikan angka-angka yang ingin anda ingat, gambar angka tersebut dalam kepala. Pikirkan seperti apa mereka akan terlihat, warna yang tampil, bentuk yang mungkin muncul di ‘kartu nama’ tulisan tangan anda. Cara ini mungkin akan berbeda bagi setiap orang, bagi mereka yang memiliki kemampuan imajinasi tinggi jauh lebih mudah melakukan. Namun bagi mereka yang kurang, metode ini justru mengembangkan pula kemampuan inferior selama ini.
Langkah 2: Ucapkan angka keras-keras. Metode ini terutama cocok bagi mereka yang bertipe pembelajar berdasar respon suara. Ucapkan angka-angka itu tiga kali langungs berturut-turut. Bila perlu ulangi lagi menyerukan dengan keras setiap beberapa menit. Bahkan menciptakan sikuen ritme angka dalam lagu-lagu yang anda kenal juga sangat membantu.
Langkah 3: Lakukan gerakan memencet nomor. Gerakkan jari-jari anda seolah-olah seperti menekan tombol betulan dalam ponsel ketika anda meneriakkan angka itu keras-keras.
Langkah 4: Kelompokkan angka bersama. Pikiran manusia secara alami lebih baik mengingat angka-angka dalam grup terdiri dari tiga atau empat.
Langkah 5: Cari asosiasi pribadi dengan angka. Asosiasikan angka dengan ulang tahun misal, umur, nomor pin atau hal-hal lain yang pribadi bagi anda. Otak anda akan memunculkan angka-angka tersebut begitu asosiasi itu terpikirkan.i
Pada intinya upaya mengingat yang dipaparkan datas dilakukan dengan memanfaatkan indra manusia. Pengaktifkan indra terbukti membantu meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.
“Sir, tunggu sebentar! Bolehkah saya mengambil foto Anda?”
“Untuk apa?”
“Saya bermaksud menulis profil tentang Anda dan saya harus melengkapinya dengan foto.”
“Saudara dari mana?”
“Saya dari Indonesia, jurnalis!”
“Apa yang mau Saudara tulis tentang saya?”
“Sebagai penemu World Wide Web.”
Demikian percakapan Kompas dengan Sir Timothy Berners-Lee beberapa saat setelah yang bersangkutan menyampaikan paparannya di forum Nokia World 2010 yang berlangsung di London, 14-15 September lalu. Berners-Lee adalah ”inventor besar” bidang teknologi informasi yang memungkinkan setiap pengguna internet di belahan dunia mana pun bisa berselancar di dunia maya dengan mengetik ”www” untuk setiap alamat situs yang mereka tuju.
Benar, Berners-Lee adalah penemu World Wide Web (WWW). Di depan 3.000 peserta, yang antara lain para pembuat peranti lunak untuk ponsel pintar dan internet mobile serta jurnalis, Berners-Lee menyampaikan materinya dengan cepat.
Sama sekali di luar dugaan, dia tampil di forum besar seperti itu hanya dengan secarik kertas putih di tangannya, berisi poin-poin yang akan disampaikannya, itu pun sering tak diliriknya. Secarik kertas itu terkesan hanya sebagai ”teman” kesepian saja. Padahal, semua pembicara di Nokia World 2010 menggunakan teknologi pemaparan yang canggih, bahkan sesekali dipadu dengan potongan film atau video, juga foto-foto slide yang ditayangkan di empat layar lebar berbentuk melengkung yang bisa dipandang dari berbagai sudut.
Sama sekali tidak identik dengan temuan paling berpengaruh pada abad teknologi informasi, Berners-Lee menyampaikan penjelasannya tanpa bantuan teknologi yang ditemukannya. Alhasil, empat layar lebar itu diam statis, sekadar menayangkan namanya saat ia berbicara.
Selesai berbicara dan mengundang tepuk tangan berkepanjangan, Berners-Lee diam-diam turun dari podium dan menyelinap ke luar. Tidak ada seorang pun yang mengantarkannya. Kompas menguntitnya karena keperluan untuk mengambil fotonya, sekalian tanya-jawab singkat jika memungkinkan. Untuk pertanyaan, dia tak bersedia menjawabnya dengan alasan ada acara yang harus segera dihadiri. Tetapi untuk berpose, dia bersedia meluangkan waktu beberapa detik setelah menyampaikan beberapa pertanyaan, sebagaimana percakapan di atas.
Lahir di London, 8 Juni 1955, Berners-Lee, yang biasa dipanggil ”TimBL”, adalah insinyur dan ilmuwan komputer Inggris. Ia adalah salah seorang profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT) berkat penemuannya itu, WWW. Ia menyampaikan proposal penemuannya itu pada Maret 1989 dan setahun kemudian menulis software web untuk pertama kali.
Dibantu Robert Cailiau, ilmuwan komputer Belgia, dan beberapa mahasiswa muda di CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir), Berners-Lee sukses menerapkan penemuannya itu pada 6 Agustus 1991, di mana saat itu terjadi komunikasi antara klien HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan server melalui internet. HTTP merupakan fondasi data komunikasi untuk World Wide Web yang ditemukan Berners-Lee. Pada tanggal tersebut, lahirlah situs web pertama di CERN dengan alamat http://info.cern.ch/hypertext/www/theprojet.html, yang sekarang disingkat menjadi http://info.cern.ch.
Berkat temuan Berners-Lee, manusia tersambungkan satu dengan yang lain dengan mudah dan murah melalui internet. Sekarang, informasi apa pun sudah bisa digenggam dan dibawa ke mana-mana melalui ponsel pintar. Dengan WWW, manusia tidak lagi berjarak satu dengan lainnya. Bahkan, dalam buku The World Is Flat, Thomas L Friedman mengatakan, setiap orang dari belahan dunia mana pun memiliki kesempatan yang sama jika memanfaatkan internet.
Jarak dan waktu menjadi dikesampingkan, menjadi tidak bermakna. Orang dari belahan dunia mana pun asal tersambungkan ke internet dapat dengan mudah menyampaikan pesan, secara langsung (real time) atau sekadar tunda beberapa saat. Orang bisa berkomunikasi lewat Facebook, Twitter, atau Yahoo Messenger, juga bisa bercakap-cakap lewat Skype, cukup dengan menulis WWW temuan Berners-Lee di depan nama situs tersebut.
Era aplikasi
Berbagai temuan aplikasi untuk media digital yang menyertainya kemudian, WWW memang tidak perlu lagi ditulis. Aplikasi Facebook atau Twitter untuk iPad, misalnya, tidak perlu lagi menulis ”www” karena secara otomatis sudah membuka alamat itu dengan sendirinya, plus kemudahannya. Karena berkembangnya aplikasi untuk berbagai media baru itulah, editor Wired, Chris Anderson, pernah menyatakan, ”the web is dead”. Menurut penulis buku laris Long Tail ini, WWW (yang ditemukan Berners-Lee) menuju senja kala atau akhir dari kematiannya.
Tentu saja ini hanya perkiraan Anderson semata. Toh, hadirnya mesin cetak Gutenberg tidak pernah mematikan komunikasi lisan, kehadiran radio dan televisi tidak mematikan komunikasi tulisan di koran. Kehadiran online tidak juga mematikan media-media sebelumnya. Sekarang, maraknya aplikasi dan bertumbuhnya para developer sehingga Nokia sebagai produsen ponsel dunia perlu menyelenggarakan ”Developer Summit”, juga tidak akan mematikan online atau WWW melalui internet!
Dalam pemaparannya di Nokia World 2010 itu, Berners-Lee justru banyak memberikan masukan kepada para pengembang peranti lunak (developer software), khususnya berbagai aplikasi untuk ponsel pintar ini. Ia tidak menunjukkan kekhawatiran akan ramalan segera matinya web, sebagaimana dikemukakan Anderson. Ia justru memberikan solusi bermanfaat bagi para pengembang yang hadir dalam forum itu.
Menurut Berners-Lee, para developer harus segera membuat aplikasi yang tepat untuk berbagai media yang beragam. Para pengembang, menurut dia, tidak boleh terpaku pada aplikasi ”kuno” untuk desktop atau PC semata karena media berinternet bentuk lain, seperti iPad dan smartphone yang lebih mobile, merupakan tantangan baru.
”Aplikasi web penuh dengan data yang terbuka (open data) dan yang kita butuhkan adalah data-data itu. Coba kembangkan aplikasi untuk keduanya, baik untuk desktop maupun ponsel bergerak. Mengapa? Karena 20 persen penduduk dunia menggunakan web, sementara 80 persen sisanya memiliki akses ke sinyal mobile,” katanya.
Berners-Lee, yang pada 1999 dinobatkan majalah Time sebagai ”100 Most Important People of the 20th Century”, lahir dari orangtua yang juga ilmuwan. Ayahnya, Conway Berners-Lee, adalah matematikawan dan ilmuwan komputer yang mengembangkan Ferranti Mark 1, program komputer komersial pertama pada 1951. Conway menikahi Mary Lee Wood, ibunda Berners-Lee, yang juga matematikawan dan ilmuwan komputer yang sama-sama menggarap Ferranti Mark 1.
Berkat WWW yang ditemukannya, pada 2004 Berners-Lee dianugerahi Millenium Technology Prize oleh Pemerintah Finlandia dan berhak atas hadiah uang 1 juta euro (Rp 15 miliar) yang diserahkan Presiden Tarja Halonen. Pada tahun yang sama, ia dianugerahi gelar ”Sir” oleh Ratu Elizabeth II. Sejumlah gelar doktor honoris causa juga dia dapat dari berbagai universitas ternama dunia. Berners-Lee bercerai dari istrinya, Nancy Carlson, dan memiliki dua anak, Alice dan Ben.
(07) KETIKA RASA MALU SUDAH TIDAK ADA,sehingga orang berbuat semaunya sendiri, mengikuti ego pribadi, dan hawa nafsu menjadi panutan diri, itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Malu adalah pembeda antara hewan dengan manusia. Tanpa malu, manusia tak ubahnya hewan lainnya. Kenapa mesti ego dikedepankan? Kenapa hawa nafsu dipertuhankan? Kenapa semua syahwat dilampiaskan? Tak lain adalah karena malu sudah tiada. Tiadanya rasa malu, membuat manusia menjadi monster menakutkan. Setiap pikiran, ucapan dan perbuatan, pasti akan menhancurkan peradaban. Muamalah tak lebih dari sekadar kakulasi untung rugi materi. Tatkala seperti itu akankah manusia masih mengaku dirinya insan yang ber-iman? Tidak, saudaraku. Dikala malu sudah tiada, siap siaplah, Dia akan membiarkan kita, menjadi manusia durhaka, yang kelak akan menjadi penghuni neraka. Marilah segera kembali ke jalan yang benar. Pakaian malu jangan ditanggalkan. Karena memang malu adalah bagian dari iman. (SYB)
Kata-kata Hikmah 14: Many of the luxuries, and many of the so-called comforts of life, are not only not indispensable, but positive hindrances to the elevation of mankind. (Henry David Thoreau)