Archive | PALANTA

Cara Hidup Sehat

Posted on 18 May 2013 by novalramsis

Kami Merekomendasikan Smart Detox Untuk Anda Yang Ingin :

  • Mendapatkan Berat Badan Yang Ideal
  • Memiliki Tubuh Yang Bebas Racun
  • Mendapatkan Kesehatan Yang Sempurna
  • Meningkatkan Vitalitas & Sistem Kekebalan Tubuh
  • Menjadikan Wajah & Kulit Lebih Cerah
  • Awet Muda

 

DETOX/PEMBUANGAN RACUN

Tanpa disadari makanan yang kita makan sehari-hari banyak mengandung bahan pengawet, penyedap buatan, pestisida dan zat pewarna. Ketika kita memakannya, racun yang terkandung ikut termakan dan mengendap dalam tubuh. Racun dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dan kulit. Biasanya penyebab utamanya adalah kualitas udara yang tercemar polusi kimia seperti asap kendaraan bermotor, rokok dan asap industri.

Racun yang dibiarkan menumpuk didalam tubuh dan tidak segera dihilangkan dapat mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh seperti hati, ginjal, pembuluh darah sampai jantung. Jika sudah demikian, penyakit-penyakit berat akan timbul. Beberapa penyakit yang diakibatkan menumpuknya racun, antara lain alergi, radang sendi, obesitas, diabetes, aterosklerosis, masalah pencernaan, pengerasan hati, gangguan ginjal, kanker dan jantung.

Tubuh kita memiliki mekanisme yang mampu menetralisir dan membuang racun yang masuk, yaitu hati dan ginjal. Akibat banyaknya racun didalam tubuh dapat membuat organ tubuh tidak bekerja secara optimal. Karena itu, diperlukan usaha lain dalam membuang racun (yang disebut detoksifikasi).

 

lebih lengkap baca disini  <<klik ini

 

 

Share

Comments (0)

Menghormati kesepakatan dan tidak sewenang-wenang

Posted on 28 April 2013 by novalramsis

oleh Dr. Syafii Antonio

Meskipun Muhammad SAW telah menjadi pemimpin ummat, namun beliau tidak berbuat sekehendak hati saat bertransaksi (bermuamalah). Ali menceritakan, Nabi meminjam beberapa dinardari seorang tabib Yahudi. Tatkala ia meminta pelunasan dari Nabi, beliau menjelaskan bahwa dirinya belum punya apa-apa untuk membayar utang tersebut. Si Yahudi berkata, “Saya tidak akan meninggalkanmu, Muhammad, sampai engkau membayarnya.” Nabi berkata, “Kalau begitu saya akan duduk bersamamu”.

Karena Nabi konsisten dengan ucapannya, beliau melakukan hal tersebut. Nabi shalat dari dzuhur hingga esok paginya, shalat subuh, tidak jauh-jauh dari lelaki Yahudi tadi.
Para sahabat Nabi yang mengetahui hal tersebut mengecam si Yahudi. Mereka berkata, “Ya Rasulullah, apakah orang Yahudi ini yang menahanmu?” Beliau menjawab, “Tuhanku menahanku untuk tidak menyalahi kesepakatan yang kubuat dengan orang Yahudi atau orang lain.”

Singkat riwayat, setelah beberapa hari berlalu, “Yahudi itu berkata, ” Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan engkau adalah Rasulullah. Separuh kekayaan saya akan saya belanjakan di jalan Allah. Saya bersumpah, tujuan saya memperlakukan engkau seperti itu semata-mata untuk memastikan gambaran tentang engkau yang telah diungkapkan dalam Taurat (Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwah).

Di riwayat lain, Umayyah bin Safwan mengutip dari ayahnya yang mengatakan bahwa pada Perang Hunain, Nabi telah meminjam baju besi darinya. Ia bertanya pada Nabi, “Apakah engkau akan mengambilnya dengan paksa, Muhammad?” Terhadap pertanyaan ini Nabi menjawab, “Tidak, itu adalah sebagai pinjaman dengan jaminan pasti akan dikembalikan.” (HR. Abu Dawud).

Pada suatu kali datanglah seorang kreditor, dan memperlakukan Nabi dengan sangat kasar saat menagih utangnya. Umar ingin menangkap orang tersebut tetapi Rasulullah malah mengatakan, “Umar, hentikan, aku lebih suka agar engkau menyuruhku untuk membayar utang tersebut – karena ia lebih membutuhkan – daripada engkau menyuruhnya untuk bersabar.” (Zad al-Maad).

Muhammad SAW pernah membeli seekor unta, kemudian datanglah penjualnya dan meminta uangnya dengan kata-kata yang sangat kasar. Para sahabat mendengarnya tetapi beliau berkata, “Biarkan ia, sebab si pemegang hak berhak untuk berbicara.”

Keteguhan Muhammad Saw dalam menerapkan prinsip-prinsip transaksi bisnis dan muamalah yang haq, bersumber dari kokohnya aqidah yang menghujam di hati beliau. Suatu ketika, beliau bertransaksi dagang dengan seseorang, dan perselisihan di antara mereka pun terjadi.

Orang-orang meminta agar Muhammad SAW bersumpah atas nama Tuhan mereka, al-Lat dan al-Uzza, untuk memperkuat pernyataannya. Kata Muhammad, “Aku tidak akan pernah melakukan itu. Bahkan, kapan saja jika aku kebetulan melewati berhala, aku sengaja menjauhinya dan mengambil arah lain.”

Mendengar ketegasan Nabi, seseorang merasa terkesan dan berkata, “Engkau jujur dan apa saja yang engkau utarakan adalah mutlak benar. Demi Allah, inilah dia seorang laki-laki yang keagungannya selalu dielu-elukan oleh para intelektual kami dan telah disebutkan oleh kitab suci agama kami.” Banyak riwayat yang menggambarkan tingginya budi pekerti Muhammad SAW terkait transaksi binsis dan kegiatan muamalah.

dikutip dari andalusia islamic center
Share

Comments (0)

Mengambil Manfaat yang Optimal

Posted on 27 April 2013 by novalramsis

khutbah jumat  26 april 2013, Andalusia islamic center Sentul City Bogor

oleh abu Ziyan

 

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

Alhamdulillah, kembali kita memuji dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di kesempatan, di waktu yang mulia ini kembali Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertemukan kita, mengumpulkan kita di satu tempat. Di salah satu dari rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan karena dunia yang mengumpulkan kita. Bukan karena senasab atau bukan karena satu keturunan kita bertemu di tempat yang penuh berkah ini. Tapi kita bertemu karena mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan merealisasikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jamaah jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala...

Umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita ternyata di suatu saat nanti, di akhirat kelak, akan dimintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pertanggungjawabannya.  Dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR. at-Tirmidzi)

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala..

Umur dan kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita di dunia ini ternyata di suatu saat akan ditanyakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan di dalam Surah Faathir Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakankan kepada kita tentang orang-orang kafir yang dimasukkan ke dalam neraka dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berhujjah dengan umur dan kesempatan yang diberikan kepada mereka. Di ayat 36 dari Surah Faathir Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.” (QS. Faathir: 36)

Di ayat 37 Allah Subhanahu wa Ta’ala melanjutkan:

”Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”.

 

Kemudian Allah membantah mereka:

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (‘adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”

 

Jama’ah jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala

Kesempatan dan umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita ternyata suatu saat akan ditanyakan. Umur umat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yang apabila dibandingkan dengan umur umat-umat terdahulu, umur umat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam lebih relatif singkat. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Umur umatku adalah antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit dari mereka yang melebihi itu” (HR. Imam at-Turmudzy, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim)

Umur yang 60 atau 70 tahun ini bila dibandingkan dengan umur umat-umat terdahulu maka sangat pendek. Cobalah kita lihat dan baca surah Al-‘Ankabut yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan kepada kita tentang Nabi Nuh.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun…” (QS. al-‘Ankabut: 14)

Atau dengan bahasa kita 950 tahun. 950 tahun bila dibandingkan dengan 60 tahun, dibandingkan dengan 70 tahun sungguh sangat pendek umur umat ini. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam mendakwahi Raja  Fir’aun laknatullah ‘alaihi selama kurang lebih 500 tahun. Maka bila dibandingkan dengan umur umat ini sangatlah pendek. Namun Maha Kasih Sayangnya Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap umat ini walaupun dihitung dari segi jauh dan tahun umat ini umurnya sangat pendek namun pada hakikatnya bila mereka memanfaatkan dan memaksimalkan kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya umur mereka bisa melebihi 1000 tahun dari segi hakikat atau dari segi kualitas.

Misalnya di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan dalam satu surah yaitu Surah Al-Qadr, dimana ada suatu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan atau kurang lebih 83 tahun 4 bulan. Kalau kita yang telah melewati kesempatan itu mengisi dengan amalan-amalan yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Satu malam bagaikan 1000 bulan. Satu malam bagaikan 83 tahun 4 bulan. Kalau dua kali kita melewati, dua tahun kita melewati  Ramadhan maka sudah 160 tahun lebih. Kalau 20 tahun, umur kita mungkin 40 tahun, 20 tahun pertama di habiskan dengan senda gurau dihabiskan dengan berfoya-foya. Kemudian 20 tahun yang terakhir barulah diisi dengan penuh ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 20 kali kita bertemu dengan lailatul qadr. 20 tahun kita bertemu dengan Ramadhan dan kita manfaatkan kesempatan itu dengan baik maka seolah-olah sebenarnya kalau dihitung 20 x 83  berarti 1660 lebih. Kalau 20 tahun kita lewati dan kita manfaatkan kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita maka seolah-olah umur kita melebihi 1000 tahun.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala

Dalam hadits yang lain sebagai kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala  dan begitu pula Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyiapkan kepada umat ini amalan-amalan, perbuatan-perbuatan yang apabila diamalkan pahalanya akan terus mengalir walaupun dia sudah menjadi tanah. Walaupun dia sudah berada di alam kubur. Perjalanan manusia berhenti setelah berpisahnya antara ruh dan jasad. Namun  ada beberapa amalan yang pahalanya tetap mengalir, tetap berjalan walaupun manusia itu sudah berada di alam barzakh. Hadits yang sangat masyhur yang sering kita dengarkan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasululllah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Apabila Manusia meninggal Dunia maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal, shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya”.

 

Jama’ah jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…

Intinya adalah bagaimana memanfaatkan, memaksimalkan kesempatan dan umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita. Meskipun Umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita sangatlah pendek bila dibandingkan dengan umur orang-orang terdahulu yang kita sebutkan tadi. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kepada kita beberapa amalan yang disebutkan dalam hadits tersebut,  yang pahalanya terus mengalir.  Hal ini merupakan kesempatan untuk mengamalkan semua yang disebutkan dalam hadits tersebut atau memilih salah satunya.

 

Khutbah Kedua

Jama’ah Jum’at yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala

Sebelum menutup khutbah kedua ini, saya ingin menyampaikan sebuah kisah permisalan. Ada seorang nelayan yang kebiasaannya mendapatkan atau mengambil ikan di laut kemudian dijual ke pasar. Penghasilannya adalah dari mencari ikan di laut. Di satu saat ia mendapatkan ikan namun ia tidak menjualnya kepasar, ikan tersebut ia bawa ke rumah setelah sampai di rumah ia membelah ikan itu dan mendapatkan dalam ikan itu sebuah mutiara. Sebuah mutiara yang sangat mahal. Mutiara yang sangat cantik. Ketika dia melihat mutiara itu, istri si nelayan kemudian berangan-angan akan membeli rumah, akan membeli mobil dan akan membeli yang lainnya.untuk kebutuhannya dan tidak lagi menjadi nelayan.

Kemudian ia pun pergi menemui tetangganya yang mana tetangganya adalah seorang penjual emas setelah diperlihatkan berapa harga kira-kira harga dari mutiara itu sang penjual emas itu mengatakan bahwa mutiara itu adalah mutiara yang asli, yang sangat mahal, seluruh benda yang ada di rumah saya, emas yang ada di rumah saya bahkan seluruh isi rumah saya tidak mampu untuk menghargai mutiara yang anda dapatkan. Maka pergilah ke fulan karena ia  lebih kaya dari saya. Kemudian ia berangkat ke si fulan, penjual emas yang lebih kaya dari yang pertama. Namun jawabannya sama bahwa mutiara yang anda bawa adalah mutiara yang sangat mahal yang kami tidak mampu membelinya. Kemudian tinggal satu solusi, seorang raja yang memiliki harta yang sangat banyak mudah-mudahan ia bisa menghargai mutiara yang anda dapatkan.

Ketika sampai dihadapan raja dan ia memperlihatkan mutiara itu, raja pun mengatakan, “Sebenarnya saya juga tidak mampu memberikan harga yang tepat  pada mutiara yang anda bawa. Tapi saya memberikan anda pilihan, saya memiliki rumah yang memiliki tiga ruangan yang mana di dalam rumah itu ruangan pertama dipenuhi dengan emas dan perhiasan. Ruangan yang kedua dipenuhi dengan tempat tidur yang nyaman dan yang ketiga diisi dengan makanan yang lezat. Maka sang raja memberikan kesempatan kepada nelayan tersebut selama tujuh jam untuk mengeluarkan seluruh isi dari rumah itu. Apapun yang dikeluarkan maka itu menjadi haknya akan menjadi harga dari mutiara itu.

Maka nelayan itu berkata tujuh jam terlalu panjang, satu jam saja sudah cukup untuk mengeluarkan semua isi dari rumah itu. Tapi raja mengatakan tidak, tetap tujuh jam. Anda saya berikan kesempatan untuk mengeluarkan isi dari rumah itu selama tujuh jam. Sehingga orang ini masuk ke dalam rumah, ketika masuk ke dalam rumah ia melihat ada  emas, ada kasur yang sangat empuk, ada  makanan yang lezat yang ia tidak pernah dapatkan sebelumnya. Maka setelah sampai pada ruangan pertama, ruangan emas, dia mengatakan waktunya  masih lama, masih tujuh jam, belakangan saja. Kemudian sampai ke kasur yang empuk dia mengatakan nanti saja. Sampai kepada makanan dia tertarik dan mengatakan saya sudah berjam-jam melalui perjalanan menuju ke sini dan saya sangat lapar dan makanan ini saya  tidak pernah  makan sebelumnya maka lebih baik saya makan dulu. Maka dia pun makan dengan sekenyang-kenyangnya dan satu jam berlalu.

Setelah satu jam berlalu ia kembali ke ruangan kedua dia mengatakan ini adalah kasur yang sangat empuk yang mana saya tidak pernah tidur di atas kasur seempuk ini maka ia pun membaringkan badannya  di atas kasur yang  empuk itu dan ia tertidur dan ia tidak terbangun kecuali setelah mendengarkan peringatan dari sang algojo yang mengatakan, “anda harus keluar dari rumah ini karena sudah lewat tujuh jam”. Dan ia pun keluar dari rumah tanpa membawa emas dan tempat tidur. Yang dibawa hanyalah makanan yang dua jam kemudian akan berubah menjadi kotoran.

Maksud dari kisah ini adalah; mutiara tadi adalah nyawa kita. Mutiara tadi itulah ruh kita yang sangat mahal yang tidak bisa dihargai dengan dunia dan seluruh isinya. Rumah tadi adalah dunia kita yang diisi 3 ruang/ hal yaitu dengan amal shalih yaitu emas, yang diisi dengan kelalaian yaitu kasur & yang diisi dengan syahwat yaitu makanan. Dan tujuh jam tadi adalah merupakan  kesempatan dan umur kita. Tujuh jam kita diberikan  untuk masuk ke dalam rumah, yang mana kita akan dikeluarkan dari dalam rumah itu. Mana pilihan kita; emas yang merupakan amal shalih atau tempat tidur (kita habiskan waktu untuk kelalaian) atau makanan,  kita tinggal memilih.

Mudah-mudahan ada manfaatnya.

*********************

Ayo investasi akhirat dengan bersedekah,

“Orang-orang yg menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. Al Baqarah :274)

“Bengkel  Aqidah Semarang menjadi Solusi Holistik Multidimensi segala Permasalahan Dunia”

Testimoni jamaah :”Sudah berkali kali saya di rukyah sama Ust. Adil dan Ust. Maman tapi selalu kambuh, sembuh dan kambuh, hingga di rukyah terakhir Jin anyg mengganggu sulit sekali di usir, hingga kelelahan semua, peruqyah dan yang di ruqyah, akhir dimintalah utk sholat dua rakaat dan berdoa sekhusyu’ mungkin untuk di sembuhkan, setelahnya bersedekah istimewa, karena belum ada akhirnya saya niat saja, jika sembuh akan sedekah istimewa,subhanallah… antara sadar dan tidak saya melihat sesosok berpakaian putih datang dengan cambuknya dan mulai mencambuk jin-jin yang ada ditubuh saya, si jin pun teriak lari dengan ketakutan, “malaikat datang..malaikat datang. “Alhamdulillah sampai sekarang sudah sembuh dan tidak kambuh lagi. Subhanallah…Luar biasa dahsyatnya sedekah.

Masjid Al Hayyu
Jl. Sumber Sari Rt03/RW10 no 23
Sebrang Graha Permata Surya
Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

ditawarkan 4.000 lembar infak senilai @Rp. 500.000,- untuk pembangunan gedung Bengkel Aqidah Semarang

Bagi yang memiliki keluangan rezeki silahkan transfer kesini <<klik disamping ini

Share

Comments (1)

Kita Elang, Kawan

Posted on 01 December 2012 by novalramsis

Kita Elang, Kawan

Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dieraminya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku sama persis seperti anak-anak ayam yang lain, karena ia mengira bahwa dirinya memang anak ayam. Ia mengais tanah untuk mencari cacing dan serangga. Ia berkotek dan berkokok. Dan ia akan mengepak-epakkan sayapnya lalu terbang beberapa meter di udara.

Pada suatu hari, ia melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “Wow, luarbiasa! Siapa dia?” katanya penuh kekaguman.

“Itulah elang, si raja segala burung!” sahut ayam di sekitarnya.

“Kalau saja kita dapat terbang, ya? Luar biasa!”

“Ah jangan mimpi! Dia itu makhluk angkasa, sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!”

Alkisah elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai seekor ayam, karena begitulah anggapannya tentang dirinya.

NovalRamsis.com -coaching, consulting & training.

Quote: Satu ons aksi jauh lebih berharga daripada satu ton teori.

Temukan cara berlatih jadi Elang disini <<klik

Training for Special Person:
Personal Strength for Success

by @NovalRamsis
Certified Life Coach OptimasiDiri.com
Certified Mastering Hypnosis
Penulis BukuLaris 1/2Karyawan 1/2Bos.

It’s about motivation, communication & inspiration.

Success: The Power of Momentum.
-Membangun Momentum (Ulat)
-Mempercepat Langkah (Kepompong)
-Mengembangkan Sukses (Kupu-Kupu)

Tukul Arwana & Noval Ramsis buku 1/2Karyawan 1/2Bos

Tukul Arwana & Noval Ramsis buku 1/2Karyawan 1/2Bos

foto dikutip dari AntaraFoto.com

Share

Comments (0)

Kembangkan Potensi Diri

Posted on 08 October 2012 by novalramsis

Bicaralah Dengan Bahasa Hati (CINTA)

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.

Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.

Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati kita.

Kesuksesan
bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak kita, namun
juga betapa lembut hati kita dalam menjalani segala sesuatunya.

Kita tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan kita yang kuat.

Atau,
membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Kita harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam
dada kita.

*********************************************************************
Berlayarlah Menuju Pantai Harapan

Kita adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin.

Kesejatian
kita adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan
pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila
hanya tertambat di dermaga.

Dermaga adalah masa lalu kitaa. Tali
penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan kita. Jangan buang percuma
seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada kita.

Jangan biarkan masa lalu menambat kita di situ. Lepaskan diri kita dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah.

Yang
memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang
dan batu karang. Yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah masalah
yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji.

*********************************************************************
Marilah Bersyukur Pada Apa Saja

Kita wajib mensyukuri apa pun yang menimpa kita. Ini bukan masalah
keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan
sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa kita tidak
realistis.

Namun, sebenarnya sikap kita jauh lebih realistis,
yaitu membebaskan diri kita dari kecemasan atas kesalahan. Bersyukur
mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang
meringankan hidup kita selain sikap bersyukur.

Semakin banyak
kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin banyak kita
mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri kita.
Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya.

Sedikit
sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, kita
takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah.

*********************************************************************
Berkacalah Pada Diri Sendiri

Ketika dua cermin saling berhadapan, akan muncul pantulan yang tak
terhingga. Begitulah bila kita mau bercermin pada diri kita sendiri.
Kita akan menemukan bayangan yang terhingga.

Bayangan itu adalah
kemampuan kita yang luar biasa; ketakterbatasan yang memberi kekuatan
untuk menembus batas rintangan diri. Berkacalah pada diri sendiri, maka
kita akan menemukan kekuatan.

Singkirkan cermin diri orang lain.
Karena di sana kita hanya akan melihat kekurangan dan kelemahan kita
dibanding orang lain. Lebih buruk lagi, kita hanya akan menemukan
ketidakpuasan diri.

Dan ini akan menjerumuskan kita kedalam
jurang kekecewaan. Kita bukan orang lain. Kita adalah kita yangmemiliki
jalan keberhasilan sendiri.

*********************************************************************
Berhentilah Mengkritik Mulailah Menolong

Kita akan memiliki lebih banyak “waktu” dengan tidak mengkritik. Setiap
orang memahami sesuai dengan prasangkanya. Dan mereka berhak
mempertahankan pendiriannya.

Jadi untuk apa membebani diri kita
dengan mengkritik apa yang terjadi pada diri orang lain. Kita tak selalu
memahami segala sesuatu yang orang lain perbuat.

Mungkin saja
kita tidak melihat sesuatu yang dilihat orang lain. Namun, keterbatasan
pikiran kita mengaburkannya sehingga seolah kita yang melihat sesuatu
yang tak dilihat orang lain.

Bila perahu kita bocor di tengah
lautan. Kritik kita pada si pembuat perahu tidak akan menolong kita dari
ketenggelaman. Kita harus menambal lubang itu atau terjun ke air untuk
berenang. Ini akan menolong kita sendiri.

Semua tindakan kita
merupakan tabungan bagi diri kita sendiri, yang akan kita tarik kelak.
Dan seburuk-buruknya simpanan adalah kecaman. Sedangkan pertolongan
selalu memberikan bunga yang terbaik.

 

Find Your Gifted Treasure, The Golden You.

klik disini <<

 

*dikutip dari berbagai sumber

Share

Comments (1)

Memperbaiki Rasa Malu

Posted on 04 October 2012 by novalramsis

Oleh: Muhammad Khoirul Munadi

Manusia memiliki sifat malu yang dapat menggerakkan nalurinya, menilai mana yang benar dan salah. Dengan rasa malu itu, setiap manusia berjalan di atas ketetapan fitrah dari Rabbnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu tak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.”  Beliau juga mengatakan bahwa salah satu dari bagian iman adalah sifat malu.

Jika manusia dibekali malu untuk hidup, lain halnya dengan binatang. Allah memberikan nikmat kepada binatang sesuai dengan kebutuhannya. Hewan hanya memiliki insting dipadu dengan nafsu untuk hidup.

Ia tak butuh malu karena memang Allah tidak memberikan sifat itu. Begitulah Allah telah mengatur hamba-Nya untuk menjalani hidup di alam fana ini.

Malu dapat menjamin kualitas batin manusia. Karena itu, manusia tak pernah terpisahkan dengan sifat malu dan malu selalu berkaitan erat dengan ketebalan iman seseorang terhadap Rabb-nya.

Sebagian besar sahabat Rasulullah SAW menjaga dan mengedepankan rasa malunya di atas kepentingan duniawi mereka. Usman RA, misalnya, dia adalah sahabat yang paling besar sifat malunya hingga Nabi SAW pun sangat menghormatinya.

Di masa hidupnya, Rasul pernah berbaring di pangkuan istrinya, lalu datang Abu Bakar RA sedang bagian tubuhnya terbuka, tetapi nabi membiarkan hingga datang sahabat Umar RA. Akan tetapi, ketika datang Usman RA, Rasulullah dengan serta-merta merapikan pakaiannya agar tak terlihat olehnya.

Ketika ditanya istrinya mengapa berbuat demikian kepada Usman dan tidak kepada Abu Bakar dan Umar, Nabi menjawab bahwa Usman sangat pemalu. Di lain waktu, nabi pun menyanjung keistimewaan Usman di hadapan para sahabat beliau. Usman terhormat karena menjaga malu yang melebihi malunya seorang gadis.

Kekuatan iman seorang Muslim dapat dilihat dari sifat malu dalam dirinya. Seorang Muslim hakiki akan menjaga dirinya dengan benteng malu terhadap Tuhannya bila berbuat dosa.

Ia akan menaati semua perintah-Nya sekuat tenaga. Ia akan sangat menyesal, merasa bersalah dan malu kepada Rabbnya jika meninggalkan satu saja syariat-Nya. Begitulah ciri kehidupan seorang Muslim yang teguh hati menjaga malunya.

Sebagaimana diterangkan Rasulullah SAW, seorang Muslim yang tidak punya rasa malu sama sekali, dipersilakan  berbuat sesuka hatinya. Mereka telah terlepas dari tali umat Muhammad yang menghormati kalam Allah dan sabda beliau, mereka akan dikirim ke dalam azab-Nya yang pedih dan menyakitkan, kehinaan mereka peroleh di dunia dan siksaan mereka terima di neraka.

Dunia seakan telah mejadi rumah abadi bagi manusia-manusia rakus dan pengekor hawa nafsu. Mereka tak lagi memikirkan siapa Rabb-nya dan apa saja perintah serta larangannya.

Harta, tahta, dan wanita memang tombak serang setan untuk menyerang manusia. Maka dari itu, mari kita hargai diri dengan menjaga sifat malu sebagai fitrah manusia. Wallahu a’lam.

 

dikutip dari republika online

Share

Comments (0)

Kebanggaan Dunia dan Akhirat

Posted on 04 September 2012 by novalramsis

Oleh: Bobby Herwibowo

Malam itu saya dan istri sedang mampir di sebuah warung es kelapa di pinggir jalan. Di sana terlihat seorang pria tengah menikmati es kelapa.

Pemilik warung itu adalah sepasang suami-istri asal Medan yang saya duga dari logat bicaranya. Kami berdua memesan es kelapa.

Tak lama kemudian, datang seorang bocah berusia sekitar tujuh tahun. Ia lalu mencium tangan pemilik warung, yang ternyata adalah orang tua si bocah. Dari pakaiannya terlihat kalau bocah ini baru usai mengaji karena memakai baju koko dan peci.

Pria pembeli yang datang sebelum kami membuka pembicaraan. “Itu anak bapak, ya?” kata dia kepada pemilik warung es kelapa.

Bapak pemilik warung itu pun membenarkannya. Ia kemudian menyapa si bocah. “Habis pulang ngaji ya, Nak?” Bocah itu mengangguk. “Ngajinya sudah sampai surah apa?” tanya pria tadi. Bocah itu menjawab bahwa ia sudah mengaji hingga Surah al-Mulk.

Mendengar jawaban bocah itu, saya dan istri mulai tertarik dan pasang telinga. Kami melihat mimik bangga yang tersirat di wajah si pemilik warung itu. Pria ini kembali melanjutkan pertanyaan. “Apakah kamu hafal Surah al-Mulk?”

Anak itu kembali mengangguk. Maka, mulailah pria ini menguji hafalan si bocah. Pria itu membaca penggalan awal ayat ke-16 dari Surah al-Mulk dan meminta bocah tersebut untuk melanjutkannya. Bocah itu membaca dengan fasih ayat ke-16 itu hingga selesai.

Saya dan istri terpesona dengan hafalan anak itu. Kedua orang tuanya tampak bangga atas hafalan anaknya. “Subhanallah… boleh saya minta kamu baca satu ayat lagi?” pinta pria tadi.

Anak itu pun tanpa sungkan membaca kelanjutan ayat ke-17. Dan, tatkala ayat ke-17 usai dibaca oleh sang bocah, kami semua bertasbih memuji Allah SWT dengan suara yang lebih keras.

Si pria ini pun kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan sejumlah uang untuk si bocah. “Aku ingin memberi hadiah untukmu karena kamu sudah hafal Surah al-Mulk.”

Bocah itu pun dengan senang hati menerimanya. Si pria ini setengah bercanda kepada kedua orang tua si bocah. “Kalau anaknya hafal Surah al-Mulk, pasti kedua orang tuanya lebih banyak lagi hafalannya?!” ujar pria itu.

“Wah, boro-boro hafal, Pak. Baca Alquran saja kami tidak bisa,” jawab ayah si bocah. Namun demikian, pria ini tetap memberikan semangat kepada kedua orang tuanya bahwa sang anak akan menjadi perisai keduanya kelak di akhirat nanti.

Saya pun dan istri bangkit dari duduk untuk membayar es kelapa yang telah kami minum. Pria pembeli tadi berkata saat melihat kami bangkit. “Maaf Pak… Bu…, izinkan saya mentraktir kalian berdua. Saya amat bahagia malam ini,” ujarnya.

Kami berdua lalu menyampaikan terima kasih kepadanya sebelum berpamitan. Sesaat akan meninggalkan warung itu, saya menyaksikan kedua orang tua itu mengelus kepala si bocah. Di sana tersirat kebanggaan dari keduanya akan kemampuan anaknya.

Anak itu telah membuat ayahnya bangga di hadapan makhluk saat di dunia. Dan saya yakin, anak ini juga telah membuat bangga kedua orang tuanya di hadapan Allah sebab hafalan Alquran yang dimilikinya. Subhanallah.

dikutip dari republika online

Share

Comments (0)

Temukan Harta Karun dalam diri Kita

Posted on 01 September 2012 by novalramsis

Banyak orang yang tidak tahu potensi dirinya. Tidak tahu apa saja kelebihan yang dimilikinya. Coba saja tanya diri kita sendiri atau orang-orang terdekat kita. Apa sih kelebihan diri kamu? Apa yah…Bingung jawabnya. Tapi kalo ditanya apa kekurangan atau kelemahan diri, banyak orang yang dengan cepat bisa menjawab. Kurang ganteng, miskin, gak pinter, dan sebagainya.

Sebagian orang beranggapan kita kan gak mau sombong jadi nggak mau membanggakan diri dengan menyebut-nyebut apa yang kita bisa. Sombong itu emang gak boleh tapi tahu potensi diri itu harus. Bukan untuk disombongkan tapi untuk dikembangkan. Potensi diri yang terus tumbuh dan berkembang akan menjadi modal kesuksesan. Anda mau sukses kan? Cari tahu cara mengetahui potensi diri di bawah ini:

1. Bidang apa saja yang kita senangi. Sesuatu yang penuh gairah dan semangat kita lakukan. Tanpa harus diminta atau disuruh. Anda akan melakukannya secara sukarela tanpa dibayar, bahkan anda mau mengeluarkan uang untuk apa yang anda lakukan. Inilah yang disebut dengan hobi. Seseorang yang punya hobi tertentu akan melakukannya dengan sepenuh hati. Misalnya orang yang hobi memelihara tanaman, dia rajin menyiram dan merawat tanaman setiap hari. Dia rela mengeluarkan uang berapapun untuk membeli tanaman, pupuk, alat-alat dan semacamnya. Hobi bisa membawa kebahagiaan dan juga penghasilan. If we do what we love, then money will follow.

2. Bertanya kepada orang terdekat. Orang yang paling tahu diri anda adalah orang terdekat. Bisa orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman. Merekalah yang tahu tentang diri anda dari kecil sampai dewasa. Jadi mereka tahu apa potensi diri anda. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki, perlu orang lain untuk membantu menyadarkan.

3. Mencoba hal-hal baru. Begitu banyak yang bisa kita lakukan di dunia ini. Wawasan, pergaulan dan keberanian yang terbataslah yang menghambat kita untuk melakukannya. Kita bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan. Tentu saja yang kita lakukan tidak boleh melanggar hukum yah. Dengan mencoba banyak hal, mungkin kita akan menemukan potensi diri yang selama ini tersembunyi.

4. Banyak membaca, melihat dan merasakan. Dengan begitu akan banyak informasi dan pengetahuan yang bertambah. Bacaan dan tontonan yang kita sukai itu bisa jadi adalah sebuah potensi. Jika anda suka membaca perkembangan dunia komputer, internet dan semacamnya. Anda bisa menjadi ahlinya, asalkan terus konsisten untuk menambah pengetahuan.

Potensi diri itu harus digali, sama seperti minyak bumi. Tidak ada minyak yang berada di atas tanah. Kita harus mencari lokasi yang tepat untuk menggali minyak. Kedalamannya pun tidak selalu sama. Ada yang cepat ditemukan, ada juga yang perlu menggali lama karena minyaknya ada jauh di kedalaman.

Tidak ada manusia yang lahir ke dunia langsung menjadi ahli di bidang tertentu. Semua harus diraih dengan proses. Jika anda sudah tahu potensi diri anda, itulah modal kesuksesan. Jika anda bisa mengembangkan potensi anda menjadi prestasi, kesuksesan sudah menanti.

 

Kalo sudah tahu potensi diri, ayo kita kembangkan agar hidup lebih berarti. Kesuksesan pun akan mudah dicari.

Cara mengembangkan potensi bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu;
1. Pelajari bidang yang anda sukai. Galilah ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang bidang apapun yang anda senangi. Jika perlu belajar secara formal. Misalnya anda suka olahraga dan tidak terlalu suka pelajaran eksakta. Lebih baik memilih jurusan olahraga ketika kuliah daripada memaksakan kuliah di jurusan yang anda tidak minati. Bisa juga belajar secara non formal melalui kursus atau pelatihan. Minimal belajar sendiri secara otodidak melalui buku, internet dan semacamnya. Dengan belajar, potensi diri yang sudah anda miliki akan berkembang menjadi keahlian.

2. Bergaul dengan komunitas yang memiliki minat sama. Kalo ingin menjadi penulis yang lebih baik, bergabunglah dengan komunitas penulis. Dengan berkumpul, kita bisa saling mangasah kemampuan. Bisa berbagi cerita, tips, dan saling memotivasi diri. Informasi dan perkembangan terkini pun akan mudah diketahui. Peluang untuk tampil dan menunjukkan kemampuan diri akan terbuka menanti.

3. Berani tampilkan potensi. Jika didiamkan potensi akan mati. Tampilkan potensi yang anda miliki sejak dini. Kalo anda senang menulis, tampilkan tulisan anda. Jangan setelah nulis, dibaca sendiri, abis itu disimpan di laci. Cobalah buat blog sebagai sarana mengekspresikan diri. Kirim tulisan anda ke koran atau majalah. Bahkan kalo bisa bikin buku karya sendiri. Ikutin lomba menulis dari kelas lokal sampai nasional. Lakukan secara bertahap, pelan tapi pasti. Tulisan anda akan lebih baik dari hari ke hari jika anda terus menulis dan berani berbagi dengan yang orang lain.

Kalo kita sudah belajar, bergaul dan berani menampilkan potensi maka potensi kita akan terus tumbuh dan berkembang. Potensi ini bisa jadi akan menjadi bekal kesuksesan kita hari ini dan esok hari. Apa potensi anda? ayo kembangkan sekarang juga…

Find Your Gifted Treasure, The Golden You

Temukan dan Optimalkan Harta Karun dalam diri Anda dengan ikuti:

Training OptimasiDiri OptimasiRezeki  pada 8 September di Jakarta. baca info lengkapnya disini << klik

hanya hari ini 4 September 2012 sampai jam 24.00, harga EarlyBird Rp 1.400.000,- per orang (harga normal Rp 2.900.000,- per orang)

kapasitas terbatas untuk 20 orang

Berani Salah. Belajar dari kesalahan, untuk jadi lebih Baik. #BolehSalah Follow twitter @BolehSalah

 

Noval Ramsis Fortune Indonesia

Noval Ramsis Fortune Indonesia

Share

Comments (2)

Training OptimasiDiri (temukan Profesi yang Sesuai Passion Anda) 8 Sept, Jakarta

Posted on 01 August 2012 by novalramsis

Mengapa perlu Training OptimasiDiri:

  • Bekerja setengah hati minim prestasi.
  • Sering berganti-ganti profesi akhirnya jadi frustasi
  • Pekerjaan yang ditekuni tidak sesuai dengan panggilan hati
  • Investasi biaya dan waktu tinggi tidak sebanding dengan hasil prestasi

 

Tujuan pelatihan:

Membantu peserta menemukan harta karun dalam dirinya dan temukan profesi yang sesuai passion serta memberi arahan yang paling jitu untuk meraih keberhasilan di profesi tersebut.

 

Manfaat Pelatihan:

  • Mampu bekerja dengan passion sesuai kekuatan alamiah yang dimiliki
  • Menemukan (cetak biru) diri dan panggilan jiwa, sehingga tidak salah pilih pendidikan dan salah profesi
  • Mudah dalam merencanakan pendidikan yang sesuai dengan profesi yang akan ditekuni.
  • Mencapai keberhasilan di usia lebih muda
  • Memiliki keunikan dan keunggulan di bidang profesi yang ditekuni

 

Apa itu OptimasiDiri? baca & klik disini <<

 

Durasi Pelatihan:

6 jam

 

Investasi Pelatihan:

Rp. 2.900.000,- per orang (early bird Rp 1.400.000 per orang diperpanjang hanya sampai 4 September 2012 jam 24.00)

BONUS, GRATIS!!! 1 kali sesi Coaching dg Master Coach Noval Ramsis selama 1 jam, setelah training (waktu disepakati bersama)

kapasitas terbatas 20 orang

 

Fasilitas:
1. Buku “1/2 Karyawan, 1/2 Bos”
2. Modul Seminar.
3. Tes Potensi Terbaik Diri senilai Rp.450.000
4. Snack & Makan Siang
5. Konsultasi.

 

Lokasi & Waktu Pelatihan:

Jakarta 8 September 2012. ( Klik>> Noval Ramsis untuk info lokasi lain )

 

Investasi pelatihan Rp. 2.900.000 per peserta. First Transfer, First Serve

Setor tunai atau transfer ke BCA KCP Proklamasi Depok

No rekening: 6610258041

Atas nama: Noval Youmal

Info tentang Noval Youmal klik DISINI atau cari di Google dengan keyword: Noval Y. Ramsis

 

Konfirmasi pembayaran di sms atau email ke Noval Y. Ramsis:

no hape: 085 6166 4227  – Email ke: pelatihan@buyanur.com atau novalramsis@gmail.com

 

Fasilitator:

Noval Y. Ramsis : Master Coach  for Life & Business , penulis buku best Seller 1/2 Karyawan 1/2 Bos, Founder OptimasiDiri.com

 

Tukul Arwana & Noval Ramsis buku 1/2Karyawan 1/2Bos

Tukul Arwana & Noval Ramsis buku 1/2Karyawan 1/2Bos

Share

Comments (0)

Memanfaatkan Kesan

Posted on 26 June 2012 by novalramsis

Seorang pria muncul di sebuah kota dengan menenteng sebuah cemeti dan menawarkan akan membawa orang yang akan menuju kota berikutnya hanya dengan membayar ongkos separuh dari biasanya. “Hanya setengah harga,” teriaknya. “Diskon 50%, hanya untuk hari ini saja” susulnya dengan nada yang meyakinkan sambil melecut-lecutkan cemeti atau cambuknya ke tanah.

Dengan serta merta sejumlah calon penumpang segera berkumpul. Mereka membayar ongkos dan mengikutinya, menduga bahwa orang itu meninggalkan kereta beserta kudanya di balik tikungan jalan. Ketika mereka berjalan sampai ke tikungan itu – dan tikungan berikutnya – mereka menduga orang itu meninggalkan kudanya di pinggiran kota. Ketika berjalan meninggalkan kota, mereka menyimpulkan bahwa kereta kudanya pasti ada di tempat perhentian pertama di tepi jalan.

Akhirnya, ditengah-tengah perjalanan – dengan berjalan kaki – menuju ke kota berikutnya, mereka memprotes. “Di mana kuda dan keretanya?” tanya mereka. “Siapa yang menyebut-nyebut kereta?” jawab si pria itu. “Kan tadi saya bilang kalau saya akan membawa kalian ke kota berikutnya, dan saya sekarang membawa kalian ke sana.”

***

Anda pasti paham lelucon ini. Mereka para calon penumpang yang ‘terhipnosis’ oleh cemeti yang dibawa pria ini dan menduganya sebagai sais kereta kuda.

Para pemasang iklan kerap memanfaatkan ‘hipnosis’ semacam ini. Iklan sabun mandi, pasta gigi, vitamin dan semacamnya di TV biasanya menampilkan pria berjubah putih yang memberikan informasi berisi pujian tentang produk-produk itu. Jubah putih, sikap serius, dan suara yang tenang mengesankan pria tersebut sebagai seorang dokter dan mengemas informasi yang diberikannya sebagai penjelasan ilmiah, meskipun iklan itu tidak menyebutkan kedua hal itu.

***

Akhir-akhir ini sering muncul berita-berita di surat kabar yang menceritakan bagaimana orang-orang  tertipu (terhipnosis, menurut pengakuan mereka) jutaan rupiah dengan membeli jam tangan merek tertentu. Jam tangan itu dijual dengan harga sangat murah dari penjual yang ‘terkesan’ berasal dari luar negeri karena memakai bahasa Inggris (kadang berlogat Melayu), membawa dolar (yang kadang seumur hidupnya belum pernah dilihatnya), berpakaian perlente dan berwajah tampan/cantik.

Ngomong-ngomong
ini sebenarnya hipnosis, salah kesan atau semata-mata keserakahan?

*dikutip dari indonlp

Share

Comments (0)

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 459439Total dibaca:
  • 235577Total pengunjung:
  • 180Pengunjung hari ini: