khutbah jumat 26 april 2013, Andalusia islamic center Sentul City Bogor
oleh abu Ziyan
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala…
Alhamdulillah, kembali kita memuji dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di kesempatan, di waktu yang mulia ini kembali Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertemukan kita, mengumpulkan kita di satu tempat. Di salah satu dari rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan karena dunia yang mengumpulkan kita. Bukan karena senasab atau bukan karena satu keturunan kita bertemu di tempat yang penuh berkah ini. Tapi kita bertemu karena mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan merealisasikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jamaah jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala...
Umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita ternyata di suatu saat nanti, di akhirat kelak, akan dimintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pertanggungjawabannya. Dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR. at-Tirmidzi)
Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala..
Umur dan kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita di dunia ini ternyata di suatu saat akan ditanyakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan di dalam Surah Faathir Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakankan kepada kita tentang orang-orang kafir yang dimasukkan ke dalam neraka dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berhujjah dengan umur dan kesempatan yang diberikan kepada mereka. Di ayat 36 dari Surah Faathir Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.” (QS. Faathir: 36)
Di ayat 37 Allah Subhanahu wa Ta’ala melanjutkan:
”Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”.
Kemudian Allah membantah mereka:
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (‘adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”
Jama’ah jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…
Kesempatan dan umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita ternyata suatu saat akan ditanyakan. Umur umat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yang apabila dibandingkan dengan umur umat-umat terdahulu, umur umat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam lebih relatif singkat. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Umur umatku adalah antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit dari mereka yang melebihi itu” (HR. Imam at-Turmudzy, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim)
Umur yang 60 atau 70 tahun ini bila dibandingkan dengan umur umat-umat terdahulu maka sangat pendek. Cobalah kita lihat dan baca surah Al-‘Ankabut yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan kepada kita tentang Nabi Nuh.
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun…” (QS. al-‘Ankabut: 14)
Atau dengan bahasa kita 950 tahun. 950 tahun bila dibandingkan dengan 60 tahun, dibandingkan dengan 70 tahun sungguh sangat pendek umur umat ini. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam mendakwahi Raja Fir’aun laknatullah ‘alaihi selama kurang lebih 500 tahun. Maka bila dibandingkan dengan umur umat ini sangatlah pendek. Namun Maha Kasih Sayangnya Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap umat ini walaupun dihitung dari segi jauh dan tahun umat ini umurnya sangat pendek namun pada hakikatnya bila mereka memanfaatkan dan memaksimalkan kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya umur mereka bisa melebihi 1000 tahun dari segi hakikat atau dari segi kualitas.
Misalnya di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan dalam satu surah yaitu Surah Al-Qadr, dimana ada suatu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan atau kurang lebih 83 tahun 4 bulan. Kalau kita yang telah melewati kesempatan itu mengisi dengan amalan-amalan yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Satu malam bagaikan 1000 bulan. Satu malam bagaikan 83 tahun 4 bulan. Kalau dua kali kita melewati, dua tahun kita melewati Ramadhan maka sudah 160 tahun lebih. Kalau 20 tahun, umur kita mungkin 40 tahun, 20 tahun pertama di habiskan dengan senda gurau dihabiskan dengan berfoya-foya. Kemudian 20 tahun yang terakhir barulah diisi dengan penuh ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 20 kali kita bertemu dengan lailatul qadr. 20 tahun kita bertemu dengan Ramadhan dan kita manfaatkan kesempatan itu dengan baik maka seolah-olah sebenarnya kalau dihitung 20 x 83 berarti 1660 lebih. Kalau 20 tahun kita lewati dan kita manfaatkan kesempatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita maka seolah-olah umur kita melebihi 1000 tahun.
Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…
Dalam hadits yang lain sebagai kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan begitu pula Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyiapkan kepada umat ini amalan-amalan, perbuatan-perbuatan yang apabila diamalkan pahalanya akan terus mengalir walaupun dia sudah menjadi tanah. Walaupun dia sudah berada di alam kubur. Perjalanan manusia berhenti setelah berpisahnya antara ruh dan jasad. Namun ada beberapa amalan yang pahalanya tetap mengalir, tetap berjalan walaupun manusia itu sudah berada di alam barzakh. Hadits yang sangat masyhur yang sering kita dengarkan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasululllah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
”Apabila Manusia meninggal Dunia maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal, shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya”.
Jama’ah jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…
Intinya adalah bagaimana memanfaatkan, memaksimalkan kesempatan dan umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita. Meskipun Umur yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita sangatlah pendek bila dibandingkan dengan umur orang-orang terdahulu yang kita sebutkan tadi. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kepada kita beberapa amalan yang disebutkan dalam hadits tersebut, yang pahalanya terus mengalir. Hal ini merupakan kesempatan untuk mengamalkan semua yang disebutkan dalam hadits tersebut atau memilih salah satunya.
Khutbah Kedua
Jama’ah Jum’at yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…
Sebelum menutup khutbah kedua ini, saya ingin menyampaikan sebuah kisah permisalan. Ada seorang nelayan yang kebiasaannya mendapatkan atau mengambil ikan di laut kemudian dijual ke pasar. Penghasilannya adalah dari mencari ikan di laut. Di satu saat ia mendapatkan ikan namun ia tidak menjualnya kepasar, ikan tersebut ia bawa ke rumah setelah sampai di rumah ia membelah ikan itu dan mendapatkan dalam ikan itu sebuah mutiara. Sebuah mutiara yang sangat mahal. Mutiara yang sangat cantik. Ketika dia melihat mutiara itu, istri si nelayan kemudian berangan-angan akan membeli rumah, akan membeli mobil dan akan membeli yang lainnya.untuk kebutuhannya dan tidak lagi menjadi nelayan.
Kemudian ia pun pergi menemui tetangganya yang mana tetangganya adalah seorang penjual emas setelah diperlihatkan berapa harga kira-kira harga dari mutiara itu sang penjual emas itu mengatakan bahwa mutiara itu adalah mutiara yang asli, yang sangat mahal, seluruh benda yang ada di rumah saya, emas yang ada di rumah saya bahkan seluruh isi rumah saya tidak mampu untuk menghargai mutiara yang anda dapatkan. Maka pergilah ke fulan karena ia lebih kaya dari saya. Kemudian ia berangkat ke si fulan, penjual emas yang lebih kaya dari yang pertama. Namun jawabannya sama bahwa mutiara yang anda bawa adalah mutiara yang sangat mahal yang kami tidak mampu membelinya. Kemudian tinggal satu solusi, seorang raja yang memiliki harta yang sangat banyak mudah-mudahan ia bisa menghargai mutiara yang anda dapatkan.
Ketika sampai dihadapan raja dan ia memperlihatkan mutiara itu, raja pun mengatakan, “Sebenarnya saya juga tidak mampu memberikan harga yang tepat pada mutiara yang anda bawa. Tapi saya memberikan anda pilihan, saya memiliki rumah yang memiliki tiga ruangan yang mana di dalam rumah itu ruangan pertama dipenuhi dengan emas dan perhiasan. Ruangan yang kedua dipenuhi dengan tempat tidur yang nyaman dan yang ketiga diisi dengan makanan yang lezat. Maka sang raja memberikan kesempatan kepada nelayan tersebut selama tujuh jam untuk mengeluarkan seluruh isi dari rumah itu. Apapun yang dikeluarkan maka itu menjadi haknya akan menjadi harga dari mutiara itu.
Maka nelayan itu berkata tujuh jam terlalu panjang, satu jam saja sudah cukup untuk mengeluarkan semua isi dari rumah itu. Tapi raja mengatakan tidak, tetap tujuh jam. Anda saya berikan kesempatan untuk mengeluarkan isi dari rumah itu selama tujuh jam. Sehingga orang ini masuk ke dalam rumah, ketika masuk ke dalam rumah ia melihat ada emas, ada kasur yang sangat empuk, ada makanan yang lezat yang ia tidak pernah dapatkan sebelumnya. Maka setelah sampai pada ruangan pertama, ruangan emas, dia mengatakan waktunya masih lama, masih tujuh jam, belakangan saja. Kemudian sampai ke kasur yang empuk dia mengatakan nanti saja. Sampai kepada makanan dia tertarik dan mengatakan saya sudah berjam-jam melalui perjalanan menuju ke sini dan saya sangat lapar dan makanan ini saya tidak pernah makan sebelumnya maka lebih baik saya makan dulu. Maka dia pun makan dengan sekenyang-kenyangnya dan satu jam berlalu.
Setelah satu jam berlalu ia kembali ke ruangan kedua dia mengatakan ini adalah kasur yang sangat empuk yang mana saya tidak pernah tidur di atas kasur seempuk ini maka ia pun membaringkan badannya di atas kasur yang empuk itu dan ia tertidur dan ia tidak terbangun kecuali setelah mendengarkan peringatan dari sang algojo yang mengatakan, “anda harus keluar dari rumah ini karena sudah lewat tujuh jam”. Dan ia pun keluar dari rumah tanpa membawa emas dan tempat tidur. Yang dibawa hanyalah makanan yang dua jam kemudian akan berubah menjadi kotoran.
Maksud dari kisah ini adalah; mutiara tadi adalah nyawa kita. Mutiara tadi itulah ruh kita yang sangat mahal yang tidak bisa dihargai dengan dunia dan seluruh isinya. Rumah tadi adalah dunia kita yang diisi 3 ruang/ hal yaitu dengan amal shalih yaitu emas, yang diisi dengan kelalaian yaitu kasur & yang diisi dengan syahwat yaitu makanan. Dan tujuh jam tadi adalah merupakan kesempatan dan umur kita. Tujuh jam kita diberikan untuk masuk ke dalam rumah, yang mana kita akan dikeluarkan dari dalam rumah itu. Mana pilihan kita; emas yang merupakan amal shalih atau tempat tidur (kita habiskan waktu untuk kelalaian) atau makanan, kita tinggal memilih.
Mudah-mudahan ada manfaatnya.
*********************
Ayo investasi akhirat dengan bersedekah,
“Orang-orang yg menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. Al Baqarah :274)
“Bengkel Aqidah Semarang menjadi Solusi Holistik Multidimensi segala Permasalahan Dunia”
Testimoni jamaah :”Sudah berkali kali saya di rukyah sama Ust. Adil dan Ust. Maman tapi selalu kambuh, sembuh dan kambuh, hingga di rukyah terakhir Jin anyg mengganggu sulit sekali di usir, hingga kelelahan semua, peruqyah dan yang di ruqyah, akhir dimintalah utk sholat dua rakaat dan berdoa sekhusyu’ mungkin untuk di sembuhkan, setelahnya bersedekah istimewa, karena belum ada akhirnya saya niat saja, jika sembuh akan sedekah istimewa,subhanallah… antara sadar dan tidak saya melihat sesosok berpakaian putih datang dengan cambuknya dan mulai mencambuk jin-jin yang ada ditubuh saya, si jin pun teriak lari dengan ketakutan, “malaikat datang..malaikat datang. “Alhamdulillah sampai sekarang sudah sembuh dan tidak kambuh lagi. Subhanallah…Luar biasa dahsyatnya sedekah.
Masjid Al Hayyu
Jl. Sumber Sari Rt03/RW10 no 23
Sebrang Graha Permata Surya
Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
ditawarkan 4.000 lembar infak senilai @Rp. 500.000,- untuk pembangunan gedung Bengkel Aqidah Semarang
Bagi yang memiliki keluangan rezeki silahkan transfer kesini <<klik disamping ini