About

Kami adalah tiga dari sekian banyak orang yang gelisah. Ya, gelisah melihat perilaku masyarakat kita yang semakin edan. Yang semakin hedonis dan materialis. Hawa nafsu dijadikan panglima. Keadilan dan kebenaran bertekuk lutut tidak berdaya dihadapan harta benda.  Aturan-aturan agama, akhlak, etika dan negara seringkali diterabas seenaknya.

Namun kegelisahan saja tidaklah berarti apa-apa. Harus ada perbuatan nyata. Kami berpikir: “sekecil apapun, dan seremeh apapun, kita harus berbuat”. Berdasarkan nasihat yang bijak “ibdak bi nafsiih”, mulailah dari diri sendiri, maka kami memulainya. Karena sudah ada yang telah lebih dahulu mulai, maka sebagai pengikut, mudah-mudahan kami akan masuk dalam barisan  bersama mereka yang berbuat kebaikan.

Beranjak dari itulah  BuyaNur.com diluncurkan. Dengan tujuan tunggal untuk:  “mentransformasi kegelisahan menjadi pola pikir dan pola tindak yang positif dan benar. Mudah-mudahan dapat menular kepada siapapun yang memang mau ditulari atau yang memang ditakdirkan akan tertulari.

Kami sangat sadar, bahwa “positif dan benar” amatlah relative.  Untuk tidak terjebak dalam debat akademis, maka kami sederhanakan tolok ukurnya: “bermanfaat dunia akhirat”.  Yang jelas, landasan utama BuyaNur.com adalah akhlak dan spiritualitas Islam. Kami mencoba menggali dan menyuguhkannya secara ringan. Sekadar penawar kegelisahan, agar tidak berkembang menjadi pesimisme dan apatisme.

Kalaupun nanti kami menawarkan kegiatan muamalah,  itu hanyalah sebagai pelengkap saja. Yang akan menjadi sarana untuk berbuat sesuatu yang nyata. Agar potensi yang ada dan bakal ada dapat dimanfaatkan bersama. Dan sudah tentu akan sangat menggembirakan kalau Anda yang mempunyai potensi: pengetahuan, ketrampilan atau pengalaman,  ikut berpartisipasi meramaikannya.

Buya Nur adalah nama tokoh imaginer dalam cerita perjalanan spiritual Ibnu. Kisah Ibnu sudah terlebih dahulu ditampilkan dalam website masjid Al-Fauzien Gema Pesona Depok 2

Akhirnya izinkan kami mengemukakan suatu harapan yang muluk: “Semoga kehadiran BuyaNur.com dapat memberi sumbangan positif buat perkembangan spiritual dan fisikal negeri ini”.

Wassalam

Kami yang gelisah,

@SYBermawan@NovalRamsis & @supardilee

Depok, April 2010

Kontak

Bila ingin menghubungi kami dapat mengirim email ke: kontak@buyanur.com, buyanur@gmail.com atau dapat pula dengan mengisi buku tamu kami.

 

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (07) KETIKA RASA MALU SUDAH TIDAK ADA, sehingga orang berbuat semaunya sendiri, mengikuti ego pribadi, dan hawa nafsu menjadi panutan diri, itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Malu adalah pembeda antara hewan dengan manusia. Tanpa malu, manusia tak ubahnya hewan lainnya. Kenapa mesti ego dikedepankan? Kenapa hawa nafsu dipertuhankan? Kenapa semua syahwat dilampiaskan? Tak lain adalah karena malu sudah tiada. Tiadanya rasa malu, membuat manusia menjadi monster menakutkan. Setiap pikiran, ucapan dan perbuatan, pasti akan menhancurkan peradaban. Muamalah tak lebih dari sekadar kakulasi untung rugi materi. Tatkala seperti itu akankah manusia masih mengaku dirinya insan yang ber-iman? Tidak, saudaraku. Dikala malu sudah tiada, siap siaplah, Dia akan membiarkan kita, menjadi manusia durhaka, yang kelak akan menjadi penghuni neraka. Marilah segera kembali ke jalan yang benar. Pakaian malu jangan ditanggalkan. Karena memang malu adalah bagian dari iman. (SYB)


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 224106Total dibaca:
  • 95530Total pengunjung:
  • 116Pengunjung hari ini:

Palanta Discussion Forum Schedule

February 2012
S M T W T F S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829EC

 

Upcoming Discussion

  • No events.