Archive | June, 2012

Memanfaatkan Kesan

Posted on 26 June 2012 by novalramsis

Seorang pria muncul di sebuah kota dengan menenteng sebuah cemeti dan menawarkan akan membawa orang yang akan menuju kota berikutnya hanya dengan membayar ongkos separuh dari biasanya. “Hanya setengah harga,” teriaknya. “Diskon 50%, hanya untuk hari ini saja” susulnya dengan nada yang meyakinkan sambil melecut-lecutkan cemeti atau cambuknya ke tanah.

Dengan serta merta sejumlah calon penumpang segera berkumpul. Mereka membayar ongkos dan mengikutinya, menduga bahwa orang itu meninggalkan kereta beserta kudanya di balik tikungan jalan. Ketika mereka berjalan sampai ke tikungan itu – dan tikungan berikutnya – mereka menduga orang itu meninggalkan kudanya di pinggiran kota. Ketika berjalan meninggalkan kota, mereka menyimpulkan bahwa kereta kudanya pasti ada di tempat perhentian pertama di tepi jalan.

Akhirnya, ditengah-tengah perjalanan – dengan berjalan kaki – menuju ke kota berikutnya, mereka memprotes. “Di mana kuda dan keretanya?” tanya mereka. “Siapa yang menyebut-nyebut kereta?” jawab si pria itu. “Kan tadi saya bilang kalau saya akan membawa kalian ke kota berikutnya, dan saya sekarang membawa kalian ke sana.”

***

Anda pasti paham lelucon ini. Mereka para calon penumpang yang ‘terhipnosis’ oleh cemeti yang dibawa pria ini dan menduganya sebagai sais kereta kuda.

Para pemasang iklan kerap memanfaatkan ‘hipnosis’ semacam ini. Iklan sabun mandi, pasta gigi, vitamin dan semacamnya di TV biasanya menampilkan pria berjubah putih yang memberikan informasi berisi pujian tentang produk-produk itu. Jubah putih, sikap serius, dan suara yang tenang mengesankan pria tersebut sebagai seorang dokter dan mengemas informasi yang diberikannya sebagai penjelasan ilmiah, meskipun iklan itu tidak menyebutkan kedua hal itu.

***

Akhir-akhir ini sering muncul berita-berita di surat kabar yang menceritakan bagaimana orang-orang  tertipu (terhipnosis, menurut pengakuan mereka) jutaan rupiah dengan membeli jam tangan merek tertentu. Jam tangan itu dijual dengan harga sangat murah dari penjual yang ‘terkesan’ berasal dari luar negeri karena memakai bahasa Inggris (kadang berlogat Melayu), membawa dolar (yang kadang seumur hidupnya belum pernah dilihatnya), berpakaian perlente dan berwajah tampan/cantik.

Ngomong-ngomong
ini sebenarnya hipnosis, salah kesan atau semata-mata keserakahan?

*dikutip dari indonlp

Share

Comments (0)

Training Parenting

Posted on 24 June 2012 by novalramsis

Mengapa perlu Training Parenting:

  • Orang tua sulit menentukan pola asuh yang sesuai dengan personality anak
  • Bingung berbagi peran dalam mengasuh dan membimbing anak.
  • Sulit dalam membangun hubungan yang saling mendukung antara orang tua dengan anak

 

Tujuan pelatihan:

Membantu para orang tua dalam mengasuh dan mempersiapkan anak-anak menuju keberhasilan

 

Manfaat Pelatihan:

  • Orang tua mengetahui model parenting yang tepat sesuai dengan dirinya dan anak-anaknya.
  • Orang tua menemukan cara terbaik dalam mengasuh anak menuju keberhasilan masa depannya
  • Orang tua mampu memaksimalkan kekuatan alamiah mereka sesuai dengan personality anak

 

Durasi Pelatihan:

4-6 jam sesuai kesepakatan

 

Lokasi Pelatihan:

Jakarta & Depok.  ( Klik>> Noval Ramsis untuk lokasi lain )

 

Fasilitator:

Noval Y. Ramsis :Master Coach for Life & Business , penulis buku best Seller 1/2 Karyawan 1/2 Bos, Founder OptimasiDiri.com

Share

Comments (0)

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 455603Total dibaca:
  • 232933Total pengunjung:
  • 165Pengunjung hari ini: