Waryono, seorang office boy di Jakarta. Di tengah kesibukannya bekerja, ia juga mengelola beberapa bisnis. Berbekal modal Rp.500.000,- ia membuka toko kelontong kecil. Ternyata, bisnisnya berjalan dengan baik. Ia pun memutar modalnya untuk membuka warung pecel lele.
Dengan ketekunan, semangat pantang menyerah, hemat, senang belajar, Waryono pun berhasil di warung pecel lelenya. Ia membuka warung pecel lele yang kedua. Selain itu, ia pun punya toko tanaman hias, juga sawah dan traktor yang disewakan.
Sekarang, omset semua bisnisnya mencapai Rp. 25 juta per bulan. Itulah bukti nyata bahwa orang yang bekerja, dapat juga membangun bisnis dan berhasil dari modal yang relatif kecil. Waryono pun diprofil sebagai “Sosok Minggu Ini” pada acara berita di sebuah stasiun TV swasta nasional.
Lihat video liputan seorang Waryono disini –> http://www.youtube.com/watch?
Lain lagi dengan Pak Sofyan. Ia manajer di sebuah perusahaan farmasi. Beberapa tahun sebelum masa pensiunnya tiba, ia telah mulai berbisnis. Membuka peternakan ayam potong. Ia meresikokan modal puluhan juta rupiah untuk bisnisnya ini.
Ternyata pilihannya tepat. Bisnis ayam potongnya berjalan lancar. Bisnis ini memang telah tersistem. Ada perusahaan besar yang mensuplay anak ayam, pakan dan menampung hasil panennya.
Meski begitu, bukan berarti bisnisnya tanpa masalah. Anak kandang yang cenderung “nakal”, tetangga kandang yang merongrong menjadi tantangan di awal bisnisnya. Selain tentu masalah perawatan ayamnya sendiri.
Sosok Pak Sofyan ini memberi pelajaran penting. Bisnis bisa dimulai di usia matang. Usia-usia pensiun. Dan tetap tidak mengganggu pekerjaan di tempat kerja.
Pelajaran lain adalah tentang modal. Pak Sofyan ini yakin bisa sukses di bisnisnya. Maka ia siap keluarkan modal besar. Keyakinan ini muncul, tentu karena sebuah perhitungan yang matang dan pengetahuan yang cukup tentang bisnis yang akan dibukanya.
Sosok lain adalah Fauzan. Ia mahasiswa pemenang Wirausaha Muda Mandiri Award di tahun 2010. Bermula dari niatnya untuk mulai berbisnis saat masih mahasiswa. Pilihannya jatuh pada budidaya lele sangkuriang. Khususnya usaha pembenihannya.
Maka, waktu-waktu luang di tengah kesibukan kuliah ia gunakan untuk berbisnis lele ini. Tiga orang karyawan sekarang membantunya di peternakannya di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Berbagai media massa banyak yang meliput kesuksesan Fauzan.
Nah, itulah bisnis. Ia bisa kita bangun di tengah kesibukan kita sehari-hari dalam bekerja atau kuliah. Ada faktor delegasi yang sangat membantu. Kuliah, tentu tak bisa diwakilkan. Paling banter, nitip absen. Itupun akan kena sanksi berat bila ketahuan. Dan tentu kita rugi sendiri bila kuliahnya hanya nitip absen. Sudah bayar mahal, ilmunya tak dapat.
tulisan diatas adalah sebagian dari isi Bab 3. Mereka Bisa, Kenapa Kita Tidak? buku:
33 Jurus Sukses Berbisnis Kala Masih Bekerja – Jangan main-main dengan Bisnis Sampingan
(buku yang akan diedarkan awal Desember 2011 oleh penerbit Tangga Pustaka – grup AgroMedia)
penulis: Supardi Lee & Noval Ramsis
Harga buku: Rp. 40.000,-
order buku klik disini –> Pesan Buku: 1/2 Karyawan 1/2 Bos












March 12th, 2012 at 5:10 pm
Keep spirit..
nice post..