Categorized | Inspirasi & Motivasi

Buat Keputusan Tegas

Posted on 31 October 2011 by novalramsis

Sinopsis BAB 1 dari buku:

1/2 Karyawan 1/2 Bos

33 Jurus Sukses Berbisnis Kala Masih Bekerja – Jangan main-main dengan Bisnis Sampingan

(buku yang akan diedarkan awal Desember 2011 oleh penerbit Tangga Pustaka – grup AgroMedia)

penulis: Supardi Lee & Noval Ramsis

Harga buku: Rp. 40.000,-

cover buku: 1/2 Karyawan 1/2 Bos

cover buku: 1/2 Karyawan 1/2 Bos

Keputusan adalah pekerjaan mental yang paling dekat dengan tindakan.  Tak ada tindakan tanpa keputusan.  Seperti apa tindakan kita, ditentukan oleh keputusan yang sebelumnya kita buat.

Sebelum keputusan, ada keinginan.  Keinginan – keputusan – tindakan adalah sebuah jalur dan siklus.  Maka, banyak orang menginginkan sesuatu, tetapi tidak bertindak.  Banyak karyawan yang ingin memiliki bisnis, tapi tak bertindak.  Kenapa?  Karena tidak membuat keputusan!

Inilah langkah awal kita untuk memiliki bisnis.  Buat keputusan tegas.

Sebuah keinginan telah berubah menjadi keputusan bila kita telah melengkapinya dengan faktor waktu.  Saya ingin memiliki bisnis.  Kapan?  Bulan depan!  Nah, itu keputusan.

Waktu saya bekerja, saya memutuskan untuk mulai memiliki bisnis juga.  Maka saya mulai bertindak.  Saya beli dan baca buku-buku bisnis.  Saya baca tabloid tentang berbisnis.  Saya bertanya dan diskusi dengan orang-orang yang telah berbisnis.  Inilah keputusan pertamanya : “Saya memutuskan untuk memiliki bisnis bulan depan.”

Keputusan kedua, berkaitan dengan bisnis apa yang akan saya mulai jalani.  Maka saya mencari bisnis yang paling pas dengan kondisi saya.  Kebetulan, rumah saya ada di kampung.  Di samping rumah, ada lahan yang telah dibuat kolam oleh kakak ipar saya.  Ia telah lebih dulu berbisnis.  Lobster air tawar.

Setelah setahun ia menjalani bisnis lobster, semua lobsternya kena virus dan mati semua.  Ia berhenti berbisnis lobster.  Menyisakan kolam-kolam yang tak lagi dipakai.  Dengan izinnya, saya bisa menggunakan kolam-kolam itu.

Saya memutuskan untuk budidaya lele.  Khususnya lele sangkuriang.  Kenapa lele?  Pertama, saya suka makan pecel lele.  Murah, enak dan bergizi.  Kedua, lele tak membutuhkan air mengalir.  Di ‘air mati’ pun bisa.  Ini pas dengan kondisi lahan saya yang tak dilalui sungai.  Ketiga, saya bertemu dengan Pak Nasrudin.  Beliau ini maestro lele.  Telah bergelut dengan lele bertahun-tahun lamanya.  Cerita beliau tentang lele membuka wawasan saya tentang lele.  Peluang pasarnya yang sangat besar.  Budidayanya yang tidak terlalu repot.  Faktor-faktor pendukung seperti sumber pakan, obat-obatan dan sebagainya pun tersedia.  Inilah keputusan kedua saya : “Saya beternak lele sangkuriang”.

Keputusan ketiga saya buat berkaitan dengan : “Seberapa serius saya dengan bisnis ini?”  Mau coba-coba aja?  Kalau berhasil, baru ditingkatkan skalanya?  Atau benar-benar serius.  Apapun yang terjadi – kegagalan sekalipun – saya akan tetap di bisnis ini sampai benar-benar sukses?

Saya memutuskan untuk memilih yang kedua.  Serius 100%.  Apapun yang terjadi, saya akan terus berbisnis lele.  Tidak akan setengah-setengah.  Full commited.  Berkomitmen penuh.

Ini saya lakukan karena beberapa alasan:

  1. Bila kita coba-coba dulu, “Kalau berhasil saya lanjutkan, kalau gagal saya berhenti dan mencari bisnis lain” adalah sebuah pola pikir yang keliru.  Kenapa?  Kita baru belajar berbisnis, tentu belum ahli.  Maka kemungkinan gagalnya juga besar.
  2. Agar sukses, kita butuh waktu minimal untuk belajar, mengenal orang-orang kunci di bisnis itu dan mengembangkan sistem bisnis kita sendiri.
  3. Berganti-ganti bisnis awal hanya membuang sumberdaya percuma.
  4. Bisnis apapun, bahkan yang telah fokus sekalipun dan telah berjalan lama tentu masih mungkin ada masalahnya.  Juga mungkin saja gagal.
  5. Bila kita benar-benar serius, mengambil resiko yang cukup besar, tentu kita akan berusaha optimal. Dan usaha optimal ini lah yang diperlukan untuk membuka bisnis.  Apalagi kita masih tetap bekerja.

Nah, bila kita ingin memiliki bisnis dan tetap mempertahankan pekerjaan kita selama ini, maka langkah pertamanya Buat Keputusan Tegas.

Pernah nonton film Men of Honor? Film ini dibintangi Cuba Gooding Jr. dan Robert De Niro.  Film ini berdasar pada kisah nyata Carl Bashier. Carl ini negro.  Ia ingin menjadi penyelam.   Ia memutuskan untuk bergabung dengan angkatan laut Amerika.  Saat itu, tak ada negro yang bisa jadi penyelam di angkatan laut Amerika.  Hanya orang berkulit putih yang boleh.

Berbagai rintangan dan permusuhan harus dihadapi Carl Bashier.  Bahkan sampai membahayakan nyawanya.  Tapi ia tetap bertahan.  Keputusannya telah bulat dan sangat kuat.  Maka berbagai rintangan berhasil ia atasi.  Berbagai permusuhan bisa berubah menjadi dukungan.  Cita-cita Carl Bashier pun tercapai.  Untuk membangun bisnis, saya benar-benar belajar dari kisah nyata Carl Bashier ini.

Share
Protected by Copyscape Online Copyright Protection

Leave a Reply

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 456177Total dibaca:
  • 233322Total pengunjung:
  • 208Pengunjung hari ini: