Categorized | Inspirasi & Motivasi, PALANTA

Kenapa Orang Sulit Berubah?

Posted on 20 October 2011 by novalramsis

Perubahan.  Ini topik yang terus dibahas.  Kenapa?  Karena memang sangat penting.  Untuk siapa?  Untuk kehidupan pribadi, perusahaan, masyarakat, bangsa, negara, dan umat manusia.  Prinsip pertama dalam perubahan, yaitu: Siapapun yang tak berubah akan punah.  Pada dasarnya, setiap mahluk hidup tak ingin punah.  Itu salah satu sebab, kenapa mahluk hidup mampu bereproduksi.

Perubahan adalah keharusan untuk manusia di setiap kondisi.  Dalam kondisi buruk, manusia harus berubah.  Bahkan dalam kondisi baik, perubahan tetap sebuah keharusan.  Kenapa?  Karena manusia layak untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Maka setiap orang tahu akan pentingnya perubahan.  Tapi tak setiap orang bisa benar-benar berubah dan mendapat manfaat dari perubahannya itu.  Kenapa?

Saya memilih lima penyebab kenapa orang sulit berubah :

1.          Mekanisme Pertahanan Diri

Pertama sekali, perubahan harus terjadi di pikiran sadar.  Berubah dari tidak tahu menjadi tahu.  Dari tidak mau menjadi mau.  Ini perubahan yang relatif mudah.  Berikutnya, perubahan harus terjadi di pikiran bawah sadar.  Nah, di sini masalah terjadi.  Pikiran bawah sadar manusia dewasa telah terbentuk.  Karenanya, pikiran ini membuat mekanisme pertahanan dirinya agar tak terganggu.  Maka setiap ide perubahan akan dilawan.  Setiap orang tahu bahwa merokok itu buruk.  Banyak yang juga ingin berhenti.  Kenapa tak bisa?  Karena pikiran bawah sadar menolak penghentian ini dengan berbagai alasan.  Maka bila energi perubahannya tak cukup besar, perubahan pun tak terjadi.  Bila pun terjadi, hanya sebentar saja.

 

2.          Kenikmatan Sekunder.

Seluruh kebiasaan buruk sebenarnya menimbulkan penderitaan.  Tapi, ia juga mendatangkan kenikmatan.  Namanya kenikmatan sekunder.  Orang ditato itu sakit.  Kenapa dilakukan?  Karena tato memberikan kenikmatan.   Merasa jadi terlihat keren, biar disebut ikut mode, dan sebagainya.  Marah-marah itu sakit dan tidak menyenangkan.  Kenapa orang melakukannya?  Karena ada kenikmatan sekunder.  Puas bisa membalas.  Merasa berkuasa.  Bisa mengendalikan, dan sebagainya.

 

3.          Tak Punya Alasan Kuat.

Berubah bermodal keinginan saja tak akan efektif.  Kita harus bisa memutuskan dengan tegas. Nah, agar bisa memutuskan dengan tegas, kita butuh alasan yang sangat kuat.  Ada dua alasan.  Satu, untuk mendapat kesenangan. Dua, untuk menghindari penderitaan.  Kenapa orang bisa disiplin bekerja?  Pertama, karena disiplin adalah dasar bagi peningkatan karier.  Kedua, karena bila tak disiplin bisa di-PHK.  Ingin karier kita meningkat dan takut kena PHK menjadi alasan kuat dibalik disiplin banyak karyawan.

 

4.          Godaan Terlalu Kuat

Godaan adalah penghambat yang terasa enak.  Karena enaknya ini, maka godaan jadi sangat sulit untuk dilawan.  Seorang yang ingin lepas dari kecanduan narkoba harus menjauhi teman-temannya yang pecandu narkoba.  Bila tidak, teman-teman ini akan menggoda.  Perubahan pun gagal.  Pemerintah kita ingin memberantas korupsi.  Sulit sekali.  Kenapa?  Karena para koruptor terus menggoda para pemberantas korupsi untuk ikut menikmati hasil korupsi itu.  Maka, banyak pemberantas korupsi malah jadi koruptor.

 

5.          Tak Ada Teman

Perubahan akan sangat terbantu bila ada teman.  Berubah sendiri jelas sulit.  Berubah berdua, tetap sulit tapi kesulitannya lebih kecil daripada berubah sendiri.  Maka teman bisa menjadi sumber energi perubahan satu sama lain.  Bisa saling mengingatkan, menguatkan dan membantu.  Maka, pilih lah teman yang tepat.  Teman yang bisa membantu kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.  Lebih penting dari itu, jadilah teman yang tepat untuk orang lain.

Nah, semoga bermanfaat.

Share
Protected by Copyscape Online Copyright Protection

Leave a Reply

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 455648Total dibaca:
  • 232961Total pengunjung:
  • 193Pengunjung hari ini: