Categorized | buyanurmenyapa

7. KETIKA RASA MALU SUDAH TIDAK ADA

Posted on 01 March 2011 by Syahril Bermawan

Assalamu’alaikum.

(07) KETIKA RASA MALU SUDAH TIDAK ADA, sehingga orang berbuat semaunya sendiri, mengikuti ego pribadi, dan hawa nafsu menjadi panutan diri, itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Malu adalah pembeda antara hewan dengan manusia. Tanpa malu, manusia tak ubahnya hewan lainnya. Kenapa mesti ego dikedepankan? Kenapa hawa nafsu dipertuhankan? Kenapa semua syahwat dilampiaskan? Tak lain adalah karena malu sudah tiada. Tiadanya rasa malu, membuat manusia menjadi monster menakutkan. Setiap pikiran, ucapan dan perbuatan, pasti akan menhancurkan peradaban. Muamalah tak lebih dari sekadar kakulasi untung rugi materi. Tatkala seperti itu akankah manusia masih mengaku dirinya insan yang ber-iman? Tidak, saudaraku. Dikala malu sudah tiada, siap siaplah, Dia akan membiarkan kita, menjadi manusia durhaka, yang kelak akan menjadi penghuni neraka. Marilah segera kembali ke jalan yang benar. Pakaian malu jangan ditanggalkan. Karena memang malu adalah bagian dari iman. (SYB)

Share
Protected by Copyscape Online Copyright Protection

Leave a Reply

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 256897Total dibaca:
  • 113399Total pengunjung:
  • 186Pengunjung hari ini:

Palanta Discussion Forum Schedule

May 2012
S M T W T F S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031EC

 

Upcoming Discussion

  • No events.