Archive | November, 2010

5 KUALITAS HEBAT YANG MENSUKSESKAN

Posted on 22 November 2010 by novalramsis

Sukses menjadi topik yang banyak dibicarakan manusia modern. Maka berbagai buku, seminar, training, workshop dibuat untuk membantu kita meraih suskes. Dari berbagai buku, seminar, training, workshop dan pengalaman saya sendiri, saya menyimpulkan ada lima kualitas hebat yang menghantarkan siapapun pada kesuksesan.

Lima kualitas tersebut yaitu:
1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)
2. Risk Taker (Pengambil Resiko)
3. Problem Lover (Pencinta Masalah)
4. Team Work Player (Pekerja Tim)
5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)
Mari kita bahas satu per satu.

1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)
Sukses diawali oleh peluang. Itu sebab mengapa peluang menjadi penting. Tak ada peluang, tak ada kesuksesan. Bila anda merasa tak punya peluang untuk sukses, maka anda benar. Anda tak bisa sukses.

Opportunity maker adalah kualitas anda yang bisa menciptakan peluang. Anda tidak menunggu peluang datang. Anda mencarinya. Anda bahkan menciptakannya. Maka kejelian melihat situasi dan kondisi, baik yang dekat maupun yang jauh, menjadi faktor penting. Apapun yang anda ketahui bisa menjadi peluang.

Orang baik adalah peluang. Demikian pula orang tidak baik. Situasi aman adalah peluang. Sama dengan dengan situasi bahaya. Kekayaan dan kemiskinan, keduanya adalah peluang. Orang Baduy yang tak menggunakan sepatu adalah peluang besar industri sepatu. Orang Jakarta yang telah bersepatu juga peluang besar industri sepatu. Maka bukan situasi dan kondisinya yang menentukan, tapi bagaimana anda melihat bagian dari situasi dan kondisi itu yang bisa dijadikan peluang bagi kemajuan anda.

2. Risk Taker (Pengambil Resiko)
Kualitas ini menjadi penting agar peluang yang telah ada benar-benar bisa dimanfaatkan dan memberikan keuntungan nyata bagi anda. Kenapa? Karena dibalik setiap peluang ada resiko. Maka hanya bagi anda yang siap menerima resiko lah yang layak mendapat keuntungan dari peluang tersebut.

Resiko adalah potensi terjadinya masalah, hambatan dan kegagalan. Anda bisa masuk ke Baduy untuk jualan sepatu. Peluangnya besar. Tapi resikonya pun besar. Anda harus mengedukasi orang Baduy untuk menggunakan sepatu. Hanya anda yang mau mendidik orang Baduy untuk menggunakan sepatu, yang layak atas peluang bisnis sepatu bagi orang Baduy yang tadinya tak menggunakan sepatu. Anda bisa juga jual sepatu di Jakarta. Maka anda harus siap bersaing dengan pebisnis lainnya. Hanya anda yang siap bersaing yang bisa jualan sepatu di Jakarta.

3. Problem Lover (Pencinta Masalah)
Peluang sudah ada. Kesediaan dan kesiapan menanggung resiko telah OK. Maka ketika resiko itu telah benar-benar terjadi, anda harus menjadi pencinta masalah. Anda tidak menghindari masalah. Anda tidak sekedar menyelesaikan masalah. Anda mencintai masalah. Anda sadar bahwa masalah adalah pemungkin kesuksesan anda. Anda yakin atas satu hal : “My problem is so big, but it never big enough to stop me” . Maka anda selalu menjadi manusia yang lebih besar dari masalah yang anda hadapi. Masalah tidak membuat stress. Masalah justru membuat anda bersemangat luar biasa. Masalah tidak menakutkan bagi anda. Anda akan merasa tertantang untuk selalu menghadapi masalah yang membesar dari waktu ke waktu.

4. Team Work Player (Pekerja Tim)
Anda manusia hebat. Bukan karena anda bisa mengerjakan semua hal. Tapi karena anda bisa bekerja sama dengan orang lain. Kualitas sebagai team work player sangat penting bila anda ingin sukses dalam waktu yang cepat. Masalah yang terjadi bisa diselesaikan lebih cepat karena diselesaikan secara tim. Anggota tim hanya menyelesaikan bagian masalah yang menjadi keahliannya.

Berjuang mencapai sukses sendirian sebuah pilihan tragis. Waktu yang dibutuhkan sangat lama. Dalam rentang waktu yang lama itu, begitu banyak tekanan, masalah, kesedihan, dan kegagalan yang menggoda untuk berhenti berusaha. Dan ketika sukses itu diraih, anda tak punya waktu lagi untuk menikmati kesuksesan yang anda perjuangkan itu. Tragis bukan?

Karenanya jadilah team work player. Jadilah hebat di satu atau beberapa bidang saja. Serahkan bidang-bidang lain pada orang-orang yang anda percayai dan memang hebat di bidang itu. Maka kemajuan pun diusahakan bersama. Anda pun bisa menikmati kesuksesan bersama-sama dengan teman-teman anda. Dan itu lebih nikmat dibanding menikmati sukses sendirian.

5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)
Persaingan adalah keniscayaan. Anda senantiasa bersaing dalam meraih sukses. Maka hanya bagi anda yang siap bersaing lah yang layak meraih sukses. Bila anda tak bersedia bersaing, anda tak layak untuk sukses.

Dalam bersaing memang ada kemungkinan kalah bersaing. Itu resiko yang harus ditanggung. Dan karena anda seorang risk taker, maka resiko kalah akan bisa anda terima. Tapi meski kalah bersaing, anda telah menjadi pribadi yang hebat. Kalah setelah berkompetisi jauh lebih baik daripada tidak berkompetisi.

Jepang, Jerman dan Italia adalah negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia II. Tapi mereka telah memutuskan untuk berperang. Keputusan itu menunjukkan tiga negara ini punya kualitas hebat. Maka sekarang, ketiga negara ini termasuk negara-negara maju. Jepang boleh kalah dalam perang senjata, tapi sekarang Jepang adalah pemenang perang ekonomi dan teknologi. Demikian pula dengan Jerman dan Italia.

Sekarang, tentu tidak kontekstual untuk berperang fisik dan senjata. Maka berkompetisilah dalam ekonomi, teknologi, budaya, sosial, dan politik. Yakin lah setelah anda berkompetisi, kualitas anda akan meningkat tajam. Baik anda menang atau kalah…

Thanks.
Enjoy yah temans…

Share

Comments (3)

NEGERI YANG ANEH

Posted on 17 November 2010 by Syahril Bermawan

Aku tinggal di negeri yang aneh. Demikian anehnya sehingga akupun merasa aneh setiap kali melihat keanehannya. Dan kalau aku mengatakan keanehan itu, orang lain malah melihat kepadaku dengan  aneh. Itulah keanehan negeri dimana aku tinggal.

Betapa tidak. Negeri itu terkenal sebagai negeri yang subur dan kaya dengan sumber daya alam. Sehingga diberi julukan gemah ripah loh jinawi. Tetapi anehnya  rakyatnya banyak yang miskin. Bahkan ada yang hidup melarat. Sehingga banyak yang pergi ke negeri lain, bekerja demi mencari nafkah menghidupi diri dan keluarganya.  Lebih aneh lagi,  dikala mereka yang bekerja di negeri orang dinistakan, dianiaya dan dizholimi, pemimpin negeri ini seperti tidak berdaya membela dan melindunginya. Padahal  mereka diberi julukan sebagai pahlawan devisa. Aneh. Pemimpin negeri itu mau devisanya tetapi tidak mau membela dan melindungi si pahlawan devisa.

Betapa tidak. Negeri itu sedari dulu terkenal sebagai negeri dengan masyarakat yang ramah, penuh sopan santun dan seni budaya yang tinggi. Anehnya, sekarang bentrokan antar warga terjadi hampir setiap hari. Pemilihan kepala daerah hampir semua bermasalah. Semua calon ingin menang, sehingga kalau kalah hampir selalu membantah dan tidak mau menerima kekalahan. Lebih aneh lagi, berbagai kecurangan dilaporkan sementara kecurangan itu dilakukan hampir semua calon. Aneh. Mereka mau menang, tetapi tidak mau menerima kenyataan kalau  pemenang hanya satu.

Betapa tidak. Negeri itu belum mampu menggaji para aparatur  pemerintahan dengan jumlah yang mencukupi. Anehnya, banyak diantara mereka, para abdi negara itu, yang  kaya dan hidup mewah. Sampai ada yang punya villa dan apartmen serta mobil mewah. Lebih aneh lagi, orang orang memandang mereka sebagai orang yang sukses sehingga dihormati dimana mana. Aneh. Mereka yang gajinya kecil bisa kaya raya, sementara masyarakat yang bekerja keras membanting tulang tetap hidup susah.

Betapa tidak. Di negeri itu ada koruptor yang ditangkap dan dimasukkan rumah tahanan. Anehnya, dia bisa keluyuran, pulang ke apartmen mewahnya, dan bahkan plesiran sampai ke Bali. Lebih aneh lagi, aparat penegak hukum, yang seharusnya menjaga dan mengawasinya,  seperti kebingungan.  Sementara pencuri sebutir buah semangka, dapat segera disidangkan kasusnya dan divonis masuk penjara.   Aneh. Sudah jelas ada yang tidak beres dalam penegakan hukum dan keadilan, kepala negeri itu malah bilang tidak mau intervensi.

Betapa tidak.   Di negeri itu, para pegawai yang mengurusi keuangan negara diberi gaji besar melebihi yang lainnya. Katanya agar mereka tidak korupsi. Anehnya, korupsi besar-besaran justru dikalangan mereka. Dan sampai sekarang belum bisa diungkap semua.  Lebih aneh lagi, aparat penegak hukum yang punya lencana di dada dan tanda pangkat di bahu, seperti tak berdaya atas mereka. Aneh. Menteri yang seharusnya bertanggung jawab, alih-alih disuruh membenahi,  malah dibiarkan pergi bekerja ke luar negeri.

Betapa tidak.  Di negeri itu seringkali bencana menimpa. Gempa bumi, tsunami, semburan lumpur, banjir bandang, letusan gunung api datang silih berganti. Anehnya, para wakil rakyat malahan studi banding keluar negeri.  Gubernur yang seharusnya bersama rakyat dalam keadaan susah, malah berangkat keluar negeri. Lebih aneh lagi, para pejabat yang datang menjenguk korban, sepertinya setengah hati. Yang mati-matian berjuang membantu mereka yang tertimpa bencana adalah masyarakat dengan julukan sukarelawan.

Betapa tidak. Di negeri itu konon menurut undang-undang, fakir miskin dan orang terlantar dipelihara oleh negara. Tetapi di kota-kota, banyak fakir miskin dan orang terlantar berkeliaran. Lebih aneh lagi, mereka dikejar, dirazia dan ditangkapi. Bahkan konon ada larangan memberi sedekah kepada peminta-minta. Aneh. Ditengah kemewahan para aparatur negara, fakir miskin dan orang terlantar dibiarkan terlunta-lunta.

Aneh. Sungguh aneh. Dan lebih aneh lagi  di negeri itu bermukim kaum muslimin yang konon terbesar jumlahnya di dunia. Tetapi negeri itu terkenal sebagai negeri terkorup nomor satu di Asia. Aneh. Di negeri dengan mayoritas Islam, hampir tidak terlihat  nilai-nilai islami. Di jalan raya saling serobot tanpa menghormati sesama. Bahkan dalam antri mendapatkan zakat dan daging qurban saling rebut, dan injak-injakan. Aneh. Dimana itu sabar, santun, dan tawakkal yang selalu dianjurkan.

Bagiku sungguh aneh melihat keanehan itu. Sesungguhnya masih banyak lagi keanehan yang lainnya. Tapi kalau aku ceritakan, malah aku akan kelihatan semakin aneh.  Karena aku sendiri lahir, besar dan hidup di negeri yang aneh itu.  Janganlah anggap aneh kalau  aku mohon jangan bilang aku orang aneh, karena telah menceritakan semua keanehan itu.  Karena puncak dari segala keanehan adalah, kalau yang aneh itu sudah tak terlihat lagi sebagai aneh. Maka akan semakin sempurnalah keanehan negeri itu.  Karena  itu janganlah aneh aneh. (SYB)

Share

Comments (5)

DINAR: PROTEKSI ANDA TERHADAP INFLASI

Posted on 15 November 2010 by novalramsis

*) oleh Muhaimin Iqbal

Pemerintah sudah mengumumkan akan menaikkan gaji pegawai negeri dan pensiunan sebesar rata-rata 5% . Tentu hal ini akan menggembirakan mereka yang saat ini berstatus sebagai pegawai negeri maupun pensiunan.

Masalahnya adalah apakah hal ini akan meningkatkan kemakmuran mereka dan masyarakat pada umumnya? Sayangnya jawabannya adalah belum tentu. Daya beli mereka dan masyarakat umumnya hanya akan meningkat bila kenaikan pendapatan ini lebih tinggi dari kenaikan angka inflasi.

Karena angka inflasi tahunan rata-rata sejak 2001 – 2008 lalu di Indonesia mencapai 8.98%, maka kenaikan pendapatan yang bisa meningkatkan daya beli harusnya melebihi angka inflasi ini. Atau kalau kenaikan demikian tidak dimungkinkan, maka pengendalian inflasi harus menjadi fokus pemerintah.  Untuk jangka pendek tahun ini kemungkinan besar pemerintah akan mampu menekan inflasi seperti yang ditunjukkan pada angka inflasi yang hanya 0.66% per Juli lalu; namun perlu program jangka panjang untuk mempertahankannya pada angka yang rendah agar kemakmuran terjaga.

Sayangnya di dunia yang menganut rezim uang kertas, saya belum ketemu suatu negara yang berhasil mempertahankan inflasinya. Saudi Arabia-pun yang menjadi legenda cerita sejak bapak-ibu kita pergi haji bisa membeli makanan – minuman seharga 1 Riyal, kalau Anda pergi haji atau umrah sekarang akan semakin sulit memperoleh makanan-minuman seharga 1 Riyal .  Pasalnya sejak tahun lalu, inflasi juga menjadi momok negeri itu. Bulan Juli tahun lalu bahkan inflasi negeri itu sempat menyentuh angka 11.1%.

Di negeri yang katanya adi kuasa – Amerika Serikat  sekalipun, inflasi terbukti tidak terkendali sejak negeri itu mempelopori uang yang tidak lagi dikaitkan dengan cadangan emas bulan Agustus tahun 1971. Inflasi tahunan Amerika Serikat sejak tahun 1971 sampai sekarang mencapai angka rata-rata 4.37%; artinya kalau Anda punya deposito US$ yang hasilnya kurang dari angka tersebut, pasti uang Anda dalam US$-pun menyusut daya belinya dari waktu ke waktu.

Karena masyarakat tidak bisa mengandalkan pemerintah manapun di dunia untuk melindungi simpanannya dari bahaya laten inflasi, maka masyarakat sendiri yang harus memproteksi kemakmurannya dari ancaman inflasi ini.  Dengan apa masyarakat bisa melakukan ini? Dengan bekerja giat sehingga pertumbuhan penghasilannya melebihi angka inflasi, dengan usaha yang hasil bersihnya melebih inflasi atau dengan Emas/Dinar yang appresiasi nilainya lebih tinggi dari inflasi.

Untuk kasus kita yang di Indonesia dengan inflasi 2001 -2008 pada angka rata-rata 8.98% misalnya; apresiasi harga emas dalam Rupiah tahunan rata-rata untuk periode yang sama mencapai 19.59%.  Di Amerika Serikat selama 38 tahun sejak 1971 dengan rata-rata inflasi tahunan 4.37% ; kenaikan harga emas dalam US$ rata-rata tahunan untuk periode yang sama mencapai 11.33%.

Jadi dimanapun Anda berada, apakah di Indonesia, Arab Saudi, Amerika Serikat atau negara-negara lain; pemerintah dimana Anda berada tidak bisa melindungi hasil jerih payah Anda dari ancaman inflasi; tetapi Anda sendiri dapat melakukannya kalau mau. Insya Allah.

Share

Comments (0)

Kata-kata Hikmah 35

Posted on 12 November 2010 by Syahril Bermawan

Just because something doesn’t do what you planned it to do doesn’t mean it’s useless. (Thomas A. Edison)

Share

Comments (0)

SELAMAT DATANG PERUBAHAN

Posted on 12 November 2010 by Syahril Bermawan

Perubahan adalah suatu keniscayaan. Perubahan terjadi dimanapun, dan kapanpun. Satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Yaitu akan selalu terjadi. Tanpa (kurang) kita sadari, diri kitapun berubah, dari sehari ke sehari, bahkan dari detik ke detik.

Janganlah mengira bahwa Anda yang sekarang adalah sama dengan Anda menit yang lalu. Tidak. Sudah berubah. Telah terjadi beribu-ribu perubahan, dengan berkembang, atau mati atau munculnya sel sel baru dalam tubuh kita. Dengan berkembangnya pemikiran, dengan bertambahnya pengetahuan, dengan bertambahnya amal (baik ataupun buruk), dengan meningkatnya kesadaran. Hanya saja kita tidak melihatnya.

Bagaimana dengan lingkungan hidup? Lingkungan bisnis? Lingkungan kerja? Lingkungan keluarga? Sama. Semuanya itu juga berubah. Silakan diamati. Nanti kita akan menyadari bahwa memang telah terjadi perubahan. Kota dimana kita tinggal sudah berubah. Jalan yang biasa kita tempuh sudah berubah. Kondisi bisnis dimana kita berkecimpung sudah berubah. Anggota keluarga kita juga berubah. Anak anak menjadi semakin dewasa. Isteri semakin tua. Dan…… Andapun  menjadi semakin tua. Sementara diluar perubahan masih terus terjadi. Dengan membawa peluang dan tantangan baru. Bahkan semakin lebih cepat dari sehari ke sehari. Percepatan itu disebabkan oleh sekurang-kurangnya tiga hal:  (1) Teknologi yang semakin maju;  (2) Globalisasi yang semakin melebar; dan  (3) Deregulasi di banyak aspek kehidupan. Dengan demikian kedatangan tantangan dan peluang yang baru, juga semakin cepat. Sehubungan dengan ini, Philip Kotler mengatakan: Today, you have to run faster to stay in the same place.

Perubahan itu menghendaki orang-orang yang MAU berubah, BISA berubah, dan SIAP untuk berubah. Lalu bagaimana kalau ada yang tidak mau berubah? Mereka yang tidak mau berubah, yang anti perubahan, akan tertinggal atau ditinggalkan. Mereka akan segera tersingkir, atau disingkirkan. Orang-orang yang menolak perubahan, yang acuh akan perubahan, dan yang bersikap pasif atas perubahan, akan menjadi beban (free riders) bagi kemajuan.

Karena itu, kalau kita menghadapi perubahan, marilah kita ucapkan SELAMAT DATANG PERUBAHAN. Atau kalau kita melihat belum ada perubahan, marilah kita MULAI dan PELOPORI perubahan.  Kearah yang lebih baik, tentunya.

Selamat berubah, dan selamat mengucapkan Selamat Datang  kepada perubahan. (SYB)

Share

Comments (1)

Kata-kata Hikmah 34

Posted on 05 November 2010 by Syahril Bermawan

Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning. . (Albert Einstein)

Share

Comments (0)

UANG UNTUK BUDI *)

Posted on 02 November 2010 by Syahril Bermawan

Di suatu hari Minggu tahun 70-an seorang  remaja datang ke rumah saya. Bocah itu bernama Budi. Ia merupakan keponakan pembantu rumah tangga saya. Setelah mengobrol sana-sini Budi mengutarakan maksud kedatangannya.

“Saya pinjam uang Pak”, katanya. “Saya mau berangkat praktik lapangan di Yogyakarta. Tapi, jika Senin besok tidak bisa melunasi pembayaran, saya tak bisa ikut,” tambahnya.

Budi duduk di tingkat akhir sebuah sekolah menengah kejuruan di Bogor. Praktik lapngan bagi siswa seperti Budi sangatlah penting. Tanpa itu, ia takkan lulus. Tapi, sebagai pegawai negeri pada 1970, gaji saya tidak mencukupi untuk memenuhi keperluan hidup selama satu bulan.  Waktu Budi datang, jumlah uang yang ia perlukan adalah setengah dari sisa uang  yang masih ada untuk melewati hidup selama satu bulan, padahal tanggal gajian masih lama. Saya pun merenungkan permintaannya.

Tak lama kemudian, saya memutuskan untuk memebrikan uang yang dia butuhkan. Jelas, Budi lebih membutuhkan uang itu ketimbang saya. To, saya masih tetap beruntung. Isteri saya bekerja sebagai kepala sebuah apotik. Dari tempatnya  bekerja, ia mendapat fasilitas rumah, mobil dan gaji yang lebih besar dari saya. Artinya, masih ada “pegangan” jika terjadi sesuatu.

Setelah Budi pulang saya berdoa. Masih terngiang dengan jelas “laporan” saya kepada-Nya: “Ya Tuhan, saya tidak tahu apakah tindakan saya ini bodoh atau tidak? Namun saat ini Budi lebih membutuhkan uang itu. Saya percaya rezeki semua makhluk ada pada-Mu.”

Khawatir mengganggu pikiran istri saya, sengaja saya menyembunyikan peristiwa Budi darinya.

Keesokan harinya, Senin, kantor saya kedatangan seorang tamu dari salah satu negara tetangga. Ia berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Salah satu tujuannya ke Indonesia untuk melihat kondisi hutan di Indonesia secara langsung. Lalu, atasan saya memanggil saya dan mengenalkan saya  kepada tamu itu.  Atasan saya menugasi saya untuk menjadi teman dan pemandu bagi tamu tersebut selama satu minggu. Kami pun memulai perjalanan keesokan  harinya, Selasa.

Sebelum jam kerja usai, tamu tersebut mendekati saya dan memberi amplop sembari berkata, “Ini bekal untuk keluargamu selama kamu mengantar saya.”  Saya tak langsung membuka amplop itu. Setibanya di rumah, baru saya membukanya. Alangkah kagetnya saya, ternyata jumlah uang di dalam amplop itu lima kali lipat  dari uang yang saya pinjamkan kepada Budi.

Keajaiban ini mulai membangkitkan keyakinan saya bahwa Tuhan mengetahui apa yang saya lakukan. Buktinya, Dia membalas dengan berlipat ganda pertolongan yang telah saya berikan kepada orang lain.-

*) Dikutip, dengan seizin penulisnya, dari buku “Dengarkan Hatimu Berbisik” karangan Muhammad Kuswanda. Diterbitkan oleh Penerbit Zaman.

Share

Comments (1)

RAHMATAN LIL ‘ALAMIN

Posted on 01 November 2010 by novalramsis

Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat pun menjawab, “Ya, Rasulullah, orang yang bangkrut adalah mereka yang tidak lagi mempunyai uang dan harta.”

“Bukan itu,” jawab Rasulullah. “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun, mereka suka mencuri, menjelek-jelekkan orang lain, suka memakan harta orang lain (korupsi), menumpahkan darah, dan memukul orang lain tanpa hak.”

Dengan demikian, kata Rasulullah, pahala shalat, puasa, dan zakat orang itu dialihkan oleh Allah SWT kepada si anu, si anu, dan si anu, yaitu orang yang dicaci, dicuri hartanya, dan dibunuh. “Akan tetapi, pahala kebaikan orang yang pailit itu habis sebelum tertebus semua kejahatannya, sampai-sampai ganjaran kejahatan orang lain dibebankan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim, tercantum dalam Mukasyafah al-Qulub: al-Muqarrib ila Hadhrah ‘Allam al-Ghuyub fi ‘ilm at-Tashawwuf).

Akhir-akhir ini, sebagian masyarakat Indonesia dihadapkan pada peristiwa-peristiwa kekerasan (terorisme), konflik horizontal, tawuran antarkelompok masyarakat, pencurian, korupsi, dan pembunuhan yang melanggar hukum. Semua kejadian itu tentunya mengarah pada terganggunya keselamatan dan keamanan masyarakat.

Sebagai agama rahmat bagi semesta alam, Islam tak membenarkan dan melarang semua tindakan tersebut.  “Wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil ‘alamin.”  (Dan tidaklah kami mengutusmu (Muhammad), melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam). (QS Al-Anbiya [21]: 107).

Quraish Shihab mengemukakan bahwa redaksi ayat tersebut mencakup empat hal pokok. Pertama, rasul utusan Allah itu adalah Nabi Muhammad. Kedua, yang mengutusnya adalah Allah SWT. Ketiga, rasul itu diutus kepada mereka (al-’alamin). Keempat, risalah yang disampaikan mengisyaratkan sifat-sifat kedamaian dan kasih sayang yang mencakup semua waktu dan tempat.

Ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin itu mengandung makna bahwa kehadirannya memberikan rahmat kepada seluruh alam, termasuk di dalamnya lingkungan hidup, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, golongan, etnis, dan peradaban. Rasulullah SAW bersabda, “Khair an-naas ‘anfa’uhum li an-naas.” (Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

Oleh karena itu, sebagai umat Islam, tentu kita tidak menginginkan seluruh amal ibadah yang dikerjakan selama menjadi bangkrut (tak bersisa) karena perbuatan menjelek-jelekkan orang lain, mencuri, membunuh, korupsi, berzina, dan lainnya. Kita diajarkan untuk menyayangi dan mengasihi sesama, apa pun latar belakangnya. Wallahu A’lam.

dikutip dari Republika.co.id

Share

Comments (0)

BACAAN YANG SANGAT MULIA

Posted on 01 November 2010 by Syahril Bermawan

Sesungguhnya Al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat mulia (Al-Waaqi’ah;56 : 77)

Ayat yang dikutip diatas menyatakan dengan tegas bahwa Al-Quran itu adalah suatu bacaan yang sangat mulia. Pernyataan Allah tersebut seharusnya menggetarkan hati kita. Karena kitab yang dinyatakan oleh Allah sebagai “bacaan yang sangat mulia” tersebut, adalah kitab yang ada di rak buku kita, yang ada di lemari kita, yang mungkin sering kita baca, yang mungkin juga tidak pernah kita baca.

Demikian mulia dan agungnya Al-Quran, sehingga Allah memberikan perumpamaan gunung akan pecah dan tergoncang, bumi terbelah, atau orang-orang mati menjadi dapat berbicara, sebagaimana dinyatakan dalam dua ayat berikut ini:

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.(Al-Hasyr;59 : 21).

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan  atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat  berbicara, (tentu Al-Quran itulah dia)….(Ar-Ra’d;13 : 31)

Kenapa Al-Quran dinyatakan oleh Allah sebagai sangat mulia? Dengan merenungkan beberapa ayat berikut ini kiranya akan cukup bagi kita untuk meyakini kemuliaan Al-Quran:


1. Al-Quran diturunkan dan dipelihara oleh Allah:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr;15 : 9)

Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), kedalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. (Asy-Syu’araa’;26 : 192 – 196)

Kitab (Al-Quran ini) diturunkan  oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya.(Az-Zumar;39 : 1 – 2)

Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.(Az-Zumar;39 : 41)


2. Al-Quran memberi petunjuk kepada jalan yang lurus:

Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (Al-Israa’;17 :  9)


3. Al-Quran berisi kebenaran yang sempurna:

Telah sempurnalah kalimat Tuhan-mu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-An’aam;6 : 115)

Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (Al-Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-Mu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).(Ar-Ra’d;13 : 1)

Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi. (Shaad;38 : 87 – 88)

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda  (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhan-mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (Fushshilat;41 : 53)


4. Malam diturunkannya Al-Quran adalah penuh berkah dan kemuliaan:

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.(Ad-Dukhaan;44 : 3)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar).(Al-Qadr;97 : 1)


Dengan merenungkan ayat-ayat tersebut diatas, kiranya dapat difahami bahwa Al-Quran memanglah bacaan yang mulia. Masalahnya sekarang, apakah kita sudah membacanya, kemudian merenungkan dan menuntut ilmu untuk memahaminya  – karena memahami Qur’an perlu ilmu yang benar, yang tidak didorong oleh hawa nafsu masing-masing pribadi –, dan setelah itu menghapalkan serta mengamalkannya? Dan pada tingkat yang tertinggi kita dakwahkan dengan cara yang baik tentang apa yang ada dalam Qur’an itu. Sudahkah kita lakukan itu semua? Atau bahkan membacanya saja kita tidak pernah?

Semoga Allah menggerakkan hati kita dan memberi kita kemudahan untuk membacanya, merenungkannya, memahaminya, dan mengamalkannya. Aamiin. (SYB)

Share

Comments (0)

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 458172Total dibaca:
  • 234603Total pengunjung:
  • 379Pengunjung hari ini: