Categorized | Inspirasi & Motivasi

DOA UNTUK TUKANG BECAK*)

Posted on 23 October 2010 by Syahril Bermawan

Di sebuah perempatan jalan. Lampu lalu lintas menyala merah, ketika itu. Otomatis, saya menghentikan laju mobil. Mobil saya berada paling depan. Begitu berganti hijau, saya kembali melajukan mobil. Tiba-tiba seorang tukang becak memotong jalan di depan mobil saya. Sontak, saya menginjak rem. Amarah saya langsung memuncak. Dongkol.

Tapi, kalbu saya berbisik dan mengisyaratkan agar saya mencermati tukang becak  itu. Saya pun mencoba memperhatikannya. Ternyata, tukang becak itu berusaha menyongsong bus kota yang akan berhenti di perempatan jalan tersebut.

Usai melihat tukang becak itu, sembari mengendarai mobil saya mengerti satu hal: demi mencari nafkah seadanya bagi keluarganya, tukang becak itu berani mengambil risiko dengan menyerobot jalan di depan saya. Karena itu saya panjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa: “Ya Allah, cukupkan rezekinya sesuai dengan kehendakMu.”

Selesai memanjatkan doa, amarah saya padam. Dan tanpa saya duga hati saya langsung dipenuhi empati kepadanya, dan pada gilirannya kepada sesama manusia.

Ah, pengalaman ini membuat saya berkesimpulan:

“Doakanlah mereka yang pernah membuatmu jengkel atau dongkol. Mohonkan kepada Allah agar Ia senantiasa memberkahi dan melapangkan jalan segala apa yang mereka cari.”-

*)Dikutip, dengan seizin penulisnya,  dari buku “Dengarkan Hatimu Berbisik” karangan Muhammad Kuswanda. Diterbitkan oleh Penerbit Zaman.

Share
Protected by Copyscape Online Copyright Protection

Leave a Reply

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 458115Total dibaca:
  • 234554Total pengunjung:
  • 330Pengunjung hari ini: