Categorized | Renungan Malam

PROSES MENUJU KESEMPURNAAN

Posted on 31 August 2010 by Syahril Bermawan

Penggalan hidup di dunia adalah proses mempersiapkan diri untuk menjadi sempurna. Rukun Islam adalah tangga untuk didaki. Pijakan pertama adalah syahadat sebagai pembersih dan pemantap hati. Pijakan kedua adalah shalat sebagai pengenalan dan pengukuhan diri. Pijakan ketiga adalah shaum sebagai pengendalian nafsu dan pembersih qalbu.

Setelah hati dibenahi, diri dikukuhkan dan ego dikendalikan, lalu berlatih memberi manfaat kepada masyarakat melalui zakat. Inilah pijakan keempat, mengeluarkan zakat,  sebagai latihan untuk menjadi insan yang bermanfaat. Dan akhirnya pijakan kelima adalah hajji. Setelah hati dibenahi, diri dikukuhkan dan ego dikendalikan, lalu berlatih memberi manfaat kepada masyarakat melalui zakat. Kemudian baru diundang untuk dilantik menjadi insan kamil melalui hajji yang mabrur.

Tapi, kalau syahadat  diucapkan sambil lalu, shalat ditegakkan setengah hati, shaum direduksi hanya  sekadar puasa menahan lapar dan dahaga, dan zakat dikeluarkan dengan rasa terpaksa, dan hajji hanya perjalanan wisata tanpa makna, akankah kita diwisuda? (SYB)

Terima kasih Pak Abdullah.

Share
Protected by Copyscape Online Copyright Protection

Leave a Reply

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 457192Total dibaca:
  • 233845Total pengunjung:
  • 376Pengunjung hari ini: