Penggalan hidup di dunia adalah proses mempersiapkan diri untuk menjadi sempurna. Rukun Islam adalah tangga untuk didaki. Pijakan pertama adalah syahadat sebagai pembersih dan pemantap hati. Pijakan kedua adalah shalat sebagai pengenalan dan pengukuhan diri. Pijakan ketiga adalah shaum sebagai pengendalian nafsu dan pembersih qalbu.
Setelah hati dibenahi, diri dikukuhkan dan ego dikendalikan, lalu berlatih memberi manfaat kepada masyarakat melalui zakat. Inilah pijakan keempat, mengeluarkan zakat, sebagai latihan untuk menjadi insan yang bermanfaat. Dan akhirnya pijakan kelima adalah hajji. Setelah hati dibenahi, diri dikukuhkan dan ego dikendalikan, lalu berlatih memberi manfaat kepada masyarakat melalui zakat. Kemudian baru diundang untuk dilantik menjadi insan kamil melalui hajji yang mabrur.
Tapi, kalau syahadat diucapkan sambil lalu, shalat ditegakkan setengah hati, shaum direduksi hanya sekadar puasa menahan lapar dan dahaga, dan zakat dikeluarkan dengan rasa terpaksa, dan hajji hanya perjalanan wisata tanpa makna, akankah kita diwisuda? (SYB)
Terima kasih Pak Abdullah.











