Categorized | Inspirasi & Motivasi

RUMUS KETEGUHAN NIAT

Posted on 20 May 2010 by novalramsis

*)  Supardi  Lee

Niat adalah awal segala tindakan. Karenanya, nilai sebuah tindakan yang terpenting adalah niatnya. Niat baik akan membawa pada kebaikan. Niat buruk membawa pada keburukan. Karena itu hati-hatilah dengan niat. Kenapa? Karena ia sangat mudah. Dalam banyak kondisi, ia otomatis. Untung kalau kita otomatis berniat baik. Bila otomatis berniat buruk? Wah…

Niat adalah sebuah energi. Saya menyebutnya energi aktivasi. Energi minimal yang dibutuhkan agar kita bisa bertindak. Sama seperti mobil yang harus digas pada tingkat tertentu yang membuatnya bisa mulai berjalan.

Lalu kenapa ada banyak orang sudah berniat melakukan sesuatu, tapi tetap saja tidak melakukannya? Ah,..ini masalahnya ada di beban diri kita. Sebuah mobil kosong katakanlah butuh energi aktivasi 10. Nah, bila di dalam mobil ada beban, maka ia akan membutuhkan energi aktivasi yang lebih dari 10.

Seorang karyawan berniat memulai bisnis sampingan. Niat ini telah memenuhi pikirannya selama berbulan-bulan. Modalnya juga telah tersedia. Tapi ia belum juga memulai bisnis. Kenapa? Rupanya ia juga memikirkan kemungkinan gagal dari bisnisnya. Ia berpikir tentang susahnya memasarkan, mendapat karyawan yang dapat dipercaya, ribetnya keuangan bisnis, persaingan, mengawasi bisnis sementara ia tetap bekerja, dan sebagainya. Bebannya terlalu besar. Niatnya kalah kuat dibanding bebannya. Maka bila beban-beban ini tak dilepas, ia tak akan pernah memulai bisnis.

Maka lepaskanlah semua beban diri anda…

Niat akan bisa mengatasi semua beban bila ia teguh. Saya membuat rumus niat teguh sebagai berikut:
NIAT TEGUH = KEINGINAN * KESIAPAN BELAJAR * KESIAPAN MENGHADAPI MASALAH APAPUN.

Sebuah niat bisa tak dilakukan karena dua hal. Ketidaktahuan dan masalah. Karena itulah maka dalam rumus di atas ada faktor kesiapan belajar (untuk mengatasi ketidaktahuan) dan kesiapan menghadapi masalah apapun (untuk mengatasi segala masalah yang menghadang).

Banyak orang berniat hanya bermodal keinginan saja. Ini niat yang rapuh. Ketika pengetahuan yang dibutuhkan tak ada, maka menyerah. Begitu juga ketika datang masalah. Maka untuk setiap niat baik anda, tambahkanlah : “Apapun yang terjadi, saya akan tetap teguh pada niat baik saya ini”. Kata “Apapun yang terjadi” menunjukkan kesiapan anda untuk tetap bertahan, sampai keinginan / niat ada terwujud.

Niat adalah energy aktivasi. Energy untuk memulai gerak. Maka kita membutuhkan energy lain untuk mempertahankan gerak kita itu. Energy ini saya namakan energy konstan. Kita pun membutuhkan energy lain lagi agar gerak kita makin cepat. Energi ini saya namakan energi akselerasi. Jadi ada energy aktivasi, energy konstan dan energy akselerasi. Ini jadi PR saya untuk membahas energy konstan dan energy akselerasi.

Mohon doa dari temans semua. Terima kasih…

*)  Pengusaha, Petani Ikan Lele dan Penulis. Tinggal di Depok. Setiap Kamis jam 05.00 – 06.00 mengisi acara Mutiara Pagi The Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM.

**) Foto diambil dari http://dawaiqolbu.files.wordpress.com/2009/09/141.jpg

Share
Protected by Copyscape Online Copyright Protection

1 Comments For This Post

  1. adi Says:

    trimakasih

Leave a Reply

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 455992Total dibaca:
  • 233175Total pengunjung:
  • 61Pengunjung hari ini: