(06) HEAVENLY HUMAN BEINGS. The Guidebook from Heaven

Posted on 11 May 2010 by Syahril Bermawan

“Wilayah BOC adalah wilayah manusia langit dimana terdapat jalan-jalan yang ditempuh oleh orang orang yang berorientasi akhirat. Inilah jalan bagi orang orang yang meyakini keberadaan hari akhir. Jalan yang ditempuh untuk menuju kepada Tuhan, Maha Pencipta, sumber segala yang ada, yaitu Dia, Pemilik dan Penguasa seluruh alam.”

Itulah hal pertama yang terbersit dalam pikiran Ibnu saat dia menelaah wilayah manusia langit. Sebetulnya Ibnu ingin Buya Nur menjelaskan mengenai wilayah ini. Tetapi pekan lalu, sebelum dia sempat menyampaikan permintaannya, Buya Nur sudah lebih dahulu menyuruhnya untuk mempelajari. Ibnu mencoba melakukan explorasi dengan mempergunakan segala yang sudah diketahui dan pernah dipelajarinya.

“Orang orang yang menempuh jalan yang berada di wilayah ini adalah mereka yang memperoleh pencerahan. Mereka yang dengan perkenan Allah telah keluar dari kegelapan menuju kepada terang benderang.”

Dalam gambarnya, pada bagian bawah terdapat catatan Buya Nur:
•    Onward -> dimensi II -> Aku dan Kelian
•    Upward -> dimensi III -> Aku, Kelian, dan Mereka
•    God-ward -> dimensi IV -> Aku, Kelian, Mereka, dan DIA

Ibnu mencoba menelaah apa maksud Buya dengan catatan tersebut. Namun dia belum bisa. Apalagi dikaitkan dengan dimensi dua, tiga dan empat. Karena itu Ibnu meninggalkan bagian itu dan melanjutkan melihat bagian lain dari gambar Buya.

Sampai disini Ibnu serta merta teringat beberapa ayat Al-Quran yang nampaknya berkaitan erat dengan gambar Buya. Memang Buya menuliskan beberapa nomor surat dan ayat di dalam gambarnya. Tetapi Ibnu justru teringat ayat ayat lain yang belum tercantum.

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (Ibrahim; 14 : 1)

Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan seizin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus (Al-Maa’idah; 5 : 16).

Dialah yang memberi rahmat kepadamu, dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman (Al-Ahzab; 33 : 43).

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang (Al-Hadid; 57 : 9).

Setelah merenungkan arti ayat-ayat tersebut Ibnu merasa inilah yang dijadikan acuan oleh Buya dalam membuat gambar yang membagi wilayah manusia bumi dan wilayah manusia langit.

Selanjutnya Ibnu sepertinya melihat ada hubungan erat antara keluar dari kegelapan menuju kepada cahaya dengan kitab yang diturunkan Allah. Artinya Al-Quran adalah merupakan petunjuk untuk menuju cahaya. Dengan kata lain, seseorang yang ingin menuju cahaya, dimana berada jalan¬jalan yang ditempuh manusia langit, mau tidak mau mestilah mempedomani Al-Quran. “Oh ya, memang nama lain dari Al-Quran adalah Al-Huda, petunjuk”, gumam Ibnu.

Ibnu merasa kesimpulannya benar. Karena itu gambar yang telah dibikinnya pekan lalu dilengkapinya menjadi seperti berikut:

Artinya, manusia bumi yang akan men-transformasi diri menjadi manusia langit, haruslah dengan mempedomani Al-Quran, the guidebook from heaven. Alquran, kitab yang diturunkan dari langit, kitab samawi, untuk keperluan manusia secara keseluruhan. “Adalah sangat logis, kalau untuk melakukan perjalanan ke wilayah langit, kita memakai buku petunjuk dari langit”, ucap Ubnu pada dirinya sendiri.

Ibnu masih ingin melanjutkan pentelaahan. Dia ingin melanjutkan membaca ayat ayat Alquran yang nomor surat dan ayatnya dicantumkan Buya Nur. Namun catatan Buya mengenai dimensi II, III dan IV, membuat dia sangat penasaran. Dia belum mampu menelaahnya.

Ibnu termenung. Dia berpikir alangkah indahnya kalau saat ini dia bersama Buya, sehingga bisa ditanyakan langsung. Namun kemudian Ibnu teringat pesan Buya Nur: “Jangan memaksakan diri.” Nasehat Buya tersebut menjadi alasan yang sangat baik bagi Ibnu untuk menghentikan pentelaahannya. Dia mengakui terus terang ketidak mampuannya. Dengan demikian dia bisa meminta Buya untuk menjelaskannya.

Ibnu menyimpan kertas kertasnya. Dia bangkit untuk memperbaharui wudhuknya. Tak berapa lama kemudian segala sesuatu menjadi senyap. Tidak ada suara, tidak ada gerak. Semuanya hening dan diam. Sehening dan sediam sujud Ibnu.

Depok, awal Februari 2009

Syahril Bermawan.

Share
Protected by Copyscape Online Copyright Protection

Leave a Reply

 

 

  • Assalamu’alaikum.

    (09) KETIKA SEMUA BERJALAN MULUS SESUAI RENCANA, dan keinginan serta segala pinta seakan terpenuhi semua, sehingga diri merasa bagai hidup di sorga,  itulah saatnya kita mesti kembali ke moral agama. Ingatlah hidup bukanlah tanpa masalah, tanpa duka tanpa bencana. Karena Tuhan berjanji akan menguji hambaNya yang dicintai. Jangan-jangan apa yang diterima dan dialami adalah justru ujian dalam bentuk lain. Atau justru diberikan untuk membuat kita terbuai dan terpesona, merasa diri segala bisa dan serba kuasa, sehingga melupakan keberadaanNya. Inilah saatnya kita melakukan evaluasi diri, apakah Tuhan sudah demikian tidak menyukai, sehingga Dia enggan memberikan sedikit cobaan, tidak berkenan memberikan sekadar duka, membiarkan kita senantiasa sehat tanpa sakit. Jangan jangan semuanya adalah istidraj, yang akan membuat kita terpesona. Marilah evaluasi diri, apakah ada perbuatan kita yang tidak diridhoi. Ataukah ada rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak syar’i. Karena memang harta yang diperoleh dengan cara yang haram sangat cepat menghalangi kita dari sayang dan ridhoNya. Janganlah sampai, sekadar menatappun Dia tak sudi. Adakah malang dan duka yang lebih dari ini? (SYB)

    Share


    (click here for view all BuyaNur Menyapa)

Announcement

 

 

Tag Clouds

Arahkan mouse ke tag di atas.

 

 

 

Follow Me

 

 

 

Statistik

  • 456721Total dibaca:
  • 233601Total pengunjung:
  • 132Pengunjung hari ini: